Pengertian Tingkat Inflasi Adalah : Konsep Dasar Inflasi, dan Indikator Target Inflasi

Table of Contents


Pengertian Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi adalah ukuran persentase dari kenaikan umum dalam harga barang dan jasa yang terjadi dalam suatu perekonomian selama periode waktu tertentu, biasanya dalam satu tahun. Ini adalah indikator yang digunakan untuk menunjukkan tingkat perubahan harga-harga konsumen atau tingkat perubahan daya beli mata uang dalam perekonomian.

Tingkat inflasi dihitung dengan membandingkan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau indeks harga lainnya dari satu periode waktu ke periode waktu lainnya. Jika IHK naik dari satu tahun ke tahun berikutnya, ini menunjukkan adanya inflasi. Sebaliknya, jika IHK turun, itu menunjukkan adanya deflasi.

Inflasi dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk permintaan yang melebihi penawaran, biaya produksi yang meningkat, kebijakan moneter yang longgar, atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi pasokan atau permintaan. Tingkat inflasi yang rendah dan stabil sering dianggap sebagai tujuan yang diinginkan dalam kebijakan ekonomi karena memberikan stabilitas dan kepastian bagi konsumen dan produsen.

Pemerintah dan bank sentral memiliki peran dalam mengendalikan tingkat inflasi melalui berbagai kebijakan moneter dan fiskal untuk memastikan bahwa inflasi tetap dalam batas-batas yang dapat diterima dan tidak merugikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

 

 Baca Juga: Pengertian Statistik Adalah : Menurut Para Ahli, Data dalam Statistik, Jenis-Jenis Beserta Fungsi dan Kegunaan

 

Memahami Konsep Dasar Inflasi

Perhatikan ilustrasi berikut untuk mendapat pemahaman yang lebih mudah. Untuk membeli cabai sebanyak 1 kg hari ini, kamu perlu mengeluarkan uang sebesar Rp100 ribu. Padahal beberapa bulan sebelumnya, 1 kg cabai dapat diperoleh dengan harga sebesar Rp30 ribu.

Berdasarkan ilustrasi di atas, terlihat bahwa ada perbedaan harga yang cukup signifikan untuk komoditas yang sama dalam periode tertentu. Namun, inflasi bukan sekadar merujuk pada perbedaan nominal tersebut, melainkan pada menurunnya nilai mata uang yang terjadi. Jika dahulu uang Rp100 ribu dapat digunakan untuk membeli 3 kg cabai, maka sekarang uang tersebut hanya cukup untuk 1 kg cabai. Artinya, nilai uang Rp100 ribu saat ini lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Hal ini selaras dengan pengertian resmi inflasi menurut beberapa badan resmi terkait seperti berikut.

  • Pengertian inflasi menurut Bank Indonesia:

Kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Namun, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.

  • Pengertian inflasi menurut Badan Pusat Statistik

Kecenderungan naiknya harga barang dan jasa, pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus. Jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat, maka inflasi mengalami kenaikan.

 

 

 Indikator Target Inflasi

Menurut BI seperti yang dikutip dalam situs BI menyatakan bahwa indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota. Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:

  1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas.
  2. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan.

 

 Penggolongan Inflasi

1. Menurut sifatnya, inflasi dibagi menjadi 3 katagori utama yaitu:

  • Inflasi rendah (creeping inflation)

Inflasi ringan adalah inflasi yang masih belum begitu mengganggu keadaan ekonomi. Inflasi ini, masih mudah dikendalikan. Harga-harga naik secara umum, tetapi belum menimbulkan krisis dalam bidang ekonomi. Inflasi ringan berada dibawah 10% per tahun.

  • Inflasi menengah (galloping inflation)

Inflasi sedang belum membahayakan kegiatan ekonomi. Tetapi inflasi ini sudah menurunkan kesehjateraan orang-orang yang berpenghasilan tetap.Besarnya inflasi ini antara 10-30% pertahun. Inflasi ini biasanya ditandai oleh naiknya harga-harga secara cepat dan relative besar. Angka inflasi pada kondisi ini biasanya disebut inflasi 2 digit, misalnya 15%, 20%, 30% dan sebagainya.

  • Inflasi Berat (high inflation)

Inflasi ini sudah mengacaukan kondisi perekonomian. Pada inflasi berai ini, orang cenderung menyimpan barang dan pada umumnya orang enggan untuk menabung, karena bunga tabungan yang ditawarkan jauh lebih rendah ketimbang laju inflasi. Bahkan menurut istilah ibu-ibu rumah tangga harga berubah. Inflasi berat berkisar antara 30-100% per tahun.

  • Inflasi Sangat Tinggi (hyper Inflation)

Inflasi ini ditandai oleh naiknya harga secara drastis hingga mencapai 4 digit (diatas 100%). Pada kondisi ini masyarakat tidak ingin lagi menyimpan uang, karena nilainya merosot tajam, sehingga lebih baik ditukarkan dengan barang.


