Batuan Metamorf Adalah - Ciri Ciri, Klasifikasi dan Contoh Macam Jenis Batuan Metamorf Beserta Gambarnya

Table of Contents

Batuan metamorf

Batuan metamorf (atau batuan malihan) adalah salah satu kelompok utama batuan yang merupakan hasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada sebelumnya, protolith, oleh suatu proses yang disebut metamorfisme, yang berarti "perubahan bentuk".Batuan asal atau protolith yang dikenai panas (lebih besar dari 150 °Celsius) dan tekanan ekstrem (1500 bar),akan mengalami perubahan fisika dan/atau kimia yang besar. Protolith dapat berupa batuan sedimen, batuan beku, atau batuan metamorf lain yang lebih tua.

Batuan metamorf membentuk bagian yang cukup besar dari kerak bumi dan diklasifikasikan berdasarkan tekstur, selain juga oleh susunan mineral dan susunan kimianya (fasies metamorfik). Batuan jenis ini dapat terbentuk secara mudah akibat berada dalam kedalaman tinggi, mengalami suhu tinggi dan tekanan besar dari lapisan batuan di atasnya. Mereka dapat terbentuk dari proses tektonik seperti tabrakan benua, yang menyebabkan tekanan horisontal, gesekan dan distorsi. Mereka juga terbentuk ketika batuan terpanaskan oleh intrusi dari batuan cair dan panas yang disebut magma dari interior bumi. Studi tentang batuan metamorf ( yang sekarang tersingkap di permukaan bumi akibat erosi dan pengangkatan) memberikan informasi tentang suhu dan tekanan yang terjadi pada kedalaman yang besar dalam kerak bumi. Beberapa contoh batuan metamorf adalah slate, filit, sekis, gneis, dan lain-lain.



Mengenal Batuan Metamorf

Batuan banyak sekali jenisnya. Salah satu jenis dari batuan adalah batuan Metamorf. Nama metamorf ini menjadi sebuah nama dari jenis batuan melengkapi batuan beku dan batuan sedimen. Batuan metamorf ini sering disebut juga sebagai batuan malihan. Batuan metamorf atau batuan malihan ini merupakan sekelompok batuan yang merupakan hasil dari ubahan atau transformasi dari suatu tipe batuan yang sudah ada sebelumnya (protolith)oleh suatu proses yang disebut dengan metamorfosis atau mengalami perubahan bentuk.
Batuan metamorf ini mempunyai kegunaan sangat penting bagi manuasia. Melalui penelitian yang dilakukan pada batuan metamorf ini dapat diperoleh informasi yang sangat penting mengenai suhu dan juga tekanan yang terjadi jauh di dalam permukaan bumi. Namun saat ini batuan metamorf telah banyak yang tersingkap di permukaan bumi dikarenakan adanya erosi tanah dan juga pengangkatan.


Ciri Batuan Metamorf

  • Warna
Proses dari metamorfisme yang berbeda dan beragam mengakibatkan warna batuan ini bervariasi.Mulai dari Feldspar, mika dan kwarsa. Feldspar mempunyai ciri khas yaitu adanya belahan pada warna batuan.Lalu warna kwarsa yaitu putih jernih atau putih susu. Batuan ini tidak memiliki belahan dengan berbagai bentuk.Terakhir adalah mika, yaitu batuan yang punya belahan dan berwarna hitam yang disebut dengan biotit dan yang berwarna putih disebut muskovit.
  • Struktur
Struktur dalam batuan metamorf ada dua, yaitu Foliasi dan Non-foliasi.Foliasi yang berguna sebagai lapisan pada suatu batuan metamorf dengan bentuk yang mirip dengan belahan. Hal itu adalah hasil dari suatu aktivitas penjajaran beberapa mineral yang berasal dari suatu penyusun batuanya.Non-foliasi merupakan batuan yang tanpa belahan. Tidak ada belahan pada proses ini disebabkan oleh beberapa yang berasal penyusun utamanya tidak terlihat sehingga tidak bisa diamati.
  • Bentuk Kristal
Bentuk kristal dalam kandungan batuan ini terbagi menjadi tiga jenis yaitu, yaitu euhedral, subhedral, dan anhedral.Euhedral adalah kristal sempurna namun dibatasi dengan tegas, jelas, dan teratur oleh bidang kristal yang ideal.Bentuk kristal ini adalah yang paling baik diantara ketiga jenis yang ada.Kedua adalah subhedral, definisi subhedral adalah kandungan batuan yang memiliki kristal terbatasi dengan tidak jelas dan sebagian tidak teratur oleh bidang kristal yang ada.

