Pengertian Pendidikan Adalah : Menurut Para Ahli, Unsur – unsur, Tujuan, Fungsi, Jenis Jenis dan Proses Pendidikan

materipedia.my.id

Pengertian Pendidikan

Pengertian Pendidikan secara umum adalah proses pengajaran suatu pengetahuan, keterampilan atau kebiasaan dari satu generasi ke generasi lain dibawah bimbingan seseorang secara langsung atau secara otodidak (belajar sendiri).

Pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik agar dapat mengetahui, mengevaluasi dan menerapkan setiap ilmu yang didapat dari pembelajaran di kelas atau pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Secara etimologi pendidikan berasal dari bahasa latin ducare yang artinya memimpin, menuntun atau mengarahkan, sedangkan e berarti “keluar” maksudnya dari dalam ke luar atau dari sedikit menjadi banyak. Pendidikan menuntun seseorang keluar dari ketidaktahuan tentang sesuatu menjadi tahu.

Secara khusus proses pendidikan terjadi di ruang kelas atau suasana pembelajaran formal (sd- perkuliahan). Namun, secara umum pendidikan dilakukan dimana saja, baik melalui pembelajaran online, home-schooling, otodidak, pembelajaran tatap muka atau pengalaman pribadi.

 

 Baca Juga: Suhu Adalah - Pengertian , Jenis - Jenis, Rumus dan Alat Ukurnya Secara Lengkap

 

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

  1. John Dewey. Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual, emosional ke arah alam dan sesama manusia
  2. M.J. Longeveled Pendidikan adalah usaha , pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, atau lebih tepatnya membantu anaka agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
  3. Thompson Pendidikan adalah pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sifatnya.
  4. Frederick J. Mc Donald Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia.
  5. H. Horne Pendidikan adalah proses yang terus-menerus dari penyesuaian yang berkembang secara fisik dan mental yang sadar dan bebas kepada Tuhan.
  6. J.J. Russeau Pendidikan adalah pembekalan yang tidak ada pada pada saat anak-anak, akan tetapi dibutuhkan pada saat dewasa.
  7. Ki Hajar Dewantara - Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.s
  8. Ahmad D. Marimba - Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
  9. Insan Kamil - Pendidikan adalah usaha sadar yang sistematis dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam diri manusia untuk menjadi manusia yang seutuhnya.
  10. Ivan Illc - Pendidikan adalah pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.
  11. Edgar Dalle - Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang.
  12.  Hartoto - Pendidikan adalah usaha sadar, terencana, sistematis, dan terus-menerus dalam upaya memanusiakan manusia.
  13. Ngalim Purwanto - Pendidikan adalah segala urusan orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.
  14. Driakara - Pendidikan adalah memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia.
  15. W.P. Napitulu - Pendidikan adalah kegiatan yang secara sadar, teratur, dan terencana dalam tujuan mengubah tingkah laku ke arah yang diinginkan.
  16. UU No. 2 tahun 1989 - Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan pelatihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
  17. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional - Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
  18. GBHN - Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.

Dari beberapa pengertian pendidikan di atas, pada dasarnya pengertian pendidikan yang dikemukakan memiliki kesamaan yaitu usaha sadar, terencana, sistematis, berlangsung terus-menerus, dan menuju kedewasaan.

 

Unsur – unsur Pendidikan

Proses pendidikan melibatkan banyak hal, yaitu:[9]

  1. Subjek yang dibimbing (peserta didik).
  2. Orang yang membimbing (pendidik).
  3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif).
  4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan).
  5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan).
  6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode).
  7. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan).

 

Tujuan Pendidikan

Secara umum, tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi di dalam diri para peserta didik. Dengan pertumbuhan kecerdasan dan potensi diri maka setiap anak bisa memiliki ilmu pengetahuan, kreativitas, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang baik, mandiri, dan menjadi anggota masyarakat yang bertanggungjawab.

Tujuan pendidikan juga disebutkan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia, diantaranya:

1. UU No. 2 Tahun 1985

Tujuan pendidikan menurut UU No. 2 Tahun 1985 adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya, yaitu bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, memiliki pengetahuan, sehat jasmani dan rohani, memiliki budi pekerti luhur, mandiri, kepribadian yang mantap, dan bertanggungjawab terhadap bangsa.