2.Berdasarkan keparahannya, Inflasi apabila digolongkan berdasarkan tingkat keparahannya dibedakan menjadi 4, yaitu :

  •  Inflasi Ringan atau inflasi merangkak (creeping inflation), yaitu inflasi yang lajunya kurang dari 10% per tahun, inflasi seperti ini wajar terjadi pada negara berkembang yang selalu berada dalam proses pembangunan.
  • Inflasi Sedang, Inflasi ini memiliki ciri yaitu lajunya berkisar antara 10% sampai 30% per tahun. Tingkat sedang ini sudah mulai membahayakan kegiatan ekonomi. Perlu diingat laju inflasi ini secara nyata dapat dilihat garak kenaikan harga.Pendapatan riil masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti buruh, mulai turun dan kenaikan upah selalu lebih kecil bila dibandingkan dengan kenaikan harga.
  • Inflasi Berat, yaitu inflasi yang lajunya antara 30% sampai 100%. Kenaikan harga sudah sulit dikendalikan.Hal ini diperburuk lagi oleh pelaku-palaku ekonomi yang memanfaatkan keadaan untuk melakukan spekulasi.
  • Inflasi Liar (hyperinflation), yaitu inflasi yang lajunya sudah melebihi dari 100% per tahun. Inflasi ini terjadi bila setiap saat harga-harga terus berubah  dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (hyperinflation).

 

3. Berdasarkan Sebabnya, Inflasi apabila digolongkan berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi 5, yaitu :

  • Demand Pull Inflation

Inflasi ini timbul karena adanya permintaan keseluruhan yang tinggi di satu pihak, di pihak lain kondisi produksi telah encapai kesempatan kerja penuh (full employment), akibatnya adalah sesuai dengan hokum permintaan, bila permintaan banyak sementara penawaran tetap maka harga akan naik. Dan bila hai ini berlangsung secara terus-menerus akan mengakibatkan inflasi yang berkepanjangan, oleh karenas itu untuk mengatasinya diperlukan adanya pembukaan kapasitas produksi baru dengan penambahan tenaga kerja baru. Apabila ada perkiraan bahwa waktu yang akan datang akan terjadi inflasi, maka pihak perusahaan akan selalu menaikkan harga dan para buruh akan selalu minta kenaikan upah, akibat dari tindakan ini ditunjukkan oleh bergesernya kurva supply yang horisontal ke atas. Pergeseran kurva supply ini akan mengakibatkan harga naik dari P2 menjadi P3. Selanjutnya hal ini akan mengakibatkan inflasi pada sisi penawaran dengan harga yang naik terus-menerus dan diikuti turunnya produksi dari Y2 menjadi Y1, demikian seterusnya.

  • Coast Push Inflation

Inflasi ini terjadi karena dorongan biaya produksi yang semakin tinggi sehingga harga jual juga semakin tinggi.

  • Natural Inflation

Inflasi ini terjadi karena sebab alamiah (karena bencana alam, kegagalan panen).

  • Human error Inflation

Inflasi ini terjadi karena kelalaian manusia (korupsi, kousi, pajak berlebihan, percetakan uang yang berlebihan).

  • Inflasi Spiral

Inflasi ini terjadi karena inflasi sebelumnya.
 

4. Berdasarkan Asalnya, Inflasi apabila digolongkan berdasarkan asalnya dibedakan menjadi 2, yaitu :

  • Domestic Inflation

Yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri yang timbul karena terjadinya deficit dalm pembiayaan dan belanja Negara yang terlihat pada anggaran belanja Negara. Untuk mrngatasinya biasanya pemerintah mencetak uang baru. Selain itu harga-harga naik dikarenakan musim panceklik (gagal panen), bencana alam yang berkepanjangan dan lain sebagainya.

  • Import Inflation

Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga diluar negeri. Dalam perdagangan bebas, banyak negara yang saling berhubungan dalam bidang perdagangan. Jika suatu negara mengimpor barang dari negara yang mengalami suatu inflasi, maka secara otomatis kenaikan harga (inflasi) akan mempengaruhi harga-harga dalam negerinyasehingga menimbulkan suatu inflasi.


5. Berdasarkan cakupan pengaruh terhadap harga, Inflasi apabila digolongkan berdasarkan cakupan pengaruh terhadap harga dibedakan menjadi 3, yaitu :

  • Inflasi tertutup (Closed Inflation) Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu.
  • Inflasi terbuka (Open Inflation) Apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum.
  • Inflasi yang tidak terkendali (Hyperinflasi) Apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat hargaharga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot.

 

Baca Juga: Pengertian Pembelajaran Adalah: Menurut Para Ahli, Teori, Tujuan dan Prinsip-Prinsip Pembelajaran

 

Demikian Penjelasan Tentang  Pengertian Tingkat Inflasi Adalah : Konsep Dasar Inflasi, dan Indikator Target Inflasi. Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih

 

 Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Tingkat Inflasi

  • pengertian inflasi
  • pengertian deflasi
  • penyebab inflasi
  • pengertian inflasi menurut para ahli
  • contoh inflasi
  • apa yang dimaksud dengan inflasi
  • jenis-jenis inflasi
  • dampak inflasi

Post a Comment