Pengertian Konsumen Adalah : Menurut Para Ahli , Karateristik, Jenis-Jenis, Perilaku Konsumen Beserta Hak dan Kewajiban Konsumen


Pengertian Konsumen

Pengertian Konsumen ini merupakan seluruh pihak yang menggunakan barang/ jasa yang terdapat di masyarakat, baik untuk kepentingan pribadi, orang lain, serta juga mahluk hidup lainnya serta tidak untuk dijual kembali.

Menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Pasal 1 ayat 2 mengenai Perlindungan Konsumen, pengertian konsumen ini merupakan tiap-tiap orang pemakai barang dan/ atau jasa yang tersedia di masyarakat, baik itu bagi kebutuhan diri sendiri, keluarga, orang lain, atau juga mahluk hidup lain serta tidak untuk diperdagangkan. Dengan kata lain, sebagian besar konsumen ini pengguna akhir dari suatu barang/ jasa. Bila pembelian barang tersebut bertujuan untuk dijual kembali, maka pembeli tersebut merupakan konsumen antara yang dikenal dengan distributor atau pengecer.Kata “konsumen” ini berasal dari bahasa Inggris, yakni “consumer” yang artinya ialah tiap-tiap orang yang menggunakan atau mengkonsumsi suatu produk (barang/ jasa).

 

 Baca Juga: Pengertian Planet Mars - Ciri - Ciri, Proses Pergerakan Dan Kondisi Ekstrim Di Planet Mars

 

Pengertian Konsumen Menurut Para Ahli

Menurut Sri Handayani (2012: 2) konsumen (sebagai alih bahasa dari consumen), secara harfiah berarti" seseorang yang membeli barang atau menggunakan jasa''; atau ''seseorang atau sesuatu perusahaan yang membeli barang tertentu atau menggunakan jasa tertentu'' juga ''sesuatu atau seseorang yang menggunakan suatu persediaan atau sejumlah barang", ada pula yang memberikan arti lain yaitu konsumen adalah ''setiap orang yang menggunakan barang atau jasa dalam berbagai perundang-undangan negara”.

Sejalan dengan Sri Handayani, Az. Nasution (dalam Celina Tri Siwi Kristiyanti, 2009: 25) juga menjelaskan beberapa batasan tentang konsumen, yakni:

  • Konsumen adalah setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa digunakan untuk tujuan tertentu;
  • Konsumen antara adalah setiap orang yang mendapatkan barang dan/jasa untuk digunakan dengan tujuan membuat barang/jasa lain atau untuk diperdagangkan (tujuan komersial);
  • Konsumen akhir adalah setiap orang alami yang mendapat dan menggunakan barang dan/atau jasa untuk tujuan memenuhi kebutuhan hidupnya pribadi, keluarga dan atau rumah tangga dan tidak untuk diperdagangkan kembali (nonkomersial).


Sedangkan dalam Pasal 1 angka 2 UUPK pengertian konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan”.

Menurut Dewi (2013:1)
, konsumen adalah seseorang yang menggunakan produk dan atau jasa yang dipasarkan. Sedangkan kepuasan konsumen adalah sejauh mana harapan para pembelian seorang konsumen dipenuhi atau bahkan dilebihi oleh sebuah produk. Jika harapan konsumen tersebut dipenuhi maka ia akan merasa puas, dan jika melebihi harapan konsumen, maka konsumen akan merasa senang.

Pengertian Konsumen menurut Philip Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi.

Pada intinya pengertian dari konsumen adalah setiap orang yang memakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maupun untuk berbagai kepentingan tanpa memperdagangkannya kembali.

 

Karateristik Konsumen

Karateristik konsumen merupakan ciri individu yang berperan sebagai pembentukan sikap dan merupakan petujuk penting mengenai nilai-nilai yang dianut oleh seorang konsumen. Sikap dalam menentukan pilihan produk dipengaruhi oleh karateristik konsumen. Adapun karateristik yang mempengaruhi sikap konsumen adalah:

  • Kepribadian

Kepribadian merupakan pola perilaku yang konsisten dan bertahan lama, dengan memahami karateristik kepribadian tersebut dapat diketahui perilaku konsumen yang bersifat permanen guna menjadikan dasar untuk memposisikan produk dipasar.

