Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Adalah : Menurut Para Ahli, Teori, Faktor-Faktor, Pengukuran Pertumbuhan Ekonomi dan Kebijakan untuk Mempercepat Pertumbuhan


Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan dalam kemampuan dari suatu perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi lebih menunjuk pada perubahan yang bersifat kuantitatif (quantitatif change) dan biasanya diukur dengan menggunakan data produk domestik bruto (PDB) atau pendapatan output perkapita.Tingkat pertumbuhan ekonomi menunjukkan persentase kenaikan pendapatan nasional riil pada suatu tahun tertentu dibandingkan dengan pendapatan nasional riil pada tahun sebelumnya Semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi maka semakin cepat proses pertambahan output wilayah sehingga prospek perkembangan wilayah semakin baik. Dengan di ketahuinya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi maka dapat ditentukan sektor prioritas pembangunan. Terdapat tiga faktor atau komponen utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu akumulasi modal (capital accumulation), pertumbuhan penduduk (growth in population), dan kemajuan teknologi (technological progress)

 

Menurut Sukirno (2011:331) “pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat”. Jadi pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dari suatu periode ke periode lainnya. Kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa akan meningkat. Kemampuan yang meningkat ini disebabkan oleh pertambahan faktor-faktor produksi baik dalam jumlah dan kualitasnya. Investasi akan menambah barang modal dan teknologi yang digunakan juga makin berkembang. Di samping itu, tenaga kerja bertambah sebagai akibat perkembangan penduduk seiring dengan meningkatnya pendidikan dan keterampilan mereka.

 

Secara umum, pertumbuhan ekonomi didefenisikan sebagai peningkatan kemampuan dari suatu perekonomian dalam memproduksi barang-barang dan jasa-jasa. Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang amat penting dalam melakukan analisis tentang pembangunan ekonomi yang terjadi pada suatu negara. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Karena pada dasarya aktivitas perekonomian adalah suatu proses penggunaan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada gilirannya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oIeh masyarakat (Basri, 2010), dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka diharapkan pendapatan masyarakat sebagai pemilik faktor
produksi juga akan meningkat.

 

 Baca Juga: Pengertian Gerak Jatuh Bebas - Ciri Ciri , Rumus dan Contoh Soalnya

 

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Dalam buku Ekonomi (2009) karya Dewi Kusumawardani, ada beberapa teori yang dikemukan olah para ahli mengenai hubungan antara berbagai faktor produksi dengan pertumbuhan ekonomi.

  • Teori klasik Pada teori klasik menekankan mengenai pentingnya faktor-faktor produksi dalam menaikan pendapatan nasional dan mewujudkan pertumbuhan.Namun yang perlu diperhatikan oleh ahli ekonomi adalah peran tenaga kerja.Menurutnya tenaga kerja yang berlebihan akan mempengaruhi pertumbuhan penduduk.
  • Teori Schumpeter Teori Schumpeter menekankan mengenai peran usahawan yang akan melakukan inovasi dan investasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
  • Teori Harrod-Domar Pada teori Harrod-Domar menunjukkan peranan investasi sebagai faktor yang menimbulkan pertambahan pengeluaran agregat. Pada dasarnya teori tersebut menekankan peranan segi permintaan dalam mewujudkan pertumbuhan.
  • Teori Neoklasik Teori Neoklasik menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan peningkatan kemahiran masyarakat merupakan faktor yang terpenting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

 

 

Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Jika sebelumnya kita sudah memahami pengertian pertumbuhan ekonomi, lengkap dengan ciri-cirinya, maka saat ini kita harus mengetahui apa saja faktor yang mampu mempengaruhinya. Setidaknya, terdapat lima faktor pertumbuhan ekonomi yang mampu mempengaruhi suatu bisnis, faktor-faktor tersebut adalah

  • Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia atau yang biasa disingkat menjadi SDM adalah suatu indikator perkembangan ekonomi pada suatu bangsa. Faktor SDM mampu mempercepat dan bahkan mampu memperlambat proses pertumbuhan ekonomi. Contohnya adalah saat suatu negara mempunyai jumlah pengangguran yang meningkat terhadap penduduknya, maka negara tersebut pun dinilai mengalami kemunduran.Adanya penurunan kualitas pada sumber daya manusia ini melahirkan peningkatan jumlah pengangguran yang kemudian diperburuk dengan semakin menurunnya jumlah lapangan pekerjaan. Peningkatan jumlah pengangguran ini mampu memicu tingginya angka kemiskinan di negara tersebut.

  • Sumber Daya Alam

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa negara kita adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Meskipun begitu, kekayaan SDA yang kita miliki tidak diiringi dengan kualitas peningkatan SDM yang baik dalam mengelolanya. Hasilnya, negara kita menjadi sering melakukan ekspor barang mentah dan mengimpornya kembali dengan barang yang sudah jadi dengan harga yang lebih mahal.Adanya keterbatasan dalam mengelola sumber daya alam ini mewajibkan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan barang mentah kerap kali mengimpor bahan mentahnya dari luar negeri, sehingga membuat produk perusahaan menjadi lebih mahal daripada saat harus memperolehnya dari luar negeri.

  • Kemajuan IPTEK

Suatu negara akan dinilai maju dalam hal ekonomi jika mengalami peningkatan terkait pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Hal yang sama berlaku untuk perusahaan yang mengutamakan teknologi untuk melahirkan barang atau jasa yang lebih efisien.Adanya pemanfaatan teknologi yang sudah maju dinilai bahwa perusahaan tersebut bisa melahirkan produk yang lebih cepat serta efisien. Contohnya saja teknologi dalam hal peralatan produksi, jika digunakan secara tepat, maka akan membantu mengurangi penyerapan tenaga kerja sehingga anggaran tenaga kerja bisa dipangkas dan digunakan untuk keperluan lain.

  • Tingkat Inflasi

Salah satu gejala yang mampu memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi adalah inflasi. Inflasi adalah suatu kondisi laju peredaran mata uang yang tidak terkendali.Terjadinya peningkatan harga sangat berdampak pada produktivitas bahan baku karena membuat peningkatan biaya operasional perusahaan dalam hal memasok bahan mentah. Selain itu, inflasi juga akan berdampak pada gaji karyawan.Setidaknya, terdapat dua jenis inflasi yang mampu memberikan dampak langsung pada bisnis suatu perusahaan, yaitu cost-push inflation dan demand-pull inflation. Cost-push inflation adalah adanya kenaikan pada harga produk karena adanya peningkatan permintaan, sedangkan demand-pull inflation adalah adanya kenaikan permintaan masyarakat yang membuat harga produk barang dan jasa menjadi naik.

  • Tingkat Suku Bunga

Tingkat suku bunga yang ada pada suatu negara juga mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan tersebut cenderung akan membuat tingkat suku bunga meningkat karena adanya peningkatan pendapatan yang terjadi di masyarakat.Suku bunga yang tinggi akan berpengaruh buruk pada suatu perusahaan yang biasanya digunakan untuk modal pinjaman dalam meningkatkan kualitas perusahaan.

 

Pengukuran Pertumbuhan Ekonomi

Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi dilihat dan diukur dengan membandingkan komponen yang dapat mewakili keadaan ekonomi suatu negara terhadap periode sebelumnya. Ada dua komponen yang bisa digunakan dalam mengukur pertumbuhan ekonomi, yaitu:

1. Produk Nasional Bruto (Gross National Product)

Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) adalah pendapatan yang diterima negara dalam kurun waktu tertentu, biasanya dalam periode satu tahun, berdasarkan pendapatan yang diterima warga negaranya. Hal ini berarti pendapatan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri juga dihitung ke dalam GNP, sedangkan pendapatan warga negara asing yang berada di Indonesia tidak termasuk dalam GNP. Pendapatan yang termasuk ke dalam GNP juga harus merupakan produk barang jadi yang dilihat dari harga pasar yang berlaku pada periode yang akan dihitung.

