Pengertian Pelatihan Meliputi Tujuan, Manfaat, dan Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Pelatihan


Definisi atau Pengertian Pelatihan

Pelatihan adalah proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur yang sistematis dan terorganisir”. Selanjutnya, Udai menyatakan :
Training and development is defined as the human recourse practice which focuced is identifying, assessing and through planned learning helping development the key competences which enable people to perform current or future job”, these activities which are designed to improve human performance on the job employee is presently doing or is being hired to do”. (Pelatihan dan pengembangan didefinisikan sebagai praktek jalan manusia yang fokus adalah mengidentifikasi, menilai dan melalui pembelajaran yang direncanakan membantu pengembangan kompetensi kunci yang memungkinkan orang untuk melakukan pekerjaan saat ini atau masa depan ", kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kinerja manusia pada kerja karyawan adalah saat melakukan atau sedang disewa untuk melakukan)".

Definisi tersebut menggambarkan bahwa pelatihan merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui rangkaian kegiatan identifikasi, pengkajian serta proses belajar yang terencana. Hal ini dilakukan melalui upaya untuk membantu mengembangkan kemampuan yang diperlukan agar dapat melaksanakan tugas, baik sekarang maupun di masa yang akan datang. Ini berati bahwa pelatihan dapat dijadikan sebagai sarana yang berfungsi untuk memperbaiki masalah kinerja organisasi, seperti efektivitas, efesiensi dan produktivitas.
Pelatihan juga merupakan upaya pembelajaran yang diselenggarakan oleh organisasi baik pemerintah, maupun lembaga swadaya masyarakat ataupun perusahaan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan mencapai tujuan organisasi. Pengertian ini didasarkan pada definisi yang dikemukakan oleh Sudjana bahwa :
“Training is a process used by organization to meet their goals. It is called into operation when a discrepancy is perceived between the current situation and a preferred state of affairs”. Pelatihan adalah upaya pembelajaran yang diselenggarakan oleh organisasi (instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan) untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai tujuan organisasi sehingga pelatihan dapat diartikan sebagai kegiatan edukatif untuk membawa keadaan perilaku peserta pelatihan saat ini kepada perilaku yang lebih baik sebagaimana yang diinginkan oleh organisasi.

Pelatihan sebagai bagian dari pendidikan yang mengandung proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan, waktu yang relatif singkat dan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori.
Beberapa pengertian tersebut di atas menggambarkan bahwa pelatihan merupakan proses membantu peserta pelatihan untuk memperoleh keterampilan agar dapat mencapai efektivitas dalam melaksanakan tugas tertentu melalui pengembangan proses berpikir, sikap, pengetahuan, kecakapan dan kemampuan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan beberapa pengertian yang terkait dengan pelatihan, yaitu :
  1. Adanya proses pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan.
  2. Adanya proses pendidikan yang dilakukan secara teratur, sistematis dan terencana.
  3. Orientasi belajar lebih menekankan pada hal-hal yang praktis, fungsional, aplikatif sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan
  4. Menggunakan waktu yang relatif singkat.
  5. Memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian peserta pelatihan
  6. Ditekankan kepada perbaikan kinerja peserta pelatihan dalam laksanakan tugas.

 

 Baca Juga: Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup ( Hewan, Tumbuhan, dan Manusia )

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

 Tujuan pelatihan

Tujuan pelatihan pada hakekatnya merupakan jawaban terhadap permasalahan yang dihadapi oleh individu atau sekelompok orang dalam memperoleh dan meningkatkan kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan. Dalam suatu organisasi, pelatihan merupakan salah satu upaya yang ditempuh untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi atau membantu organisasi dapat berjalan dan mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien. Tujuan utama pelatihan sebagai berikut:

  •  Memperbaiki kinerja; 
  • Untuk memutakhirkan keahlian para karyawan sejalan dengan perubahan teknologi;  
  • Mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru untuk menjadi kompeten dalam pekerjaannya;  
  • Membantu memecahkan masalah operasional;  
  • Mempersiapkan karyawan untuk promosi;  
  • Mengorientasikan karyawan terhadap organisasi;  
  • Memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi.