  • Gaya hidup

Gaya hidup didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka, apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya dan apa yang mereka fikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (Sutisna, 2001:145).

 

Jenis-Jenis Konsumen

Adapun terdapat dua jenis konsumen, antaralain :

  • Konsumen Perorangan (Personal Consumer)

Yang pertama yaitu konsumen perorangan. Jenis konsumen ini membeli atau  memakai suatu produk baik barang maupun jasa untuk keperluan diri mereka sendiri.

  • Konsumen Organisasi (Organizational Consumer)

Sedangkan konsumen organisasi yaitu konsumen yang membeli atau memakai suatu produk baik barang maupun jasa untuk keperluan operasional dari organisasi tersebut.

 

Perilaku Konsumen

Jika dilihat dari perilaku konsumen dalam mengonsumsi suatu barang dibedakan menjadi dua macam, yaitu perilaku konsumen rasional dan perilaku konsumen irasional.

Perilaku Konsumen Rasional

Suatu konsumsi dapat dikatakan rasional jika memerhatikan hal-hal berikut:

  • barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen;
  • barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen;
  • mutu barang terjamin;
  • harga sesuai dengan kemampuan konsumen.

Perilaku Konsumen Irasional

Suatu perilaku dalam mengonsumsi dapat dikatakan tidak rasional jika konsumen tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu. Contohnya, yaitu:

  • tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik;
  • memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen;
  • ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon;
  • prestise atau gengsi.

 

 

Hak dan Kewajiban Konsumen

Setiap konsumen tentunya memiliki hak serta kewajiban mereka sendiri. Hal ini sudah dijelaskan dalam undang-undang perlindungan konsumen.

Hak Konsumen

Hak-hak yang dimiliki oleh konsumen antaralain :

  • Konsumen mempunyai hak atas kenyamanan, keamanan, serta keselamatan saat menggunakan barang atau jasa.
  • Konsumen memiliki hak untuk memilih barang atau  jasa sesuai dengan nilai tukar dan juga jaminan yang dijanjikan.
  • Konsumen memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas, serta jujur mengenai kondisi barang atau  jasa yang ingin mereka gunakan atau beli.
  • Konsumen memiliki hak untuk memberikan pendapat maupun keluhannya terhadap barang/ jasa yang mereka gunakan.
  • Konsumen berhak mendapatkan perlakukan dan pelayanan yang baik dan jujur.
  • Konsumen berhak mendapatkan kompensasi maupun ganti rugi jika barang atau jasa yang mereka terima tidak sesuai dengan semestinya.

Kewajiban Konsumen

Sementara kewajiban konsumen antaralain :

  • Konsumen wajib membaca dan mengikuti petunjuk dalam menggunakan barang atau jasa demi menjaga keselamatan.
  • Konsumen harus memiliki niat baik saat melakukan transaksi pembelian barang atau jasa.
  • Konsumen wajib membayar barang atau jasa yang dibeli sesuai dengan nilai tukar yang sudah disepakati.

Peran Konsumen

  • Konsumen berperan sebagai pengguna dari barang atau jasa yang telah dihasilkan oleh pihak produsen.
  • Konsumen berperan sebagai motivator bagi suatu perusahaan. Karena semakin banyak barang atau jasa yang digunakan konsumen, maka motivasi produsen dalam memproduksi barang atau jasa akan semakin tinggi.
  • Konsumen berperan penting dalam menciptakan peningkatan pendapatan nasional suatu negara.

 

 

 Baca Juga: Pasar Modern Adalah Pengertian, Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya Lengkap

 

Demikian Penjelasan Tentang  Pengertian Konsumen Adalah : Menurut Para Ahli , Karateristik, Jenis-Jenis, Perilaku Konsumen Beserta Hak dan Kewajiban Konsumen. Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih

 

 Penelusuran yang terkait dengan pengertian konsumen menurut para ahli

  • pengertian konsumen menurut para ahli 2017
  • ciri-ciri konsumen
  • pengertian konsumen menurut para ahli 2015
  • pengertian konsumen adalah
  • pengertian konsumen menurut uupk
  • pengertian konsumen menurut para ahli tahun 2015
  • skripsi pengertian konsumen
  • pengertian konsumen menurut para ahli dan contohnya