Pengertian Sajak Meliputi Jenis-Jenisnya, Ciri & Contoh Sajak [ LENGKAP ]

Pengertian Sajak, Ciri, Jenis-Jenis dan Contoh Sajak Lengkap Via: Ilmuperhotelan.my.id
Sajak adalah salah satu bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat. Sajak ini sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik kesamaan bunyi maupun kekontrasan.
Sajak merupakan suatu persamaan bunyi, persamaan ini ada pada kalimat atau perkataan yang berada di awal, di tengah ataupun di akhir kalimat atau perkataan. Meskipun sajak bukan merupakan syarat khusus untuk puisi lama, tapi pengaruh sajak sangat mengikat pada bentuk dan pemilihan kata di dalam puisi tersebut. Selain itu, sajak juga diartikan sebagai puisi yang tidak terikat pada setiap kata-katanya, jadi dalam penulisannya bisa dilakukan dengan bebas.


Pengertian Sajak

Kita lihat terlebih dahulu pengertian sajak dari berbagai sumber.
  • Menurut KBBI sajak adalah bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat. Dalam KKBI juga dijelaskan sajak merupakan gubahan karya sastra yang sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan.
  • Menurut Hashim Awing, sajak ialah puisi baru yang populer, lahir sebagai pilihan kepada puisi tradisional.
  • Sajak merupakan salah satu jenis puisi yang tidak terikat dengan aturan. Sajak termasuk ke dalam puisi Melayu. Artinya, sajak berupa puisi yang tidak terikat pada setiap kata-katanya, jadi kita bisa menuliskannya secara bebas. Oleh karena itulah, kita sering mendengar dengan istilah sajak bebas.
  • Sajak adalah salah satu bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris teratur dan terikat.
  • Sajak adalah puisi baru yang bebas dari peraturan-peraturan dalam pembentukan rangkap, baris, kata-kata dan juga irama.
  • Dalam pendapat lain, sajak diartikan sebagai puisi yang tidak terikat pada setiap kata-katanya, jadi dalam penulisannya dapat dilakukan dengan bebas. Oleh karenanya, sering kita mendengar  dengan istilah sajak bebas.
Beberapa pendapat menguraikan, bahwa sajak merupakan suatu persamaan bunyi, persamaan tersebut terdapat pada kalimat atau perkataan yang berada di awal, tengah maupun di akhir kalimat atau perkataan. Walaupun sajak bukan merupakan syarat khusus untuk puisi lama, namun pengaruh dari sajak sangat mengikat pada bentuk dan pemilihan kata di dalam puisi tersebut.

Ciri-Ciri Sajak

Adapun ciri-ciri sajak diantaranya yaitu:
  • Memiliki bentuk tertentu, berurutan di dalam baris yang sejajar, memiliki pola (untuk puisi tradisional), atau memiliki bentuk bebas.
  • Ungkapan kata dan bahasa pada sajak dipengaruhi oleh unsur lagu, irama, dan keharmonisan bunyi.
  • Baris pada sajak disusun membentuk pola atau ikatan tertentu (untuk puisi tradisional) dan tanpa pola ikatan tertentu.

Sifat – Sifat Sajak

  • Tidak memiliki pengucapan bunyi yang tetap: Sajak tidak seharusnya mengemukakan pertentangan bunyi atau rima akhir di ujung tiap-tiap barisnya.
  • Memiliki bait, namun jumlah baris pada tiap baitnya tidak tetap.
  • Mempunyai baris-baris yang membentuk bait.
  • Mempunyai keharmonian atau penyesuaian yang baik antara isi dengan tata bahasa.

Daftar Artikel Lainnya:


Jenis-Jenis Sajak


Adapun jenis-jenis sajak terbagi menjadi terbagi 3 yaitu menurut posisinya, menurut kesesuaian suku kata, dan menurut kesesuaian bunyi akhir setiap kata.

Menurut Posisinya


1. Sajak awal


Apa itu sajak awal?

Sajak awal adalah persesuaian bunyi suku kata yang terletak di awal kata.

Contohnya:

Betapa berat beban derita ini
Menjalani hidup seorang diri
Kesana kemari sendiri
Tak ada sanak tak ada saudara

Keterangan:

Di baris pertama, kata betapa, berat dan beban memiliki persamaan bunyi di awal suku kata, yaitu sama-sama bersuara be. Sedangkan pada baris ketiga, kata kesana dan kemari mempunyai persamaan ke. Kemudian baris keempat mempunyai persamaan bunyi, yakni tak. Susunya seperti di atas disebut sajak awal.

2. Sajak akhir


Apa itu sajak akhir?

Sajak akhir adalah persesuaian bunyi suku kata yang berada di akhir kata.

