Kenakalan Remaja Adalah - Menurut Para Ahli, Jenis-jenis, Penyebab Terjadinya, dan Mengatasi Kenakalan Remaja

Pengertian Kenakalan remaja

Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang.

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balap liar, dan lain sebagainya. Pelanggaran status ini biasanya tidak tercatat secara kuantitas karena bukan termasuk pelanggaran hukum. Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap norma antara lain seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya.


 Definisi Kenakalan Remaja Menurut Para Ahli

  1. Kartono (ilmuwan sosiologi) : Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.
  2. Santrock : "Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal". 
  3. Mussendkk (1994) : Mendefinisikan kenakalan remaja sebagai perilaku yang melanggar hukum atau kejahatan yang biasanya dilakukan oleh anak remaja yang berusia 16-18 tahun, jika perbuatan ini dilakukan oleh orang dewasa maka akan mendapat sangsi hukum. 
  4. Hurlock (1973): Menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja, dimana tindakan tersebut dapat membuat individu yang melakukannya masuk penjara. 
  5. Conger(1976) & Dusek (1977) : Mendefinisikan kenakalan remaja sebagai suatu kenakalan yang dilakukan oleh seseorang yang berumur di bawah 16 dan 18 tahun yang melakukan perilaku yang dapat dikenai sangsi atau hukuman. 
  6. Drs.B.Simanjutak,S.H. : Tinjauan dari sosiokultural arti dari juvenile delinquency yaitu apabila perbuatan-perbuatan itu bertentangan dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat di mana ia hidup,atau suatu perbuatan anti sosial di mana di dalamnya terkandung unsure-unsur anti normatif. 
  7. Drs.Bimo Walgito (Psikolog) : Merumuskan arti selengkapnya dari juvenile delinquency sebagai berikut : tiap perbuatan,jika perbuatan tersebut dilakukan oleh orang dewasa, maka perbuatan itu merupakan kejahatan, jadi merupakan perbuatan yang melawan hukum, yang dilakukan oleh anak, khususnya anak remaja. 
  8. Dr.Fuad Hasan : Merumuskan definisi delinquency sebagai berikut :perbuatan anti sosial yang dilakukan oleh anak remaja yang bilamana dilakukan orang dewasa dikualifikasikan sebagai tindak kejahatan.

Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kecenderungan kenakalan remaja adalah kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang dilakukan remaja di bawah umur 17 tahun.


Jenis-jenis kenakalan remaja

  • Kenakalan remaja di sekolah

 Contoh :
  1. Tidak masuk sekolah tanpa keterangan.
  2. Meninggalkan sekolah pada saat jam pelajaran.
  3. Membawa senjata tajam ketika sekolah.
  • Kenakalan remaja di luar sekolah(masyarakat)

Contoh :
  1. Ikut balapan tiar antar geng.
  2. Ikut tawuran antar geng.
  3. Minum minuman keras.
  4. Mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba dan lain sebagainya.
  • Kenakalan remaja di lingkungan keluarga

Contoh :
  1. Tidak mendengarkan nasehat orang tua.
  2. Tidak mentaati perintah orang tua.
  3. Melanggar norma yang telah di sepakati bersama keluarga.


Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja 

a. Faktor internal

  • Krisis identitas 
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. 
  • Kontrol diri yang lemah 
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. 

b. Faktor eksternal

  • Keluarga 
Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. Secara umum dapat dinyatakan bahwa anak delinkuen pada umumnya dating dari rumah tangga dengan relasi manusiawi penuh konflik percekcokan,yang disharmonis. Kurangnya kasih saying orang tua. 
  • ) Kondisi Masyarakat (Lingkungan Sosial) 
Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan ”, merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. 
  • Pengaruh Kawan Sepermainan atau teman sebaya 
Pengaruh kawan sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk apabila dibungkus dengan selembar daun maka daun itupun akan berbau busuk. Sedangkan bila sebatang kayu cendana dibungkus dengan selembar kertas, kertas itu pun akan wangi baunya. Perumpamaan ini menunjukkan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang ketika remaja, khususnya. Oleh karena itu, orangtua para remaja hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya. 
  • Pendidikan 
  Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak. 
  • ) Penggunaan Waktu Luang 
Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada si remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si remaja melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah.Dan sebaliknya. 
  • Perilaku Seksual 
Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkawatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. 







