Pengertian ISPA Adalah : Klasifikasi, Tingkat Jenis Penyakit, Gejala dan Pencegahan ISPA


Pengertian ISPA

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang tenggorokan, hidung dan paru-paru yang berlangsung kurang lebih 14 hari, ISPA mengenai struktur saluran di atas laring, tetapi kebanyakan penyakit ini mengenai bagian saluran atas dan bawah secara stimulan atau berurutan (Muttaqin, 2008). ISPA adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran pernafasan mulai dari hidung hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Nelson, 2003). Jadi disimpulkan bahwa ISPA adalah suatu tanda dan gejala akut akibat infeksi yang terjadi disetiap bagian saluran pernafasan atau struktur yang berhubungan dengan pernafasan yang berlangsung tidak lebih dari 14 hari.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menjadi penyakit umum bagi masyarakat. ISPA berdasarkan wilayah infeksinya terbagi menjadi infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi saluran pernapasan bawah. Penyebab dari infeksi saluran pernapasan pada umumnya yaitu dikarenakan adanya berbagai mikroorganisme, namun yang terbanyak yakni karena adanya infeksi virus dan bakteri (Depkes RI, 2005). Penyakit yang termasuk kedalam ISPA adalah influenza, campak, faringitis, trakeitis, bronchitis akut, bronkiolitis dan pneumonia (Yuliastuti, 1992).


Infeksi saluran pernapasan bawah merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus yang menyerang saluran napas bagian bawah (Amelinda, 2014). Data Indonesia, menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia tahun 2003 dari hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes tahun 2001 penyakit infeksi saluran pernapasan bagian bawah menempati urutan ke-2 sebagai penyebab kematian tertinggi di masyarakat. Infeksi pernapasan bawah akut terbagi atas croup (epiglottitis dan laringo-trakeo-bronkitis), bronchitis, bronkiolitis dan pneumonia (Prober, 1996). Pneumonia adalah penyakit saluran pernapasan yang menyerang bagian bawah paru-paru, yang ditandai dengan batuk dan disertai nafas cepat dan atau nafas sesak serta tarikan ke dalam pada dinding dada bagian bawah (Profil Kesehatan Provinsi D.I.Yogyakarta, 2017).

 

 Baca Juga: UNICEF Adalah - Sejarah, Daftar Anggota, Tujuan, Sasaran dan Peran UNICEF

 

Klasifikasi ISPA

Dibedakan kepada 2 kelompok yaitu kelompok umur < 2 bulan dan 2 bulan sampai < 5 tahun. Untuk kelompok umur 2 bulan sampai < 5 tahun klasifikasi di bagi atas pneumonia berat, pneumonia dan bukan pneumonia. Untuk kelompok umur < 2 bulan klasifikasi di bagi atas Pneumonia berat dan bukan pneumonia. Klasifikasi bukan penumonia mencakup kelompok penderita dengan batuk yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekwensi nafas dan tidak menunjukkan adanya penarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Klasifikasi ini mencakup penyakit di Luar ISPA Pneumonia yaitu batuk pilek biasa, paringitis, tonsillitis dan lain – lain.

ISPA Berdasarkan Berat Ringannya Penyakit.
1. ISPA Ringan
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan, jika ditemukan satu atau lebih gejala sebagai berikut :

  • Batuk
  • Pilek (keluar ingus dari hidung)
  • Suara serak (bersuara parau pada waktu berbicara atau menangis)
  • Demam (panas di atas 36,5 º C)

2. ISPA Sedang
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan, jika ditemukan satu atau lebih gejala sebagai berikut :

  • Pernafasan cepat (karena sesak), pada anak umur kurang dari 1 tahun lebih 50 kali permenit
  • demam tinggi (panas di atas 39 º C)

3. ISPA Berat (Pneumonia)
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan, jika ditemukan satu atau lebih gejala sebagai berikut :

  • Pernafasan cepat (karena sesak), pada anak umur kurang dari 1 tahun lebih 50 kali permenit dan di sertai penarikan dinding dada sebelah bawah kedalam.
  • Ada gejala cianosis dan tidak dapat minum.


 Tingkat Jenis Penyakit ISPA Non Pneumonia

Makin cepat Virus dan bakteri seringkali menginfeksi saluran pernafasan bagian atas anak, tapi biasanya memberi gejala yang biasanya tidak serius hanya diindikasi dengan batuk. Infeksi saluran pernafasan bagian bawah jarang terjadi tetapi mempunyai dampak berbahaya kepada kematian. Virus menginfeksi mukosa hidung, trakea, dan bronkus. Infeksi pertama adalah timbulnya akan menyebabkan mukosa membengkak dan berlendir. Pembengkakan dan lendir akan menghambat aliran udara dalam saluran nafas. Batuk adalah merupakan tanda paru-paru sedang berusaha mendorong lendir keluar dan membersihkan saluran pernafasan.