Contohnya:

Kukirim doa
Untuk kusuma bangsa
Padamu putra-putri tercinta
Engkau berdaya upaya, berjuang
Menyelematkan para penumpang
Bergelut dengan badai dan bara
Sampai pada akhirnya
Nyawamu kau korbankan
Keluarga kau tinggalkan
Dengan penuh haru kuucapkan
Selamat jalan pahlawan
Semoga arwahmu
Diterima Tuhan

Keterangan:

Irama persajakan akhir pada puisi di atas mempunyai kesamaan bunyi. Kata doa, tercinta dan kata bangsa berakhiran bunyi sama. Begitu pula dengan kata berjuang dan penumpang.

Menurut Kesesuaian Suku Kata


1. Sajak Penuh atau Sajak Sempurna


Artinya yakni persamaan suku kata terakhir secara penuh.

Contoh:

Kalau tak ada uang di pinggang
Sahabat yang karib menjadi renggang
Bumi beprijak rasa terpanggang
Tangan tak dapat di bawah melenggang

Keterangan:

Dalam puisi di atas suku kata terakhir secara penuh berbunyi sama, yaitu gang.

2. Sajak Paruh atau Tidak Sempurna


Artinya yakni persamaan suku kata terakhir, tetapi tidak secara keseluruhan.

Contoh:

Ayam jago berkokok di atas pagar
Namanya si mulut besar
Kokoknya panjang nyaring sekali
Mengundang lawan untuk berkelahi
Bulunya lurik hitam dan putih
Berkilau ditimpa matahari

Keterangan:

Puisi di atas mempunyai irama persajakan suku kata akhir yang sama, tetapi kesamaannya tidak secara keseluruhan.

3. Sajak Aliterasi


Artinya yakni persamaan bunyi pada huruf konsonan pada setiap kata-kata dalam puisi. Kesamaan bunyi sajak ini tidak terletak pada bagian akhir atau depan baris puisi saja namun terletak pada keseluruhan kata per kata.

Contoh:

Mari kemari dara yang lara
Lupakan sakit yang menjangkit di masa pailit ini
Mari kemari dara yang lara
Sibakkan kabut pagi dengan belaianmu yang lembut

Keterangan:

Coba kalian amati puisi di atas persamaan bunyinya kata per kata. Pada baris pertama kesan yang muncul kalimat itu dikuasi oleh suku kata ri dan ra. Sedangkan pada baris kedua kalimatnya seperti dipenuhi oleh suku kata it. Begitu pula dengan baris ke empat yang banyak dikuasai oleh suku kata but. Seperti itulah dinamakan sajak aliterasi.

4. Sajak Asonansi


Artinya yakni persamaan bunyi pada huruf lokal pada setiap kata-kata dalam puisi. Kesamaan bunyi ini terletak pada bagian akhir atau depan baris puisi saja namun terletak pada keseluruhan kata demi kata. Sajak ini merupakan kebalikan dari sajak aliterasi. Dalam sajak aliterasi yang sama adalah bunyi huruf konsonan, sedangkan sajak asonansi yang sama adalah bunyi huruf vokalnya.

Contoh:

Cinta katanya indah
Seperti melati yang baunya wangi
Semerbak kemana-mana
Menaburkan wangi di sepanjang hari

Keterangan:

Baris-baris puisi di atas terkesan dipenuhi oleh huruf vokal. Pada baris pertama berbunyi huruf a yang sangat menonjol. Pada baris berikutnya bunyi huruf yang menontol adalah i. Adapun pada baris ketiga bunyi huruf a yang paling kelihatan. Sedangkan pada baris terakhir bunyi huruf i yang paling kelihatan.

5. Sajak Rangkai


Artinya yakni persamaan bunyi huruf vokal pada beberapa suku kata.

Contoh:

Dalam kesabaran membutuhkan kesadaran
Dalam kekayaan akan tumbuh kejayaan

Keterangan:

Pada baris pertama kata "kesadaran" bunyi huruf vokalnya mempunyai kesamaan dengan "kesabaran". Begitu juga dengan kata "kekayaan" mempunyai kesamaan dengan "kejayaan".

6. Sajak Rangka


Artinya yakni persamaan bunyi pada huruf konsonan pada beberapa suku kata dalam puisi.

Contoh:
Di simpang jalan samping danau
Seorang renta pontang panting
Sambil membawa sampul dia masih tersenyum simpul
Membangun hidupnya yang sudah porak poranda

Keterangan:

Dalam puisi di atas ada kata-kata yang bunyinya sama, yaitu kata "simpang" dajn "samping", kata "sampul" dengan "simpul", dan kata "porak" dengan "poranda". Semua kata-kata tersebut semua sebenarnya berbeda, tetapi terkesan sama karena bunyi huruf konsonannya sama.

Menurut Kesesuaian Bunyi Akhir Setiap Kata


1. Sajak Rata atau Sajak Sama


Artinya yakni kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-a-a-a

Contoh:

Di malam yang hening dan sepi (a)
Aku terbangun seorang diri (a)
Kuambil air wudhu untuk bersuci (a)
Aku ingn menghadap sang Ilahi (a)

Keterangan:

Bila dilihat puisi di atas mempunyai irama yang sama, yaitu semua berakhiran bunyi i.