Selanjutnya mengatakan tujuan pelatihan adalah untuk memperoleh penambahan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Selanjutnya tujuan pelatihan secara lebih spesifik yaitu untuk membangun atau mengembangkan pengetahuan dan keterampilan individu guna mencapai tingkat yang diinginkan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pelatihan adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, sikap, keterampilan tertentu bagi individu/pegawai atau anggota organisasi dalam melakukan pekerjaan dengan efektif dan efesien sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan ilmu dan teknologi. 

 

Manfaat Pelatihan

Pelatihan bagi guru akan memberikan manfaat serta memberikan kemudahan dalam mengerjakan tugasnya. Pelatihan juga membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya ke arah yang lebih baik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Terkait dengan itu Simamora mengungkapkan beberapa manfaat nyata yang dapat diperoleh dari pelatihan adalah :

  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas; 
  •  Mengurangi waktu belajar yang diperlukan karyawan agar mencapai standar-standar yang diterima;  
  • Menciptakan sikap loyalitas, dan kerjasama yang lebih menguntungkan;  
  • Memenuhi kebutuhan-kebutuhan perencanaan sumber daya manusia;  
  • Mengurangi jumlah dan biaya kecelakaan kerja;  
  • Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka.
Manfaat dari penyelenggaraan program pelatihan atas subyeknya:
a. Manfaat bagi sekolah adalah :
  1. Peningkatan produktivitas kerja sekolah sebagai keseluruhan;
  2. Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan;
  3. Terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat;
  4. Meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam organisasi dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi;
  5. Mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipatif;
  6. Memperlancar jalannya komunikasi yang efektif;
  7. Penyelesaian konflik secara fungsional.

b. Manfaat bagi guru adalah :
  1. Membantu para guru membuat keputusan dengan lebih baik;
  2. Meningkatkan kemampuan para guru menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya;
  3. Terjadinya internalisasi dan operasionalisasi faktor-faktor motivasional;
  4. Timbulnya dorongan dalam diri guru untuk terus meningkatkan kemampuan kerjanya;
  5. Peningkatan kemampuan guru untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya pada diri sendiri;
  6. Tersedianya informasi tentang berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh para guru dalam rangka pertumbuhan masing-masing secara teknikal dan intelektual;
  7. Meningkatkan kepuasan kerja;
  8. Semakin besarnya pengakuan atas kemampuan seseorang;
  9. Makin besarnya tekad guru untuk lebih mandiri;
  10. Mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa depan.
Meskipun banyak manfaat dari pelatihan sebagaimana yang dikemukakan di atas, tidaklah berarti seluruhnya akan dapat dicapai dengan satu kegiatan pelatihan saja, hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi penyelengaraan pelatihan.

 

 Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Pelatihan

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan lembaga atau organisasi dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Hal-hal yang dianggap sebagai faktor penting suatu pelatihan adalah :
  • Kebutuhan organisasi
Organisasi membutuhkan orang-orang yang mampu melaksanakan tugas- tugasnya yang telah ditetapkan sesuai dengan pengertian jabatan. Untuk melaksanakan jabatan itu maka orang tersebut perlu memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana melaksanakan tugas tersebut. Melalui pelatihan diharapkan dipenuhi kebutuhannya dan meminimalkan kekurangannya, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan cepat dan tepat.
  • Kebutuhan Pribadi
Kebutuhan pribadi merupakan bagian tak terpisahkan dari organisasi. Kebutuhan pribadi melengkapi kebutuhan organisasi. Pengembangan diri yang diperoleh melalui pengembangan jabatan akan memperkaya diri dan sering disebut sebagai pengembangan karier.
  •   Investasi Sumber Daya Manusia
Pelatihan tak ubahnya sebagai pendidikan formal yang membutuhkan pengadaan biaya yang tak sedikit. Memilih pelatihan sebagai suatu investasi SDM, walaupun masih diragukan hasilnya tetap banyak lembaga, organisasi atau perusahaan yang menugaskan tenaga-tenaga intinya untuk mengikuti pelatihan, baik dalam maupun luar negeri.
Menurut Robinson dalam Anwar, tingkat pencapaian keberhasilan pelatihan dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain : karakteristik dari individu peserta pelatihan, bahan belajar pelatihan, dan metode atau teknik pelatihan.

