Pengertian Ascomycota Adalah - Ciri, Anatomi, Struktur Tubuh, Reproduksi, Cara Hidup Ascomycota, Habitat Ascomycota dan Contoh Ascomycota


Pengertian Ascomycota

Ascomycota disebut juga sebagai the sac fungi. Merupakan fungi atau jamur yang reproduksi seksualnya dengan membuat askospora di dalam askus (ascus = sac atau kantung/pundi-pundi). Askus adalah semacam sporangium yang menghasilkan askospora.

Beberapa askus biasanya mengelompok dan berkumpul membentuk tubuh buah yang disebut askorkarp atau askoma (kalau banyak disebut askomata). Askomata bisa berbentuk mangkok, botol, atau seperti balon). Hifa dari Ascomycotina umumnya monokariotik (uninukleat atau memiliki inti tunggal) dan sel-sel yang dipisahkan oleh septa sederhana.Jadi, askus merupakan struktur umum yang dimiliki oleh anggota Divisi Ascomycota. Tubuhnya ada yang berupa uniseluler dan ada pula yang multiseluler. Hidup sebagai saprofit dan parasit. Beberapa jenis diantaranya dapat juga bersimbiosis dengan makhluk hidup ganggang hijau-biru dan ganggang hijau bersel satu membentuk lumut kerak.

 

Baca Juga:  Tugas Dan Wewenang Lembaga Eksekutif, Legislatif Dan Yudikatif Secara Lengkap


Ciri Ascomycota

Ascomycota memiliki ciri-ciri yang perlu kita ketahui sebagai berikut.

  • Bahan dinding sel terdiri dari zat kitin (rantai panjang polimer dari N-acetylglucosamine/ (C9H13O5N)n )
  • Memiliki hifa bersekat dan badan buah disebut ascokarp
  • Jumlah inti haploid
  • Jenis spora vegetatif adalah konidiospora
  • Habitat lembab dan kosmopolit
  • Keturunan haploid singkat
  • Reproduksi secara seksual dan aseksual
  • Jenis spora generatif menghasilkan askospora
  • Reproduksi aseksual dengan membentuk konidiospora
  • Cara hidup dengan bersifat parasit dan ini dia contoh simbiosis parasitisme perlu anda ketahui atau saprofit
  • Reproduksi secara seksual melalui konjugasi
  • Memiliki sel yang uniseluler dan multi-seluler (banyak sel)

 

Anatomi Ascomycetes

Berikut ini terdapat beberapa anatomi ascomucetes, terdiri atas:

  • Jamur Ascomycota “jamur kantung” ada yang uniseluler dan multiseluler.
  • Ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit.
  • Hifa bersekat.
  • Berkembangbiak secara seksual dengan membentuk spora yang dihasilkan dalam suatu kantung (askus) yang disebut askospora
  • Berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa
  • Didalam askus terdapat 8 buah spora karena 2 inti diploid melakukan pembelahan meiosis menghasilkan 4 inti haploid. setiap haploid akan membelah secara mitosis sehingga setiap askus terdiri dari 8

Contohnya yaitu Aspergillus sp. , Penicillium sp. , Saccharomyces cerevisiae buah spora.


 

Struktur Tubuh Ascomycota


Nama Ascomycota diambil dan kata ascus, yaitu ujung hifa yang berubah dan membentuk semacam kantung. Fungi ini beserta Zygomycota merupakan organisme darat karena tidak memiliki flagel seperti halnya organisme perairan.

Ascomycota adalah organisme saprofit terestial. Nutrisi didapatkan dengan cara menguraikan zat organik di tanah yang berasal dari makhluk hidup lainnya yang telah mati. Sebagian lagi ada yang hidup bersimbiosis dengan alga hijau biru membentuk Lichen.Anggota Ascomycota sebagian besar multiseluler. Namun, ada juga yang uniseluler misalnya Saccharomyces cereviceae. Anggota yang tubuhnya multiseluler hifanya sudah memiliki septa. Hampir semua anggotanya yang multiseluler memiliki tubuh buah kecuali fungi oncom (Neurospora crassa).

Spora aseksualnya disebut konidiospora, sedangkan spora seksualnya disebut askospora. Konidiospora dihasilkan oleh badan penghasil spora di ujung hifa yang bentuknya seperti kuas disebut konidiofor. Adapun askospora dihasilkan oleh alat badan penghasil spora seksual yang disebut askus. Askus merupakan struktur seperti kantung dan merupakan modifikasi ujung hifa. Askus terdapat pada tubuh buah yang disebut askokarp. Selain itu, dalam askokarp juga terdapat hifa yang bersifat steril.

Bentuk askokarp setiap organisme pada kelompok Ascomycota berbeda-beda. Askokarp yang berbentuk bulat tertutup disebut keistotechium. Askokarp yang berbentuk berlubang atau seperti botol disebut peritechium. Askokarp berbentuk mangkuk disebut apotechium.