Hal Yang Pengaruhi Kenakalan Remaja

  • Kurang disiplin pada anak-anak
  • Kemiskinan dan kekerasan dalam keluarga
  • Ada kerabat atau teman sebaya yang melakukan kejahatan terlebih dahulu
  • Perbedaan budaya yang diterima
  • Konflik tinggi dan perilaku agresif dalam keluarga
  • Orang tua yang tidak menunjukkan perilaku yang baik
  • Kurangnya pengawasan terhadap anak-anak
  • Kurangnya sosialisasi untuk anak-anak dalam konteks lingkungan sosial yang baik

Contoh Kenakalan Remaja

Kenalakan remaja umumnya terjadi dalam lingkungan luar sekolah ataupun lingkungan sekolah. Berikut adalah contoh kenakalan-kenakalan remaja
  1. Berkelahi dengan teman
  2. Membolos sekolah
  3. Melihat atau menonton video dewasa
  4. Pemakaian obat-obatan terlarang
  5. Tawuran
  6. Penipuan
  7. Pencurian
  8. Balapan liar yang dilakukan per kelompok 
  9. Dan lain-lain



Baca Juga : Contoh Soal Penjas Kelas 3 Semester 1 dan 2 Kurikulum 2013

Mengatasi Kenakalan Remaja

Ada tiga cara untuk mencegah munculnya perilaku remaja atau kejahatan:
Bisnis Pencegahan
  • Dapatkan salam yang cukup untuk anak
  • Tingkatkan kesejahteraan keluarga
  • Dominasi tempat untuk pengembangan kreasi dan inovasi untuk remaja
  • Pengembangan peralatan olahraga untuk kaum muda
  • Pendirian klinik konseling psikologis dan pendidikan untuk memberikan pengetahuan tentang perilaku remaja
Perusahaan Menerapkan Sanksi
  • Tuntutan yang sesuai dengan tindakannya
  • Pilih yang adil dan jangan memilih
  • Hukuman yang dicabut terhadap pendidikan
  • Tidak disetujui
  • Terus memberikan pengawasan dan pendidikan
Upaya Penyembuhan
  • Tawarkan pendidikan remaja untuk menjalani kehidupan yang teratur dan disiplin
  • Program peningkatan
  • Buat perubahan di lingkungan
  • Keanggotaan dalam fasilitas yang dibutuhkan untuk pengembangan fisik dan mental
  • Menghilangkan atau mengatasi penyebab kenakalan remaja

Cara lain dalam mengatasi kenakalan remaja : 
  1. Kegagalan menghadapi identitas peran dan lemahnya control diri bisa dicegah atau bisa diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik, juga mereka berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. 
  2. Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi mereka. 
  3. Kehidupan beragama keluarga dijadikan salah satu ukuran untuk melihat keberfungsian susila keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik, maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma-norma agama. 
  4. Untuk menghindari masalah yang timbul akibat pergaulan, selain mengarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orang tua juga hendaknya memberikan kesibukan dan mempercayakan tanggungjawab rumah tangga kepada si remaja. Pemberian tanggungjawab ini hendaknya tidak dengan pemaksaan maupun mengada-ada.Orang tua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar anak memilih jurusan sesuai dengan bakat, kesenangan, dan hobi si anak. 
  5. Mengisi waktu luang diserahkan kepada kebijaksanaan remaja. Remaja selain membutuhkan materi, juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Oleh karena itu, waktu luang yang dimiliki remaja dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. 
  6. Remaja hendaknya pandai memilih lingkungan pergaulan yang baik serta orang tua memberi arahan arahan di komunitas mana remaja harus bergaul. 
  7. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman-teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.


Demikian Pembahasan Materi Kita Kali ini Mengenai Kenakalan Remaja. Jangan Lupa Tetap Bersama Kami Di referensisiswa.my.id. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Terimakasih.



Penelusuran yang terkait dengan Kenakalan Remaja
  • akibat dari kenakalan remaja
  • penyebab kenakalan remaja
  • penyebab kenakalan remaja dan solusinya
  • artikel kenakalan remaja
  • berita kenakalan remaja
  • pengertian kenakalan remaja menurut para ahli
  • judul artikel tentang kenakalan remaja
  • artikel tentang kenakalan remaja 2018
  • pengertian kenakalan remaja menurut para ahli pdf
  • penyebab kenakalan remaja menurut para ahli
  • dampak kenakalan remaja menurut para ahli
  • jenis-jenis kenakalan remaja menurut para ahli
  • kenakalan remaja menurut hurlock
  • kenakalan remaja menurut santrock
  • teori kenakalan remaja
  • teori sosiologi tentang kenakalan remaja