Selanjutnya Anwar menyatakan bahwa ada dua hal yang harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan program pelatihan yang akan dilaksanakan, yaitu :
a. Bahan belajar pelatihan (materi)
Bahan atau materi pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan, mampu menjawab permasalahan yang dihadapi, dan bermanfaat dalam kehidupan sehari- hari. Hal ini penting karena tingginya motivasi guru mengikuti kegiatan pelatihan banyak dipengaruhi oleh apakah materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan serta mampu memenuhi harapannya. Thomson mengemukakan bahwa “belajar paling efektif jika berlangsung dalam aktivitas mental maksimum yang akan tercapai bila ada motivasi yang kuat”.
b. Metode/teknik pelatihan
Robinson dalam Anwar menyatakan bahwa tingkat pencapaian keberhasilan pelatihan dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah metode atau pendekatan pelatihan. Ada beberapa metode/pendekatan pembelajaran pelatihan yang dikenal, yaitu: (1) pendekatan berdasarkan didaktik, (2) pendekatan belajar berdasarkan pengalaman, (3) pendekatan integratif, (4) pendekatan proyek.
Agar pelatihan dapat berhasil dengan baik maka harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menurut Anwar, ada delapan faktor yang harus diperhatikan agar pelatihan (training) dapat berhasil dengan baik, yaitu :

  • Individual differences;

Tiap-tiap individu mempunyai ciri khas yang berbeda satu sama lain, baik mengenai sifat, tingkah laku, maupun pengalaman.

  • Relation to job analisis;

Analisis ini bermaksud memberikan pengertian akan tugas yang harus dilaksanakan dalam suatu pekerjaan dan untuk mengetahui alat-alat apa yang harus dipergunakan dalam mengerjakan pekerjaan. Oleh karena itu, untuk memberikan suatu pelatihan terlebih dahulu harus diketahui keahlian dan kebutuhan, sehingga pelatihan dapat diarahkan untuk mencapai atau memenuhi kebutuhan.

  • Motivation;

Pelatihan sebaiknya dirancang sebaik-baiknya sehingga menimbulkan motivasi kepada peserta pelatihan. Motivasi dalam pelatihan sangat diperlukan sebab pada dasarnya yang mendorong peserta pelatihan untuk menjalankan pelatihan tidak berbeda dengan motif yang mendorongnya untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.

  • Active participation

Tugas pelatih tidak hanya memberikan teori dan praktek, tetapi juga dapat membentuk cara berpikir kritis, dan bagaimana mempraktekkan pengetahuan yang diperolehnya. Melalui partisipasi peserta pelatihan, maka semakin menyadari masalah-masalah yang dihadapi sehingga ia berusaha memecahkan masalah yang sulit secara bersama-sama.

  • Selection of trainees

Pelatihan sebaiknya diberikan kepada mereka yang berminat dan menunjukkan bakat untuk mengikuti latihan itu dengan hasil yang baik, sehingga perlu diadakan seleksi calon peserta.

  • Selective of trainers

Seorang pelatih harus mempunyai kecakapan seperti: mempunyai rasa tanggung jawab dan sadar akan kewajiban, bijaksana dalam segala tindakan dan sabar, dapat berpikir secara logis, dan mempunyai kepribadian yang menarik.

  •  Trainer training

Seorang pelatih sebelum diserahi tugas sebagai pelatih hendaknya telah mendapatkan pendidikan khusus menjadi pelatih.

  • Training methods

Metode yang digunakan dalam pelatihan harus sesuai dengan jenis pelatihan yang diberikan.

 

Baca Juga: Kata Ganti (Pronomina) Adalah - Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan 100 Contoh Kata Ganti (Pronomina)

 

Demikian Penjelasan Tentang  Pengertian Pelatihan Meliputi Tujuan, Manfaat, dan Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Pelatihan. Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih

 

 Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Pelatihan

  • pengertian pelatihan menurut para ahli
  • tujuan pelatihan
  • pengertian pelatihan pdf
  • tujuan pelatihan_ dan pengembangan
  • pengertian pelatihan_ dan pengembangan
  • pengertian pelatihan kerja
  • pengertian pelatihan dan pengembangan menurut para ahli
  • pengertian pelatihan_ sdm