Pengertian Otak kecil atau cerebellum Adalah - Fungsi, Struktur, Bagian Bagian, Cara Kerja dan Gangguan Otak Kecil

Table of Contents

Otak Kecil : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Cara Kerja

Pengertian Otak Kecil

Otak kecil atau cerebellum merupakan bagian dari sistem saraf pusat yang terletak di atas batang otak yang memiliki fungsi utama sebagai mengontrol gerak dan keseimbangan dan membantu belajar dan mengingat kemampuan motorik.Otak kecil akan menerima informasi sensorik mengenai posisi dari sendi dan panjang dari otot, sama baiknya dengan masukkan dari auditorik dan sistem visual.Otak kecil juga memonitor perintah motorik yang dihasilkan oleh otak besar.Otak kecil mengintegrasi informasi ini dan dikerjakan sebagai koordinasi dan pemindaian kesalahan selama pelaksaan fungsi motorik dan perseptual.Jika otak kecil rusak, maka mata akan mengikuti gerak benda tetapi tidak akan berhenti tepat di mana benda itu berhenti.

 

Otak adalah bagian tubuh yang serring disebut dan diketahui oleh hampir semua orang dan dikenal dengan fungsinya sebagai pusat dari bagian tubuh. Sebagian orang menganggap otak adalah satu kesatuan yang tidak memiliki bagian bagian tertentu sebab sering kita lihat dari berbagai gambar di berbagai media yang menunjukkan bahwa otak adalah satu bagian sehingga seperti itu pula pemahaman yang diterima.

Sesungguhnya otak terdiri dari bagian bagian yang yang memiliki fungsi masing masing dan satu sama lain sama sama penting dan saling berhubungan. Bagian dalam otak ialah otak besar dan juga otak kecil yang akan saya bahas lengkap pada artikel kali ini. Untuk memahami dan mengetahui lebih lanjut, yuk simak penjelasan berikut.

 

Baca Juga: Cerita Fabel Adalah - Sejarah, Ciri-ciri, Struktur Cerita Fabel, Jenis-Jenis dan Simbol Binatang Pada Cerita Fabel Beserta Contohnya

 

Fungsi Otak Kecil (Cerebellum)

  • Sebagai pengontrol gerakan dan keseimbangan tubuh manusia, yaitu gerakan tubuh secara dalam keseharian misalnya memberi perintah untuk berjalan dan berlari, dan juga melakukan kesimbangan tubuh manusia untuk selalu dapat berdiri dan menahan berat tubuh.
  • Melakukan pengendalian otot untuk pergerakan tubuh, fungsinya adalah melakukan perintah terhadap kerja otak dan sendi untuk menjalankan tugasnya dengan baik menjadikan tubuh bisa bergerak bebas tanpa adanya rasa sakit.
  • Sebagai pengatur postur tubuh dan gerak bola mata, manusia bisa berdiri tegap sebab perintah dari otak kecil. Bola mata bisa bergerak seperti melirik, dan hal itu adalah tanggung jawab dan dikontrol oleh otak kecil.
  • Membantu fungsi kognitif yakni seperti bahasa, emosi, dan juga perhatian seseorang. Otak kecil mempunyai peranan atas sebuah ungkapan bahasa dan emosi menajdi sesuatu yang dapat dipahami oleh orang lain dan juga merekamnya dari pengalaman atau peristiwa yang menjadi perhatiannya.
  • Sebagai pengatur gerakan dan informasi dari rangsangan supaya bisa melakukan gerakan yang tepat. Sel-sel pada otak kecil sebagai pengatur supaya tubuh melakukan hal yang tepat di semua keadaan, misalnya menghindar dari cahaya, tersenyum pada saat bahagia dan lain sebagainya.

 

 

Struktur Otak Kecil (Cerebellum)

Otak kecil memiliki mekanisme bertindak lebih cepat daripada bagian otak – otak lain karena disusun oleh lebih dari 40 juta serat saraf.Otak Kecil (Cerebellum) tersusun atas dua hemisfer (sama seperti otak besar) yang membaginya menjadi dua bagian, kira dan kanan.Sama seperti banyak struktur yang menjadi bagian dari sistem saraf pusat, otak kecil disusun oleh 2 jaringan yaitu sebagai berikut ini :

  • Grey Matter (Materi Abu – Abu) yakni sebuah materi abu-abu ini merupakan komponen utama dalam sistem saraf pusat, yang mengandung bagian badan sel saraf, sel glia dan pembuluh kapiler. Gray matter berfungsi sebagai pusat menganalisa informasi.
  • White Matter (Materi Putih) ialah salah satu materi putih merupakan komponen sistem saraf pusat yang terdiri dari akson bermielin. Fungsi utama white matter ini adalah untuk menghubungkan pusat-pusat informasi yang didapatkan oleh otak.

