Pengertian Lembaga Sosial Adalah - Fungsi, Ciri Ciri , Karakteristik dan Jenis-Jenis Lembaga Sosial Secara Lengkap

 


Pengertian Lembaga Sosial

Coba bayangkan sebuah sepeda. Terdapat bagian-bagian yang saling berkaitan dan dirangkai sedemikian rupa hingga akhirnya sepeda dapat berfungsi dengan baik. Jika satu roda saja dalam keadaan rusak maka sepeda tidak dapat dikayuh dan pada akhirnya tidak dapat difungsikan.

Sekarang kita beralih ke sistem sosial masyarakat. Masyarakat kita terdiri dari bagian-bagian penting yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda guna mendukung keselurahan sistem sosial kehidupan. Bagian-bagian yang mendukung kelangsungan hidup masyarakat ini yang kita sebut sebagai lembaga sosial. Masing-masing lembaga sosial yang terdiri berbagai aturan/tata cara kehidupan berfungsi untuk menjalankan sistem sosial masyarakat dan mencapai keteraturan sosial.

Lembaga sosial adalah seperangkat norma (aturan/tata cara) yang mengatur perilaku/tindakan individu dalam kehidupan bermasyarakat. Seperangkat norma dimaksud dibentuk oleh masyarakat sendiri sehingga dapat dipertahankan dan diubah tergantung kebutuhan masyarakat itu sendiri. Norma-norma tersebut pada dasarnya tersusun dengan saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya guna mempertahankan fungsionalitas dan stabilitas keseluruhan masyarakat. Lembaga-lembaga sosial yang ada disekitar kita bersifat mengatur tentang bagaimana individu harus bertindak, berperilaku serta beraktivitas sehari-hari.

Mengapa seperangkat norma yang dibentuk dan dipertahankan oleh masyarakat disebut sebagai lembaga sosial? Apakah semua norma dapat dikatakan lembaga sosial? Kata kuncinya ada pada kata ‘pelembagaan’ (istilah lainnya yaitu ‘institusionalisasi’). Pelembagaan merupakan proses dimana suatu perilaku/aktivitas masyarakat menjadi berpola (terjadi secara berulang, menjadi kebiasaan) dan pada akhirnya menjadi pedoman bersama dalam kehidupan masyarakat.

 

Baca Juga: Kepala sekolah adalah - Pengertian , Tugas, Peran, Fungsi, Sistem Informasi dan Manajemen di Sekolah

 

Fungsi Dari Lembaga Sosial

  • Memberikan panduan komunitas tentang perilaku sosial, khususnya terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
  • Pertahankan integritas dan persatuan orang-orang yang terkena dampak. Lembaga sosial harus dapat mengumpulkan dan menyatukan anggotanya untuk menciptakan inklusi sosial di masyarakat. Integrasi sosial ini adalah kesepakatan yang telah dibuat oleh berbagai kelompok sosial.
  • Menginformasikan kepada publik tentang prosedur untuk menerapkan kontrol sosial untuk mengendalikan perilaku masyarakat.
 

Ciri Ciri Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

Ciri Ciri Lembaga Sosial

A. Menurut J.P. Gillin

  • Lembaga sosial adalah organisasi yang pola pikir dan perilakunya memanifestasikan dirinya dalam kegiatan masyarakat. Institusi sosial terdiri dari kebiasaan, perilaku dan elemen budaya lainnya yang menjadi entitas fungsional. 
  • Lembaga sosial akan terus dipertahankan dan distandarisasi, sehingga tingkat konservasi tertentu diasumsikan. 
  • Lembaga sosial memiliki satu atau lebih tujuan spesifik. 
  • Untuk mencapai tujuan ini, alat dan peralatan digunakan. 
  • Memiliki peraturan dan prosedur yang dapat didokumentasikan secara tertulis atau tidak secara tertulis.

B. Setelah John Conen

  • Setiap lembaga sosial memiliki tujuan tertentu. 
  • Setiap lembaga sosial memiliki nilai dasar yang berasal dari anggotanya. 
  • Lembaga sosial memiliki pola perilaku tertentu yang menjadi tradisi bagi anggotanya. 
  • Setiap institusi memiliki strukturnya sendiri dan dapat dibedakan dari institusi lain. 
  • Setiap institusi sosial memiliki etiket yang valid. 
  • Setiap lembaga sosial memiliki simbol budaya tertentu. 
  • Setiap lembaga sosial memiliki ideologi yang menjadi dasar orientasi kelompoknya.