2. UU. No. 20 Tahun 2003

Menurut UU. No.20 Tahun 2003 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

3. MPRS No. 2 Tahun 1960

Menurut MPRS No. 2 Tahun 1960, tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang berjiwa Pancasilais sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 945.

 

Fungsi Pendidikan

  1. Mempersiapkan masyarakat agar dirinya dapat mencari nafkah dengan lebih mandiri
  2. Proses membangun serta mengembangkan minat atau pun bakat dari peserta didik, baik itu untuk kepuasan pribadi atau pun demi kepentingan masyarakat umum.
  3. Sebagai tindakan pelestarian budaya yang ada di lingkungan masyarakat itu sendiri.
  4. Proses penanaman keterampilan yang juga dibutuhkan pada keikutsertaannya dalam kegiatan demokrasi.
  5. Sebagai proses transfer/pemindahan budaya atau adat istiadat dari generasi terdahulu ke generasi selanjutnya
  6. Memilih dan mengajarkan peranan sosial
  7. Bentuk integrasi sosial yang ada di lingkungan masyarakat
  8. Melalui lembaga pendidikan juga dapat digunakan untuk mengajarkan bentuk dari corak kepribadian
  9. Menjadikannya sebagai sumber inovasi dalam kehidupan sosial di lingkungan masyarakat.
  10. Mensosialisasikan pada peserta didik mengenai perbedaan atau kultur yang ada di masyarakat luas, mulai dari perbedaan agama, suku dan juga budaya.

 

 

Jenis Jenis Pendidikan

Pendidikan memiliki beberapa macam jenis jenis yang dapat ditempuh melalui jalur pendidikan formal, non-formal dan informal. Berikut ini adalah jenis jenis pendidikan dan juga jalur pendidikan yang dikutip dari situs wikipedia.

Macam Macam Jalur Pendidikan

  • Jalur Pendidikan Formal -> Pendidikan yang diselenggarakan berjenjang oleh pemerintah, mulai dari pendidikan dasar, menengah sampai perguruan tinggi.
  • Jalur Pendidikan non-Formal -> Pendidikan yang diselenggarakan secara swasta, seperti misalnya TPA atau taman pendidikan Al-Quran di masjid, bimbel, kursus komputer dsb.
  • Jalur Pendidikan Informal -> jalur pendidikan keluarga atau lingkungan yang dibentuk secara mandiri.

Jenis Jenis Pendidikan

  • Pendidikan Umum adalah Pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan sebelum melanjutkan pendidikan ke tahap perguruan tinggi, misalnya SD, SMP dan SMA.
  • Pendidikan Kejuruan adalah Pendidikan menengah yang bertujuan membentuk siswa agar langsung siap kerja ketika lulus. Misalnya Sekolah menengah kejuruan (SMK).
  • Pendidikan Akademik adalah Pendidikan yang diarahkan pada penguasaan disiplin ilmu tertentu, misalnya pendidikan di Universitas atau lembaga yang setara.
  • Pendidikan Profesi adalah pendidikan lanjutan setelah sarjana yang bertujuan untuk membawa peserta didik menjadi porfesional dalam satu bidang profesi, misalnya dokter, akuntan dll.
  • Pendidikan Vokasi adalah pendidikan tinggi yang menyiapkan siswa mempunyai pekerjaan dengan keahlian tertentu, jenjang maksimalnya adalah 1 tahun (D1) sampai D4 (4 tahun setara S1).
  • Pendidikan Agama adalah pendidikan yang menuntut seseorang menguasai ilmu dalam bidang keagamaan, misalnya pendidikan di pesantren.
  • Pendidikan Khusus adalh pendidikan yang dilaksanakan untuk para siswa berkebutuhan khusus, misalnya Sekolah luar biasa atau LSB.