Juga sama seperti kebanyakan bagian dari salah satu sistem saraf, bagian luar dari otak kecil iini dapat disebut sebagai korteks dan bagian yang lebih dalam disebut medulla.

 

Bagian korteksnya memiliki tiga lapisan yakni seperti berikut ini :

  • Lapisan Molekular ialah sebuah lapisan terluar yang mengandung sel saraf kecil, sel saraf tak bermielin, dan sel glia.
  • Lapisan Purkinje (Ganglioner) yaitu sesuai dengan namanya, lapisan ini disusun oleh banyak sel purkinje besar yang bentuknya seperti botol. Dendrit dari sel ini dapat bercabang dan juga memasuki lapisan molekular.
  • Lapisan Granular merupakan salah satu lapisan terdalam yang tersusun atas sel – sel kecil dengan sekitar 3 – 6 dendrit.

 

 

Bagian Bagian Otak Kecil

Ada 3 kelompok dasar di bagian otak kecil (cerebellum), yaitu:

1. Berdasarkan Anatomi Pujian
Ada tiga lobus di otak kecil secara anatomis, yaitu:

  • Lobus depan (depan)
  • Lobus belakang (belakang)
  • Tutup flockulonodular
  • Ketiga lobus dipisahkan oleh dua celah, celah primer
  • dan celah posterolateral.

2. Berdasarkan Zona
Berdasarkan zona, otak kecil dibagi menjadi beberapa bagian:

  • Vermis membagi otak kecil menjadi dua belahan, kiri dan kanan.
  • Zona menengah
  • Belahan lateral
  • Tidak ada perbedaan struktural antara zona menengah dan belahan bumi lateral.

3. Berdasarkan Fungsi

  • Karena fungsinya, otak kecil (cerebellum) dibagi menjadi 3 bagian:
    Cerebellum, otak kecil adalah bagian terbesar dari otak kecil. Fungsi utama dari bagian ini adalah untuk mengatur pergerakan motor dan mengevaluasi informasi sensorik untuk membuat gerakan yang sesuai. Serebro-serebelum menerima informasi input dari korteks serebrum otak besar.
  • Spinocerebellum, Spinocerebellum adalah bagian dari otak kecil yang mengatur pergerakan tubuh melalui sistem proprioception. Ini adalah sensasi yang diterima tubuh melalui stimulasi dan aktivitas otot tertentu. Propriosepsi dipantau oleh proprioceptors di ujung saraf, otot, tendon, dan sendi. Informasi dalam bagian ini dapat berasal dari sumsum tulang belakang, saraf trigeminal, dan alat bantu dengar.
  • Vestibulocerebellum, bagian yang fungsinya mengatur keseimbangan tubuh dan gerakan mata. Untuk mengatur keseimbangan tubuh, bagian ini menerima input dari sistem vestibular dari kanal setengah lingkaran di telinga. Sehubungan dengan pergerakan bola mata, bagian ini menerima informasi dari korteks visual.

Bagian Terpenting Dari Otak

Bagian Penting Dari Otak

Ada bagian lain dari otak yang tidak kalah pentingnya, termasuk:

A. Cerebrospinalis
Cerebrospinalis minuman keras. Cairan bening dan bening yang mengelilingi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang.

Cairan ini berfungsi untuk membasahi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang, mengangkut nutrisi melalui darah ke otak dan bahkan menghilangkan produk-produk limbah atau sisa metabolisme dari otak.

Cairan ini bersirkulasi melalui bilik-bilik yang disebut ventrikel di otak, lapisan subarachnoid, yang mewakili celah antara lapisan arachnoid dan pia mater di lapisan otak ke sumsum tulang belakang. Jumlah besar cairan ini dikendalikan oleh otak.

B. Pleksus Koroid
Pleksus koroid di ventrikel otak menyebabkan pembentukan cairan serebrospinal. Meningis Ini adalah lapisan tipis atau membran yang menutupi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Ada tiga meninges, dura mater (lapisan terluar yang paling tebal), lapisan arachnoid (membran tengah dan tipis) dan pia mater (lapisan dalam).

C. Corpus Callosum
Corpus Callosum. Ini adalah bundel serabut saraf yang terletak di antara dua bagian otak. Serabut saraf ini terhubung dan memfasilitasi komunikasi antara dua belahan belahan kiri dan belahan kanan.

D. Thalamus
Thalamus. Ini adalah struktur otak tengah yang memiliki dua lobus (bagian). Thalamus berfungsi sebagai pemancar untuk hampir semua informasi yang masuk dan keluar antara otak dan seluruh sistem saraf tubuh.