 

Sayrat Dan Sifat Dari Lembaga Sosial

  • Sebagian besar anggota masyarakat atau anggota sistem sosial menerima status lembaga sosial.
  • Norma yang dididik menghidupkan semua warga dari sistem sosial yang terkena dampak.
  • Norma yang dibentuk memiliki sanksi yang mengikat setiap anggota masyarakat.

Sifatnya:
Institusi sosial bertindak sebagai satu kesatuan dalam keseluruhan sistem budaya.
Lembaga sosial memiliki tujuan yang jelas.
Institusi sosial kuat.
Cenderung menggunakan hasil budaya material dalam kinerja tugas mereka.
Sifatnya yang khas adalah simbol dari institusi sosial.
mumnya memiliki transmisi tertulis atau lisan.

 

Karakteristik Lembaga Sosial

  • Memiliki simbol sendiri, sebagai tanda khasan atau ciri khusus lembaga.
  • Memiliki tata tertib dan tradisi, sebagai panutan secara tertulis dan tidak tertulis oleh anggotannya.
  • Usianya lebih lama sehingga terjadi pewarisan dari generasi ke generasi.
  • Memiliki ideologi atau sistem gagasan mendasar yang dimiliki bersama, dianggap ideal oleh anggotanya.
  • Memiliki alat kelengkapan untuk mewujudkan tujuan lembaga.
  • Memiliki tingkat kekebalan/daya tahan, tidak akan lenyap begitu saja.


Masing-masing lembaga sosial dibentuk atas dasar fungsi dan tujuan yang berbeda antara satu lembaga dengan lembaga lainnya. Nah, di bawah ini adalah macam-macam lembaga sosial yang bisa kamu pahami.

 

 Jenis-Jenis Lembaga Sosial

  • Lembaga keluarga

Keluarga adalah unit sosial terkecil di masyarakat, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dari keluarga melahirkan individu dengan berbagai bentuk kepribadian dalam masyarakat.Peran keluarga adalah membina dan membimbing anggota keluarga untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik dan lingkungan budaya di mana ia berada. Sehingga kehidupan masyarakat tenang, aman dan tenteram.Keluarga terbentuk dari perkawinan sah menurut agama, adat, dan pemerintah. Dalam keluarga diatur hubungan antaranggota keluarga sehingga tiap anggota keluarga punya peran dan fungsi yang jelas.

Contoh ayah berperan sebagai kepala keluarga dan bertanggung jawab memberi nafkah terhadap keluarganya. Ibu berperan sebagai pengatur, pengurus dan pendidik anak-anaknya. Anak berperan membantu orang tua.

Fungsi lembaga keluarga adalah:

  1. Fungsi reproduksi: pernikahan diharapkan akan memberikan keturunan;
  2. Fungsi proteksi (perlindungan): keluarga memberikan perlindungan kepada anggotanya baik fisik dan kejiwaan;
  3. Fungsi ekonomi: ayah sebagai tulang punggung keluarga berkewajiban memenuhi kebutuhan ekonomi istri dan anak-ananya;
  4. Fungsi sosialisasi: keluarga berperan membentuk kepribadian anak agar sesuai harapan orang tua dan masyarakat;
  5. Fungsi afeksi: keluarga memberikan kasih sayang dan perhatian pada anggota keluarga;
  6. Fungsi pengawasan sosial: setiap anggota keluarga saling kontrol atau saling mengawasi karena bertanggung jawab menjaga nama baik keluarga;
  7. Fungsi pemberian status: melalui lembaga perkawinan ini, seseorang akan mendapatkan status atau kedudukan baru di masyarakat sebagai suami atau istri.

Keluarga sebagai agen sosialisasi pertama dan terdekat seharusnya memberikan nilai-nilai sesuai harapan masyarakat kepada anak-anaknya. Serta berperan sebagai benteng atau penyaring nilai-nilai di masyarakat kepada anak.