 

Reproduksi Dari Ascomycota

1. Reproduksi Aseksual

A. Reproduksi Aseksual dalam Ascomycota Uniseluler
Reproduksi aseksual satu jenis kelamin terjadi dengan pembentukan tunas yang disebut blastophora. Formasi ini dimulai dengan dinding tubuh yang menonjol. Selama proses pembentukan tunas, nukleus membelah menjadi sel induk dan bermigrasi ke sel induk. Kemudian sel induk terpisah dari sel induk untuk menjadi individu baru. Terkadang sel induk ini tetap terikat pada sel induk untuk membentuk rantai pseudohifen yang disebut pseudohifa.

A. Reproduksi Aseksual dalam Ascomycota Multiseluler
Dalam ascomycota multiseluler, reproduksi aseksual dapat terjadi dalam dua cara: Melalui fragmentasi hifa, hifa dewasa terpisah dari orang tua mereka dan tumbuh menjadi hifa jamur baru.

Sporulasi aseksual disebut konidiospora. Hifa haploid dewasa menghasilkan kaktus yang disebut konidiofor. Bentuk spora di ujung batang ini. Kemudian spora dihembus angin. Spora terbang ini disebut Conidia. Dalam kondisi lingkungan yang kondusif, konidia berkecambah menjadi haploid hifa. Cabang hifa menjadi miselium dengan kromosom haploid.

2. Reproduksi seksual

A. Reproduksi seksual dalam ascomycota uniseluler
Reproduksi seksual dalam Ascomycota sel tunggal dimulai dengan konjugasi (penyatuan dua jenis sel haploid). Hasil serikat akan membentuk zigot. Kemudian zigot ini menjadi ascus diploid. Inti dari ascus diploid ini membagi miosis dan menghasilkan 4 inti haploid. Kemudian dinding sel terbentuk di sekitar 4 inti. Ketika Askus sudah dewasa, mereka merusak dan menghapus Askopsora. Ascospora menolak di lokasi yang sesuai, mereka menjadi individu baru.

B. Reproduksi seksual dalam ascomycota multiseluler
Reproduksi seks dalam masing-masing dengan kromosom haploid. Hifa (+) membentuk askogonium (organ reproduksi wanita), sedangkan hifa (-) membentuk anteridium (organ reproduksi pria). Askogonium kemudian akan membuat saluran yang mengarah ke anteridium trichogany. Sekarang, melalui trikotinin ini, proses plasmogami (penyatuan dua atau lebih peristiwa protoplasma) akan terjadi.

Kemudian ascogonium menjadi hifa diariotik, bercabang dan terhubung ke ascocarp (tubuh buah). Ujung hyphal dalam ascocarp ini membentuk ascus diaryotic. Di Ascus, caryogamy (fusi nuklir) terjadi, membentuk inti dengan kromosom diploid. Inti diploid ini kemudian membelah dengan meiosis, menghasilkan 4 inti haploid. Masing-masing inti membagi mitosis menjadi 8 inti. Kemudian dinding sel dan kromosom haploid terbentuk di sekitar nukleus. Ketika ascus matang, ascospora membesar, ketika fraktur pecah, ascospora, yang jatuh ke tempat yang tepat, berkecambah dan menjadi hifa haploid baru.

 

Cara Hidup Ascomycota

Ascomycota hidup sebagai pengurai bahan organik khususnya dari tumbuhan atau sisa-sisa dari organisme yang ada di dalam tanah dan juga di laut. Ascomycota bersel satu atau ragi hidup di bahan yang mengandung gula atau karbohidrat, seperti singkong yang menghasilkan tapai atau sari anggur yang digunakan untuk membuat minuman anggur merah (wine). Sebagian jenis ada yang hidupnya sebagai parasit di organisme lain.

Jamur morel atau Morchella esculenta hidup dengan bersimbiosis mutualisme kepada tumbuhan dengan membentuk mikoriza. Ascomycota dapat melindungi tumbuhan dari serangan hama serangga dengan cara mengeluarkan racun bagi Ascomycota yang hidup di permukaan sel mesofil daun. Terdapat sekitar 30.000 spesies atau separuh dari jumlah spesies Ascomycota yang ada ditemukan hidup bersimbiosis dengan ganggang membentuklichen (lumut kerak). 



Habitat Ascomycota

Ascomycota umumnya hidup saprofit pada tanah dan juga sisa organisme. Sebagian dari ascomycota lainnya merupakan parasit pada tumbuhan dan hewan. Ascomycota terdapat yang hidup di laut dan merupakan salah satu saproba utama. Ascomycota bisa dijumpai di permukaan roti, nasi dan makanan basi. Warnanya coklat merah atau hijau.

