Pengertian Teori Permintaan Uang dan Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Uang

 


Pengertian Teori Permintaan Uang

Teori Permintaan Uang Klasik

Teori permintaan uang, tercermin dalam teori kuantitas uang. Pada awal mulanya teori ini dimaksudkan untuk menjelaskan mengapa seseorang atau masyarakat menyimpan uang kas, tetapi lebih pada peranan dari uang itu sendiri. Menurut Fisher bahwa jumlah proporsional dengan harga, dengan asumsi kecepatan uang dan transaksi dianggap tetap (Sukirno, 2003:221).
Dengan sederhana Irving Fisher merumuskan teori kuantitas uang sebagai berikut : ............................................................ (3)
M = Uang beredar (penawaran uang)
P = Tingkat harga
V = Kecepatan perputaran uang
T = Jumlah barang dan jasa yang diperjual belikan didalam satu
tahun tertentu
Di dalam persamaan itu M diartikan dalam pengertian uang beredar yang sempit. Ini berarti M adalah sama dengan jumlah uang kertas, logam dan uang giral yang terdapat dalam perekonomian. Kelajuan peredaran uang yaitu V, ditentukan berdasarkan keseringan uang beredar yang tedapat dalam masyarakat berpindah tangan dalam satu tahun.
 
 

 
Faktor terakhir dalam persamaaan di atas yaitu T, menunjukkan jumlah barang-barang jadi dan barang setengah jadi yang diperjual belikan. Sedangkan PT adalah hasil penjumlahan dari perkalian di antara masing-masing barang yang termasuk pendapatan nasional dengan harga-harganya. Singkatnya PT bukan meliputi pendapatan nasional saja, tetapi juga nilai keatas barang-barang. Ini berarti nilai PT selalu lebih besar dari pada pendapatan nasional. (Sukirno, 2003:221-222)
Sedangkan teori kuantitas uang menurut versi yang dikemukakan oleh Marshall (dalam Azis, 2002:6) dengan formulasi sebagai berikut :
M = kPO = kY .........................................................................(4)
Dimana :
k = 1/V
Secara matematis formulasi Alfred Marshall ini sama dengan formulasi Irving Fisher namun, implikasinya berbeda. Marshall memandang bahwa individu atau masyarakat selalu menginginkan sebagian (proporsi) tertentu dari pendapatannya (Y) diwujudkan dalam bentuk uang kas (yang dinyatakan dengan k). Sehingga kY merupakan keinginan individu atau masyarakat dapat diformulasikan sebagai berikut :
Md = kPO = kY ......................................................................(5)
Md = adalah permintaan uang kas
Dengan formulasi tersebut teori Marshall merupakan awal dari teori permintaan akan uang. Teori ini masih sangat sederhana, terkandung didalamnya beberapa kelemahan. Kelemahannya adalah bahwa dalam kenyataannya V tidaklah tetap. Baik di negara maju maupun negara berkembang, V cenderung tidak konstan.

Teori Permintaan Uang Keynes

Keynes dalam teorinya tentang permintaan akan uang tunai, membedakan antara motif transaksi, berjaga-jaga serta spekulasi. Jadi dia juga mengakui adanya motif transaksi. Hanya saja yang lebih penting dalam arti pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi adalah motif spekulasi (Goldfeld, 1990:307).
 
1. Permintaan uang untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga
Keynes mengatakan, bahwa permintaan uang kas untuk tujuan transaksi ini tergantung pada pendapatan. Makin tinggi akan uang kas makin tinggi jumlah transaksi yang dilakukan. Seseorang atau masyarakat yang tingkat pendapatannya tinggi, biasanya melakukan transaksi lebih banyak dibanding seseorang atau masyarakat yang pendapatannya lebih rendah.Menurut Keynes, orang meminta uang untuk transaksi harian. Permintaan ini dipengaruhi oleh besar kecilnya pendapatan. Semakin tinggi pendapatan maka semakin besar permintaan uang untuk tujuan transaksi. Dari sini jelas bahwa Keynes mengikuti jejak kaum Klasik bahwa permintaan uang untuk transaksi tergantung dari pendapatan.Untuk memenuhi transaksi yang tak terduga, seperti sakit atau kebutuhan yang tak terduga lainnya. Permintaan ini juga dipengaruhi oleh pendapatan, semakin besar pendapatan maka semakin besar permintaan uang untuk berjaga-jaga, atau sebaliknya. Namun Keynes berbeda dengan kaum klasik dalam hal penekanan pada motif spekulasi dan peranan tingkat bunga dalam menentukan permintaan uang untuk spekulasi.