E. Hipotalamus
Hipotalamus. Struktur kecil di tengah otak di bawah talamus, yang digunakan untuk mengontrol suhu tubuh dan pelepasan hormon yang mengatur fungsi tubuh seperti metabolisme, reproduksi, tekanan darah, emosi, nafsu makan dan pola tidur.

F. Hipofisis Kelenjar
Hipofisis kelenjar. Organ kecil yang melampirkan dan menerima pesan dari hipotalamus. Kelenjar hipofisis terdiri dari dua lobus, anterior dan posterior. Beberapa hormon diproduksi oleh kelenjar hipofisis, termasuk prolaktin, kortikotropin, dan hormon pertumbuhan.

G. Ventrikel
Ventrikel. Ini adalah ruang yang diisi dengan cairan di otak. Ada empat ventrikel, dua ventrikel lateral di otak, dan ventrikel ketiga, yang terletak di tengah otak, dikelilingi oleh talamus dan hipotalamus. Ventrikel keempat terletak di belakang otak antara batang otak dan otak kecil. Ventrikel dihubungkan oleh serangkaian tabung. Cairan ini di ventrikel disebut cairan serebrospinal.

H. Pineal kelenjar
Pineal kelenjar. Ini adalah kelenjar yang sangat kecil di ventrikel ketiga otak. Kelenjar ini bekerja dalam perkembangan seksual dan menghasilkan hormon melatonin, yang memengaruhi perilaku tidur dan bangun. Fungsi kelenjar ini belum sepenuhnya diketahui.

I. Saraf Kranial
Saraf kranial. Ada 12 pasangan saraf kranial dengan fungsi spesifik di daerah kepala dan leher. Sepasang saraf kranial terletak di otak besar, sementara sebelas pasangan lainnya berada di batang otak.

Berikut ini adalah berbagai fungsi saraf kranial, yaitu:

  • Efek penciuman
  • Pengakuan visi dan cahaya melalui murid
  • Gerakan mata
  • Pelebaran pupil dan kelopak mata 
  • Facial, mengunyah
  • Ekspresi wajah
  • Indera perasa di bagian depan lidah
  • Mendengar
  • Menyeimbangkan
  • Gag refleks
  • Berbicara
  • Kontrol otot-otot organ internal
  • Gerakan leher
  • Mengangkat bahu dan mengatur gerakan lidah.

J. Sistem Limbik
Sistem limbik. Sistem ini bertanggung jawab atas emosi / perasaan. Termasuk dalam sistem ini adalah hipotalamus, bagian dari thalamus, amigdala (yang menyebabkan perilaku agresif atau kemarahan dan kecemasan) dan hippocampus (berperan dalam kemampuan menghafal informasi baru, tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa bagian ini otak juga berperan dalam ingatan jangka panjang).

 

Cara Kerja Otak Kecil

Otak kecil bekerja dengan peran dari seluruh bagian dan sel syaraf yang terdapat di dalamnya, bagian terbesar dari otak kecil (cerebellum) menerima informasi tentang gerakan yang diinginkan dari kontraksi otot. Informasi terus menerus diperbaharui dari pinggiran sel tentang keadaan otot dan gerakan yang diinginkan, ia akan mendorong kinerja yang tepat dan memunculkan gerakan yang sesuai.

 

Gangguan Otak Kecil

Gangguan otak kecil dapat menyebabkan ataksia, yaitu kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan dalam menjaga keseimbangan, melakukan koordinasi anggota geraknya, dan berbicara. Kerusakan ini dapat muncul akibat:

  • Cedera kepala berat, misalnya karena terjatuh atau kecelakaan lalu lintas.
  • Infeksi bakteri pada otak, seperti ensefalitis dan meningitis.
  • Infeksi virus, seperti campak atau cacar air, yang menyerang otak (jarang).
  • Gangguan suplai darah ke otak akibat pembuluh darah otak tersumbat (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik).
  • Kondisi lainnya, seperti cerebral palsy, multiple sclerosis, hipotiroid, tumor otak, malformasi Chiari, atau kanker tertentu.
  • Genetik.

Beberapa gejala lain yang mungkin terjadi saat fungsi otak kecil mengalami gangguan adalah menurunnya kontrol otot, kesulitan berjalan, kesulitan berbicara dan menelan, serta pergerakan mata yang tidak terkendali (nistagmus).

 

Baca Juga: Pengertian Anus Adalah - Fungsi Anus, Struktur Anus dan Bagian-Bagian Anus Beserta Gambarnya

 

Penelusuran yang terkait dengan Fungsi Dari Cerebellum

  • fungsi cerebrum
  • fungsi cerebellum pdf
  • fungsi otak tengah
  • berikut yang merupakan bagian dan fungsi dari cerebellum adalah
  • fungsi otak depan
  • fungsi medula oblongata
  • anatomi cerebellum
  • fungsi batang otak

Post a Comment