  • Lembaga agama

Lembaga agama adalah sistem keyakinan dan praktik keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan. Pada dasarnya, agama adalah aktivitas manusia untuk berhubungan dengan Tuhan.Agama adalah lembaga atau institusi penting yang mengatur kehidupan rohani manusia. Agama sangat penting untuk menyeimbangkan kehidupan manusia antara kehidupan dunia dan akhirat.Agama menjadi pelopor menciptakan tertib sosial di masyarakat. Pendidikan agama menuntun individu berperilaku baik terhadap sesama manusia, makhluk hidup lain dan alam sekitar.

Fungsi lembaga agama:

  1. Sebagai pedoman hidup manusia terhadap Tuhan, manusia lain dan alam sekitar;
  2. Sumber kebenaran;
  3. Pengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan;
  4. Tuntunan prinsip benar dan salah untuk menghindari perilaku menyimpang;4
  5. Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan;
  6. Pedoman keyakinan manusia berbuat baik sebagai kewajiban dari Tuhan;
  7. Pedoman keberadaan bahwa hakikat makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan;
  8. Pedoman untuk rekreasi dan hiburan tanpa melanggar kaidah agama.
  • Lembaga ekonomi

Lembaga ekonomi adalah bagian lembaga sosial yang mengatur tata hubungan antar manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.Lembaga ekonomi lahir seabgai usaha manusia menyesuaikan diri dengan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup terkait pengaturan bidang ekonomi untuk mencapai kehidupan sejahtera.Tujuan lembaga ekonomi untuk mengatur bidang-bidang ekonomi dalam rangka mencapai kehidupan sejahtera dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat.

Fungsi lembaga ekonomi adalah:

  1. Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan;
  2. Memberi pedoman untuk melakukan pertukaran barang atau barter;
  3. Memberi pedoman tentang harga jual beli barang;
  4. Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja;
  5. Memberikan pedoman tentang cara pengupahan;
  6. Memberikan pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja;
  7. Memberi identitas bagi masyarakat.
  • Lembaga pendidikan

Menurut UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran.Agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.Lembaga pendidikan adalah lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku individu ke arah lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar.Lembaga pendidikan adalah institusi sosial yang menjadi agen sosialisasi setelah lembaga keluarga. Lembaga pendidikan mengenalkan kehidupan bermasyarakat lebih luas pada anak.

Ada tiga jenis pendidikan yaitu formal, nonformal dan informal. Pendidikan formal mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Pendidikan non formal seperti kursus. Pendidikan informal adalah pendidikan di keluarga.Secara fundamental, lembaga pendidikan berfungsi untuk mengatur pemenuhan kebutuhan terhadap pendidikan. Fungsi lembaga pendidikan ada dua, fungsi manifes dan fungsi laten.Fungsi manifes adalah fungsi yang tercantum dalam kurikulum sekolah. Fungsi laten adalah fungsi yang tidak disadari.

  • Lembaga politik

Lembaga politik adalah lembaga yang mengatur pelaksanaan dan wewenang yang menyangkut kepentingan masyarakat agar tercapai keteraturan dan tata tertib kehidupan bermasyarakat.Lembaga politik adalah keseluruhan tata nilai dan norma terkait kekuasaan. Kekuasaan bergantung pada hubungan antara yang berkuasa dan yang dikuasai.Kekuasaan selalu ada dalam setiap masyarakat, yang sederhana maupun kompleks. Namun pada umumnya kekuasaan tertinggi ada di organisasi tertinggi yang disebut negara.Lembaga politik lahir dari serangkaian nilai dan norma yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan akan kekuasaan, khususnya kekuasaan pada tingkat negara.

Fungsi lembaga politik adalah:

  1. Memelihara ketertiban dalam negeri;
  2. Mengusahakan kesejahteraan umum.

Contoh lembaga politik di Indonesia adalah:

  1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
  2. Presiden dan Wakil Presiden
  3. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
  4. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
  5. Pemerintahan Daerah
  6. DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota
  7. Partai Politik

 

 Baca Juga: Rumus Limas Beserta Cara Mengitung Luas, Volume, dan Contoh Soalnya Pembahasan Lengkap

 

Penelusuran yang terkait dengan Lembaga Sosial

  • contoh lembaga sosial
  • jenis lembaga sosial
  • fungsi lembaga sosial diantaranya adalah
  • karakteristik lembaga sosial
  • ciri-ciri lembaga sosial
  • jenis dan peran lembaga sosial
  • jelaskan pengertian lembaga sosial
  • tujuan lembaga sosial