Rumah tangga dan perusahaan bisnis menyimpan uang untuk tujuan transaksi karena mereka berpikir akan atau mungkin, ingin melakukan pengeluaran sebelum mereka memperoleh arus masuk penerimaan uang yang cukup. Biasanya mereka tidak mempunyai jaminan seperti itu. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk menyimpan sedikit uang untuk menutupi kelebihan pengeluaran mereka atas penerimaan mereka selama satu periode.
Keynes menyatakan bahwa permintaan uang untuk tujuan transaksi merupakan fungsi pendapatan. Keuntungan ini dilukiskan dalam gambar diatas dimana L1, menunjukkan jumlah saldo uang riel yang diminta untuk tujuan transaksi. Terlihat semakin tinggi pendapatan, maka semakin banyak uang yang dipegang untuk keperluan transaksi (Mt). Hubungan antara permintan uang untuk transaksi dengan pendapatan rill (Y/P) tidak selalu linier (garis lurus).
Dengan demikian jelas bahwa Keynes mengikuti jejak kaum klasik bahwa permintaan uang untuk tujuan transaksi tergantung pada pendapatan. (Goldfeld, 1990:308)

2. Permintaan uang untuk tujuan spekulasi
Permintaan uang untuk tujuan spekulasi ini, menurut Keynes ditentukan oleh tingkat bunga. Makin tinggi tingkat bunga makin rendah keinginan masyarakat akan uang kas untuk tujuan atau motif spekulasi.
Alasannya:
a. Apabila tingkat bunga naik, berarti ongkos memegang uang kas semakin kecil.
b. Bahwa masyarakat menganggap akan adanya tingkat bunga normal.


Ketergantungan permintaan uang untuk spekulasi dinyatakan oleh L2, atas suku bunga dalam gambar diatas. Kurva L2L2, condong menurun, mencerminkan hubungan terbalik antara permintaan uang untuk spekulasi dan suku bunga (Goldfeld, 1990:309).
Keynes mengakui bahwa masyarakat bisa memilih untuk menyimpan saldo uang melebihi kebutuhan untuk tujuan transaksi karena keinginannya untuk menyimpan aktiva yang benar-benar bebas dari resiko (depresiasi) dilihat dari segi uang. Saldo yang memenuhi fungsi penyimpan nilai (Store of Value) merupakan permintaan uang untuk spekulasi.
Permintaan uang untuk spekulasi oleh Keynes dianggap ditentukan terutama oleh suku bunga. Bahwa suku bunga yang lebih rendah menyebabkan saldo spekulasi lebih kecil dan suku bunga yang lebih rendah akan menghasilkan permintaan yang lebih besar akan saldo spekulasi.

 

 

Teori Permintaan Uang Milton Friedman

  Teori permintaan uang Friedman ini dikenal dengan “Restatememt of Quantity Theory” (penegasan kembali teori kuantitas). Friedman menyatakan bahwa uang pada prinsipnya merupakan salah satu bentuk kekayaan. Permintaan uang tergantung pada tiga hal yaitu : (a) total kekayaan yang dimiliki, dalam segala bentuk kekayaan ini merupakan kendala anggaran (Budget Constraint), (b) harga dan keuntungan (Return), dari masing-masing bentuk kekayaan, dan (c) selera dan preferensi pemilik kekayaan.
 
Analisis Friedman bertitik tolak pada keuntungan marginal dari proses substitusi antar bentuk kekayaan seperti uang, obligasi, saham, surat berharga dan bentuk kekayaan lainnya. Dalam defenisinya yang paling luas kekayaan seseorang adalah seluruh sumber pendapatan atau jasa yang dapat dikonsumsi. Dari sudut pandang ini maka tingkat bunga menunjukkan suatu hubungan antara jumlah kekayaan dengan pendapatan. Dimana seseorang yang mempunyai kekayaan akan selalu berusaha untuk memilih bentuk-bentuk kekayaan sehingga mencapai kepuasan maksimum. Hal ini dapat dicapai apabila tingkat substitusi antara satu bentuk kekayaan dengan kekayaan lain sama

 

Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Uang

Ekonom Inggris bernama John Maynard Keynes (1883–1946), dengan cukup jelas menyatakan bahwa permintaan terhadap uang atau demand for money atau yang disebut sebagai preferensi likuiditas, dipengaruhi oleh tiga motif. Ketiga Motif tersebut adalah sebagai berikut.

1. Motif Transaksi

Salah satu motif masyarakat untuk memegang uang adalah agar dapat melakukan transaksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan tersebut berjalan secara terus-menerus, sedangkan penerimaan pendapatannya terjadi secara berkala, misalnya seminggu sekali, atau sebulan sekali.Terdapatnya perbedaan waktu antara penerimaan dan pengeluaran merupakan alasan atau pertimbangan masyarakat untuk meminta atau memegang atau memiliki uang setiap saat.