Ascomycota ada yang hidup sebagai parasit atau saprofit. Jamur yang hidup sebagai parasit, bisa menyebabkan penyakit yang sangat merugikan seperti pada tanaman tembakau, pepaya, karet, teh, cokelat, dan padi. Sedangkan jamur saprofit hidup pada bahan makanan atau sampah.

 

Siklus Hidup Ascomycota

Siklus atau daur hidupa Ascomycota dimulai dari dari askospora yang tumbuh menjadi benang (hifa) yang bercabang-cabang (perhatikan gambar di bawah ini). Kemudian, salah satu dari beberapa sel pada ujung hifa berdiferensiasi menjadi askogonium, yang ukurannya lebih lebar dari hifa biasa. Sedangkan ujung hifa yang lainnya membentuk Anteridium. Anteridium dan Askogonium tersebut letaknya berdekatan dan memiliki sejumlah inti yang haploid. Pada askogonium tumbuh trikogin yang menghubungkan askogonium dengan anteredium. Melaui trikogin ini inti dari anteredium pindah ke askogonium dan kemudian berpasangan dengan inti pada askogonium. Selanjutnya pada askogonium tumbuh sejumlah hifa yang disebut hifa askogonium. Inti-inti membelah secara mitosis dan tetap berpasangan.

Hifa askogonium tumbuh membentuk septa bercabang. Bagian askogonium berinti banyak, sedangkan pada bagian ujungnya berinti 2. Bagian ujung inilah yang akan tumbuh menjadi bakal askus. Hifa askogonium ini kemudian berkembang disertai pertumbuhan miselium vegetatif yang kompak, membentuk tubuh buah.

Dua inti pada bakal askus membentuk inti diploid yang kemudian membelah secara meiosis untuk menghasilkan 8 spora askus (askospora). Apabila askospora tersebut jatuh pada lingkungan yang sesuai maka ia akan tumbuh membentuk hifa atau miselium baru.

 

 

Contoh Ascomycota

  • Saccharomyces cerevisiae merupakan jamur bersel satu yang memiliki dinding askus yang tipis, disebut khamir. Saccharomyces cerevisiae dimanfaatkan untuk pembuatan minuman beralkohol, tapai serta pengembang adonan roti. Jamur ini bisa mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida (CO2) melalui proses fermentasi (respirasi anaerob). Gas CO2 yang terbentuk menjadikan adonan roti mengembang.
  • Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum dipakai untuk pembuatan antibiotik penisilin dengan cara mengekstraksi biakan cair. Penisilin dipakai untuk membasmi bakteri, antara lain Neisseria meningitidis, Streptococcus pneumoniae, dan Staphylococcus sp.
  • Penicillium roqueforti dan Penicillium camemberti digunakan dalam proses pembuatan keju
  • Kapang biru (blue mold) yang tumbuh pada buah jeruk dan merupakan jamur Penicillium yang hidup saproba
  • Neurospora crassa dan Neurospora sitophila merupakan jamur oncom yang mempunyai spora berwarna oranye.
  • Morchella esculenta, jamur yang mempunyai tubuh buah mengandung banyak air serta enak dimakan. Jamur ini sering ditemukan di bawah pohon buah-buahan.
  • Claviceps purpurea merupakan jamur Ascomycota berwarna ungu yang umumnya dinamai ergot, memiliki sifat parasit pada gandum hitam (rye). Apabila jamur ini ikut tergiling bersama gandum dan tercampur dalam tepung, lalu dikonsumsi manusia, maka akan mengakibatkan penyakit gangren. Gejala yang dialami antara lain kejang saraf, rasa panas terbakar, halusinasi, dan kegilaan temporer (sementara).
  • Tuber melanosporum (truffle) merupakan jamur yang hidup bersimbiosis dengan akar tumbuhan membangun mikorhiza. Truffle sangat disukai oleh ahli pencicip kuliner sebab memiliki cita rasa yang enak. Pencari truffle umumnya menggunakan bantuan anjing yang memiliki penciuman tajam untuk menemukannya.
  • Candida albicans hidup parasit pada jaringan epitel yang lembap, misalnya saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan alat kelamin wanita (penyebab keputihan).
  • Trichophyton mentagrophytes mengakibatkan penyakit kurap pada kulit tubuh dan kulit kepala.
  • Aspergillus flavus : Biasanya hidup saproba pada makanan dan biji-bijian. Koloni Aspergillus flavus memproduksi spora berwarna cokelat kehijauan atau kehitaman dan menyekresikan senyawa aflatoksin yang bersifat racun bagi manusia.

 

 

Baca Juga: Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Dalam Perspektif Hukum Pidana, Perdata dan Tatanegara

 

Penelusuran yang terkait dengan ascomycota adalah

  • peranan ascomycota
  • reproduksi ascomycota
  • cara hidup ascomycota
  • contoh ascomycota
  • peranan jamur ascomycota yang menguntungkan dan merugikan
  • ciri-ciri ascomycota
  • ascomycota bersimbiosis
  • basidiomycota