2. Sajak Silang atau Sajak Sengkelang


Artinya yakni kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-b-a-b

Contoh:

Ia yang kini telah datang (a)
Mendekat padamu ananda (b)
Sambutlah dengna riang (a)
Masa muda masa berguna (b)
Ia yang kini telah datang (a)
Mendekat membawa harapan (b)
Isilah dengan semangat juang (a)
Menuntut ilmu, mempertebal iman (b)

Keterangan:

Bila diamati baik-baik puisi di atas mempunyai kesamaan sajak akhir secara bersilang. Irama saja pada baris pertama sama dengan baris ketiga, sementara baris kedua sama dengan baris keempat.

3. Sajak Kembar atau Sajak Pasangan


Artinya kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-a-b-b

Contoh

Senja hari di desaku
Langit merah bercampur kelabu
Angin bertiup dengan lirih
Menambah hati semakin pedih

Keterangan:

Puisi di atas mempunyai kesamaan bunyi akhir, yaitu baris pertama sajak akhirnya sama dengan baris kedua, sedangkan baris ketiga sama dengna baris keempat.

4. Sajak Pelut atau Sajak Paut


Artinya kesesuian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-b-b-a

Contoh:

Perasaan siapa takkan nyala
Melihat anak berlagu dendang
Seorang sahaja di tengah padang
Tiada berbaju buka kepala

Beginilah nasib seorang anak gembala
Beteduh dibawah kayu nan rindang
Semenjak pagi meninggalkan kandang
Pulang ke rumah di senja kala

Keterangan:

Model kesamaan bunyi puisi di atas a-b-b-a, yaitu baris pertama bunyinya sama dengan baris keempat sedangkan baris kedua sama dengan baris ketiga.

5. Sajak Patah atau Sajak Putus


Artinya kesesuian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-a-a-b atau a-b-b-b

Contoh 1:

Betapa bahagianya hati
Setelah lama menanti
Kini kakakku telah kembali
Pulanglah pembawa bahagia

Contoh 2:

Pagi ini tampak indah sekali
Seperti biasa kukan berangkat sekolah
Mencari ilmu tuk bekal di hari tua
Supaya kelak tak menyesal adanya

6. Sajak Merdeka atau Sajak Bebas


Artinya sajak yang tidak memilki rumus sebagaimana di atas. Puisi yang menggunakan sajak ini biasanya tidak begitu memperhatikan irama persajakan akhir. Dan puisi yang seperti ini seringkali kita temui dalam puisi baru.

Contoh:

Sahabat apakah kau tak pernah lelah
Seharian berdiri di jalan-jalan
Dalam hujan debu
Dan asap kendaraan?

Keterangan:

Jika dilihat, puisi di atas mempunyai kesamaan dan kesesuian irama sajak, baik di awal maupun di akhir. Namun bukan berarti puisi diatas tidak enak didengar. Walaupun tidak persajakan, namun puisi itu tetap indah sebab gaya bahasa yang digunakan adalah bahasa yang mempunyai nilai keindahan dan mempunyai kesan yang mendalam.



Contoh Sajak Lainnya

a) Diam
Deru ombak di karang tak terdengar lagi
Seolah semua perasaan berserakan
Hanya kekosongan di hati yang kosong
Hanya kesunyian dalam jiwa
Tidak ada musik di duniaku
Hanya kekosongan terus berburu
Semoga kupu-kupu datang
Untuk mencerahkan hidupku

b) Balas Dendam
Ketegangan vena saat bertemu
Ledakan emosi saat rapat
Saya ingin menghancurkan setiap bit memori
Jadi saya akan bebas dari kebencian
Ya Tuhan
Maafkan saya yang penuh dengan keluhan
Dan keluarkan hati itu
Jadi semua kelelahan menjadi teredam

c) Ibu
Dia adalah malaikat dari surga
Sayap siapa yang patah
Berada di dunia yang penuh dengan kesengsaraan
Jaga kami tanpa lelah
Terima kasih ibu
Kamu adalah pelita kami
Bawa kami keluar dari kegelapan hati
Di jalan diberkati oleh Tuhan
Semoga Anda selalu diberkati

d) Pertobatan
Keringat dosa meliputi seluruh tubuh saya
Ratusan penyesalan mengisi setiap ruang di otak saya
Sekarang saya kembali ke sajadah, yang merupakan alas saya
Sujud yang saya harap bisa menjadi pengampunan bagi saya


Demikianlah yang dapat admin sampaikan materi ini dimana pembahasan mengenai Contoh Sajak. Semoga dengan materi yang sudah dibahas melalui artikel ini, dapat memberikan pemahamaan dan manfaat untuk sahabat pembaca semua.



Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Sajak
  • contoh sajak bebas
  • contoh sajak pendek
  • sebutkan dua contoh sajak dalam puisi
  • ciri ciri sajak sunda
  • sebutkeun jenis-jenis sajak sunda
  • contoh puisi, sajak pasangan
  • sebutkeun ciri ciri sajak bahasa sunda
  • sajak rangkai