Motif transaksi yaitu motif untuk melakukan kegiatan transaksi perdagangan seperti tukar menukar barang atau membeli barang kebutuhan pokok. Besarnya permintaan uang dengan motif transaksi sangat tergantung pada tingkat pendapatan seseorang.Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kebutuhan uang yang menjadi sebuah permintaan uang untuk motif transaksi merupakan suatu proporsi konstan dari tingkat pendapatan. Hal ini dapat diformulasikan dengan persamaan sebagai berikut.

Mt = kY,

Dengan keterangan

Mt = kebutuhan transaksi,

k = proporsi konstan, 0 < k <1,

Y = tingkat pendapatan nasional

2. Motif Berjaga-jaga

Motif berjaga- jaga yaitu motif menyimpan uang untuk kegiatan berjaga- jaga atau untuk membiayai sesuatu yang tidak terencana atau terduga. Misalnya untuk biaya berobat pada saat sakit atau biaya kebutuhan sekolah anak yang secara mendadak seperti kegiatan studi lapangan.Motif tersebut terjadi akibat terdapatnya ketidakpastian di waktu yang akan datang. Ketidakpastian ini dapat dianggap sebagai suatu kondisi darurat atau munculnya kesempatan- kesempatan lain yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya.

Masyarakat menjadi perlu memegang sejumlah uang agar selalu dapat menghadapi ketidakpastian tersebut. Kebutuhan uang untuk berjaga – jaga ini cenderung meningkat dengan meningkatnya pendapatan.Dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi, masyarakat dapat menghadapi kemungkinan timbulnya kesempatan- kesempatan lain yang lebih besar, walaupun dengan risiko yang lebih besar juga. Oleh sebab itu, bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tinggi, kebutuhan memegang uang untuk memenuhi motif berjaga-jaga cenderung lebih tinggi.

Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa permintaan untuk motif transaksi maupun untuk berjaga-jaga merupakan fungsi yang berkorelasi positif terhadap pendapatan, yaitu bahwa jumlahnya tergantung kepada tingkat pendapatan masyarakat. Jadi Secara singkat dapat diformulasikan dengan persamaan sebagai berikut.

M1 = Mt + Mp = f (Y)

Dengan keterangan

M1 = permintaan uang untuk motif transaksi dan berjaga-jaga.

Mt = permintaan uang dengan motif transaksi

Mp = permintaan uang dengan motif berjaga-jaga

f(Y) = fungsi pendapatan

3. Motif Spekulasi

Motif spekulasi merupakan motif memegang uang dengan cara menyimpannya dalam bentuk surat- surat berharga, seperti saham dan obligasi. Hal ini Berbeda dengan dua motif sebelumnya, yang dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, motif spekulasi dipengaruhi oleh tingkat suku bunga yang berlaku.Tingkat suku bunga merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap penentuan motif spekulasi. Pada tingkat suku bunga yang relative tinggi, masyarakat akan memilih menyimpan uangnya dalam bentuk surat berharga dibandingkan dengan memegang uang tunai.  Bunga yang relative tinggi akan memberikan pendapatan lebih kepada masyarakat.

Penawaran Uang

Penawaran uang didefinisikan sebagai jumlah uang yang tersedia dalam perekonomian untuk membiayai transaksi- transaksi yang dilakukan dalam masyarakat.Penawaran uang (money supply) dibedakan menjadi mata uang dalam peredaran dan uang yang beredar. Mata uang dalam peredaran adalah mata uang yang telah dikeluarkan dan diedarkan oleh Bank Sentral. Mata uang tersebut terdiri atas uang kertas dan uang logam. Dengan demikian, mata uang dalam peredaran sama dengan uang kartal.Adapun uang beredar adalah semua jenis uang yang berada di dalam perekonomian yaitu mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral pada bank-bank umum.

Penawaran Uang Arti Sempit

Penawaran uang dalam arti sempit merupakan uang dalam peredaran yang berbentuk uang kartal dan uang giral, dan disebut M1.

M1 = Uang Kartal + Uang Giral

Uang kartal atau uang tunai merupakan uang yang biasa digunakan setiap hari untuk membeli barang dan jasa. Uang kartal terdiri atas uang logam dan uang kertas. Uang kartal diterbitkan oleh bank sentral, yang dalam hal ini adalah Bank Indonesia.Uang giral adalah alat pembayaran berupa surat- surat berharga yang dikeluarkan oleh bank umum.Contoh uang giral adalah cek dan bilyet giro. Cek merupakan surat perintah dari pemilik rekening di bank untuk membayar sejumlah uang kepada pihak lain.Sedangkan bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahbukukan sejumlah uang kepada pihak lain.

 

Baca Juga:  Materi Struktur Tumbuhan Beserta Soal Pilihan Ganda dan Essay Struktur Tumbuhan Lengkap Jawabannya

 

Demikian Penjelasan Tentang  Pengertian Teori Permintaan Uang dan Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Uang. Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih

 

 Penelusuran yang terkait dengan Teori Permintaan Uang