 

Proses Pendidikan

Proses pendidikan merupakan kegiatan memobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Bagaimana proses pendidikan itu dilaksanakan sangat menentukan  hasil kualitas hasil pencapaian tujuan pendidikan.Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya.Kedua segi tersebut satu sama lain saling bergantung. Pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, dan mikro. Pengelolaan proses dalam lingkup makro berupa kebijakan-kebijakan pmerintah yang lazimnya dituangkan dalam bentuk UU Pendidikan, Peraturan Pemerintah, SK Menteri, SK Dirjen, serta dokumen-dokumen pemerintah tentang pendidikan tingkat nasional yang lain.Pengelolaan dalam ruang lingkup meso merupakan implikasi kebijakan-kebijakan nasional ke dalam kebijakan operasional dalam ruang lingkup wilayah di bawah tanggung jawab Kakanwil Depdikbud.


Pengelolaan dalam runang lingkup mikro merupakan aplikasi kebijakan-kebijakan pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan sekolah ataupun kelas, sangagar-sanggar belajar, dan satuan-satun pendidikan lainnya dalam masyarakat.Yang menjadi tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.
Pendidikan sebagai proses memberi makna bahwa garapan pendidikan akan senantiasa dinamis, sistemik (berdasarkan system tertentu), sistematis (berdasarkan cara tertentu), serta berkelanjutan seirama dan dan sejalan dengan dinamika dan perubahan masyarakat yang dilayaninya.
 

Proses pendidikan berlangsung dalam pergaulan (interaksi sosial)

Ada berbagai jenis pergaulan, ditinjau berdasarkan pelakunya pergaulan dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Pergaulan orang dewasa dengan orang dewasa
  • Pergaulan orang dewasa dengan anak atau orang yang belum dewasa.
  • Pergaulan anak dengan anak.

Dalam setiap pergaulan akan tercipta situasi tertentu, yaitu suatu keadaan, bentuk, dan tujuan tindakan yang terdapat dalam pergaulan.
Karakteristik pergaulan yang mengandung situasi pendidikan sebagai suatu proses pendidikan adalah (1) Adanya upaya mempengaruhi, (2) Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa yang ditujukan kepada anak agar mencapai kedewasaan. Kewajaran dan ketegasan merupakan 2 sifat yang harus diperhatikan dalam mengubah situasi pergaulan biasa ke dalam situasi pendidikan.


Pendidikan Sebagai Proses Pendewasaan

Pendidikan merupakan suatu proses yang berdimensi luas; yaitu dari sisi peserta didik, sebagai pelaku yang belajar dan dari sisi pendidik/guru sebagai pelaku yang mengajar atau membelajarkan. Pendidikan adalah proses transformasi atau proses perubahan tingkah aku (change of behavior) peserta didik. Perubahan tingkah laku yang dimaksud bukan sekedar perubahan dalam penambahan jenis tingkah lakunya, tetapi juga perubahan structural yang berkenaan dengan perubahan tingkah laku menuju kepada kemapanan.Ciri-ciri umum unsur-unsur pendidikan sebagai proses interaksi yang meliputi antara lain:

  • Pelaku; para pelaku utama pendidikan adalah para pendidik sebagai pelaku mendidik dan para peserta didik sebagai pelaku pesera didik.
  • Tujuan; secara umum tujuan pendidikan adalah membantu peserta didik untuk menjadi pribadi yang mandiri dan utuh menuju kepada kedewasaan.
  • Tempat; dilakukan oleh lembaga pendidikan sekolah ataupun luar sekolah.
  • Jenjang waktu; proses pendidikan secara umum dilakukan sepanjang hayat.
  • Ukuran keberhasilan; dilihat pada sampai sejauh mana terbentuknya pribadi yang terpelajar mandiri, dan utuh menuju kepada kedewasaan.
  • Hasil; terbinanya manusia yang utuh dan dewasa.

 

Baca Juga: Pengertian Bumi Adalah - Proses Pembentukan, Struktur Lapisan, Karakteristik, Atmosfer , dan Sistem Rotasi Bumi

 

Demikian Penjelasan Tentang  Pengertian Pendidikan Adalah : Menurut Para Ahli, Unsur – unsur, Tujuan, Fungsi, Jenis Jenis dan Proses Pendidikan. Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih

 

Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Pendidikan

  • pengertian pendidikan menurut para ahli
  • pengertian pendidikan pdf
  • pengertian pendidikan secara umum
  • makalah pengertian pendidikan
  • tujuan pendidikan
  • pengertian pendidikan islam
  • pengertian pendidikan menurut kbbi
  • pengertian pendidikan bahasa indonesia 
  • materipedia.my.id