  • Pilek

Pilek merupakan penyakit yang umum pada anak – anak, beberapa mungkin terserangpenyakit ini 5 atau 6 kali setahun. Tanda–tanda yang muncul dengan keluarnya cairan dari hidung, sakit tenggorokan, demam, dan sakit kepala. Penyakit ini akan sembuh 2 sampai 7 hari tergantung berat ringannya infeksi.

  • Influenza

Influensa adalah salah satu dari penyakit ISPA di sebabkan oleh virus. Penyakit ini sering kali terjadi secara epidemi. Demam, malaise, mual, muntah, sakit kepala sakit tenggorokan, nyeri otot dan ingus encer merupakan tanda – tanda terjadinya influenza. Influenza dapat berlangsung 4 – 10 hari. Bahkan ada kemungkinan akan menyebabkan terjadinya pneumonia.

  • Tonsilisitis

Tonsilisitis merupakan infeksi tonsil yang di sebabkan oleh berbagai jenis bahteri dan virus. Seringkali streptokokus menyebabkan tonsilisitis.. Tonsilisitis juga merupakan penyakit ISPA yang dapat menyebabkan demam, sakit tenggorokan, tonsil membengkak bahkan bernanah.

  • Adenitis Sefvikal

adenitis Servikal merupakan pembengkakan dan peradangan kelenjer leher, seringkali terjadi bersamaan dengan tonsilisitis atau otitis media. Demam panas, pembekakan kelenjer dan merasa sakit merupakan gejalanya.

 

 Gejala Penyakit ISPA

Penyakit ISPA merupakan penyakit yang menyerang paru-paru. ISPA termasuk dalam penyakit yang mudah menular yang membuat kamu harus selalu waspada pada lingkungan sekitarmu.Setelah mengetahui penyebab penyakit ISPA, tentunya kamu perlu mengenali gejala atau tanda-tanda penyakit ISPA ini. Berikut beberapa gejala penyakit ISPA:

  • Pilek hingga hidung tersumbat.
  • Saat tubuh mulai terserang penyakit ISPA, tubuh akan melawan sehingga akan menimbulkan demam ringan.
  • Tenggorokan akan terasa sakit.
  • Sakit kepala ringan.
  • Kesulitan bernapas dengan normal.
  • Kulit akan tampak kebiruan akibat kurangnya asupan oksigen dari sulitnya bernapas.
  • Muncul gejala sinusitis, seperti pilek dan nyeri yang disertai demam.


Pencegahan ISPA

Menurut Depkes RI, (2002) pencegahan ISPA antara lain:

  • Menjaga kesehatan gizi agar tetap baik

Dengan menjaga kesehatan gizi yang baik maka itu akan mencegah kita atau terhindar dari penyakit yang terutama antara lain penyakit ISPA. Misalnya dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna, banyak minum air putih, olah raga dengan teratur, serta istirahat yang cukup, kesemuanya itu akan menjaga badan kita tetap sehat. Karena dengan tubuh yang sehat maka kekebalan tubuh kita akan semakin meningkat, sehingga dapat mencegah virus / bakteri penyakit yang akan masuk ke tubuh kita.

  • Imunisasi

Pemberian immunisasi sangat diperlukan baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Immunisasi dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh kita supaya tidak mudah terserang berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus / bakteri.

  • Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan

Membuat ventilasi udara serta pencahayaan udara yang baik akan mengurangi polusi asap dapur / asap rokok yang ada di dalam rumah, sehingga dapat mencegah seseorang menghirup asap tersebut yang bisa menyebabkan terkena penyakit ISPA. Ventilasi yang baik24 dapat memelihara kondisi sirkulasi udara (atmosfer) agar tetap segar dan sehat bagi manusia.

  • Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) ini disebabkan oleh virus/ bakteri yang ditularkan oleh seseorang yang telah terjangkit penyakit ini melalui udara yang tercemar dan masuk ke dalam tubuh. Bibit penyakit ini biasanya berupa virus / bakteri di udara yang umumnya berbentuk aerosol (anatu suspensi yang melayang di udara). Adapun bentuk aerosol yakni Droplet, Nuclei (sisa dari sekresi saluran pernafasan yang dikeluarkan dari tubuh secara droplet dan melayang di udara), yang kedua duet (campuran antara bibit penyakit).

 

 Baca Juga: Pengertian Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) - Sumber-sumber Pendapatan, Manfaat, dan Faktor Penunjang Dari Pendapatan Asli Daerah

 

Demikian Penjelasan Tentang  Pengertian ISPA Adalah : Klasifikasi, Tingkat Jenis Penyakit, Gejala dan Pencegahan ISPA. Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih

 

Penelusuran yang terkait dengan ispa adalah

  • ispa adalah penyakit yang disebabkan oleh
  • ispa kepanjangan dari
  • makanan untuk penderita ispa
  • penyebab ispa
  • klasifikasi ispa
  • obat ispa di apotik
  • apa yang menyebabkan penyakit ispa brainly
  • makalah ispa