Sedangkan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi menggunakan pendekatan PNB atau GNP adalah dengan membandingkan GNP di periode ini dengan GNP pada periode sebelumnya. Jika misalnya kita ingin mengetahui persentase pertumbuhan ekonomi di tahun 2016, kita perlu untuk mengetahui berapa jumlah GNP yang didapat Indonesia di tahun 2016 dan GNP pada tahun 2015. Lalu menghitungnya dengan mengurangi GNP 2016 terhadap GNP 2015, lalu dibagi GNP 2015 dan dikalikan 100%. Berikut adalah visualisasi perhitungan pertumbuhan ekonomi berdasarkan GNP atau PDB suatu negara:

Keterangan:
R : Persentase pertumbuhan ekonomi suatu negara
GNP : GNP/PNB suatu negara dalam tahun tersebut (yang akan dihitung)
GNPy-1: GNP/PNB suatu negara pada tahun sebelumnya

2. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)

Jika PNB atau GNP dihitung berdasarkan pendapatan suatu negara dari penghasilan yang didapat oleh warga negaranya dimanapun berada, Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) dilihat dari pendapatan negara berdasarkan batas wilayah atau teritorialnya. Jadi semua produksi ekonomi yang dilakukan dan terjadi dalam suatu negara, baik itu oleh warga negaranya atau warga negara asing, termasuk ke dalam perhitungan GDP. Dan sebaliknya, pendapatan atau produksi yang dilakukan oleh warga negara yang berada di luar negeri tidak termasuk ke dalam hitungan GDP.

Untuk rumus menghitung pertumbuhan ekonomi berdasarkan GDP pun dasarnya sama dengan menggunakan GNP, dimana dilihat perbandingan antara GDP di periode tersebut terhadap GDP di periode sebelumnya. Misalnya Anda ingin mengetahui persentase pertumbuhan ekonomi di tahun 2015, maka Anda perlu memiliki data GDP di tahun 2015 dan GDP di tahun 2014. Berikut adalah visualisasi perhitungan pertumbuhan ekonomi berdasarkan GNP atau PDB suatu negara:

Keterangan:
R : Persentase pertumbuhan ekonomi suatu negara
GDP : GDP/PDB suatu negara dalam tahun tersebut (yang akan dihitung)
GDPy-1: GDP/PDB suatu negara pada tahun sebelumnya

 

 

Kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan

Setiap masyarakat menginginkan agar kesejahteraan mereka meningkat dengan cepat dan masalah pengangguran dapat dikurangi dan diatasi. Tujuan yang penting ini memerlukan kebijakan yang sesuai, yaitu:

  1. Mengurangi tingkat pertambahan penduduk.
  2. Mengembangkan teknologi.
  3. Meningkatkan tabungan.
  4. Meningkatkan efisiensi penanaman modal.

 

 

Baca Juga: Materi Taksonomi Tumbuhan Rendah Beserta Soal Pilihan Ganda dan Essay Taksonomi Tumbuhan Rendah

 

Demikian Penjelasan Tentang  Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Adalah : Menurut Para Ahli, Teori, Faktor-Faktor, Pengukuran Pertumbuhan Ekonomi dan Kebijakan untuk Mempercepat Pertumbuhan. Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih

 

Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

  • pengertian pertumbuhan ekonomi menurut para ahli
  • pengertian pembangunan ekonomi
  • teori pertumbuhan ekonomi
  • perbedaan pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi
  • jelaskan pengertian pertumbuhan ekonomi
  • cara mengukur pertumbuhan ekonomi
  • faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
  • contoh pertumbuhan ekonomi