Proses Pembentukan Batuan Metamorf

Proses pembentukan batuan metamorf dipengaruhi oleh perubahan tekanan, suhu dan aktivitas kimia yang terkait dengan batuan yang ada. Berikut ini adalah penjelasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan batuan metamorf.
  • Perubahan Suhu
Perubahan suhu atau suhu dapat terjadi karena jatuhnya magma atau perubahan dalam gradien panas bumi. Atau bisa juga terjadi karena gesekan antar massa batuan. 
  • Perubahan Tekanan
Penyebab perubahan tekanan biasanya juga aktivitas vulkanik dan tektonik, perubahan tekanan juga dapat terjadi melalui akumulasi endapan jenis batuan yang ada.
  • Aktivitas Kimia
Aktivitas kimiawi dari cairan dan gas dalam jaringan batuan yang ada dapat menjadi penyebab pembentukan batuan metamorf, karena memainkan peran dalam perubahan komposisi kimianya. Cairan dan gas aktif yang ditemukan adalah air, karbon dioksida, asam klorida dan hidrogen klorida. Biasanya, bahan kimia ini bertindak sebagai katalis yang membentuk dan menyeimbangkan reaksi kimia.
  • Proses Modifikasi Batuan Metamorf Batuan Sumber
Batuan metamorf dapat dibentuk oleh perubahan batuan magmatik atau sedimen. Inilah prosesnya:
Magma mengalami pendinginan sehingga membeku dan membentuk batuan magmatik. Kemudian batuan magmatik dilapuk dan terkikis, sehingga partikel-partikel diangkut oleh air, angin atau es ke lokasi lain. Sekarang partikel mengendap pada titik ini (sedimentasi) dan membentuk batuan sedimen (beberapa batuan magmatik menjadi batuan metamorf langsung).Kemudian batuan sedimen berubah menjadi batuan metamorf karena peningkatan suhu, tekanan atau aktivitas kimia. Batuan metamorf kemudian mendekati asthenosphere dan berubah menjadi magma baru. Siklus kemudian kembali ke proses pembentukan magmatik.




Klasifikasi Jenis Batuan Metamorf

Batuan Malihan atau Metamorf dapat dibedakan menjadi 3 jenis dalam proses pembentukannya yang menyebabkan batuan ini terbentuk menjadi beraneka macam. Berikut ini adalah tiga jenis batuan metamorf berdasarkan proses terbentuknya :

1. Batuan Metamorf Kontak

Batuan Malihan/Metamorf kontak atau thermal adalah batuan metamorf yang terbentuk karena adanya sebuah peningkatan suhu atau pemanasan dan perubahan kimia yang terjadi karena intrusi magma.
Contoh : Batu marmer yang terbentuk dari batu gamping atau batu kapur.

2. Batuan Metamorf Dinamo

Batuan Metamorf dinamo adalah suatu batuan yang terbentuk karena terdapat tekanan yang cukup besar disertai dengan pemanasan serta tumbukan. Tekanan tersebut bisa berasal dari lapisan bertumpuk yang terdapat di atas batu dalam jangka waktu yang lama.
Contoh : Batu Sabak yang diketahui berasal dari tanah liat. Kemudian Batubara yang terbentuk dari sisa-sisa jasad hewan serta tumbuhan di daerah rawa.

3. Batuan Metamorf Thermal-Pneumatolik

Batuan Metamorf thermal-pneumatolik yaitu suatu batuan yang terbentuk karena terdapat zat-zat tertentu memasuki batuan yang pada saat itu sedang mengalami sebuah proses metamorfosis batuan.
Contoh : Batu Topaz, Zamrud dan Permata


Macam-macam Batuan Metamorfisme


1. Slate

Slate merupakan batuan metamorf terbentuk dari proses metamorfosisme batuan sedimen Shale atau Mudstone (batulempung) pada temperatur dan suhu yang rendah. Memiliki struktur foliasi (slaty cleavage) dan tersusun atas butir-butir yang sangat halus (very fine grained).
  • Asal : Metamorfisme Shale dan Mudstone
  • Warna : Abu-abu, hitam, hijau, merah
  • Ukuran butir : Very fine grained
  • Struktur : Foliated (Slaty Cleavage)
  • Komposisi : Quartz, Muscovite, Illite
  • Derajat metamorfisme : Rendah
  • Ciri khas : Mudah membelah menjadi lembaran tipis
  •  
2. FilitMerupakan batuan metamorf yang umumnya tersusun atas kuarsa, sericite mica dan klorit. Terbentuk dari kelanjutan proses metamorfosisme dari Slate.

  • Asal : Metamorfisme Shale
  • Warna : Merah, kehijauan
  • Ukuran butir : Halus
  • Stuktur : Foliated (Slaty-Schistose)
  • Komposisi : Mika, kuarsa
  • Derajat metamorfisme : Rendah – Intermediate
  • Ciri khas : Membelah mengikuti permukaan gelombang

3. GneissMerupakan batuan yang terbentuk dari hasil metamorfosisme batuan beku dalam temperatur dan tekanan yang tinggi. Dalam Gneiss dapat diperoleh rekristalisasi dan foliasi dari kuarsa, feldspar, mika dan amphibole.

  • Asal : Metamorfisme regional siltstone, shale, granit
  • Warna : Abu-abu
  • Ukuran butir : Medium – Coarse grained
  • Struktur : Foliated (Gneissic)
  • Komposisi : Kuarsa, feldspar, amphibole, mika
  • Derajat metamorfisme : Tinggi
  • Ciri khas : Kuarsa dan feldspar nampak berselang-seling dengan lapisan tipis kaya amphibole dan mika.

4. SekisSchist (sekis) adalah batuan metamorf yang mengandung lapisan mika, grafit, horndlende. Mineral pada batuan ini umumnya terpisah menjadi berkas-berkas bergelombang yang diperlihatkan dengan kristal yang mengkilap.

  • Asal : Metamorfisme siltstone, shale, basalt
  • Warna : Hitam, hijau, ungu
  • Ukuran butir : Fine – Medium Coarse
  • Struktur : Foliated (Schistose)
  • Komposisi : Mika, grafit, hornblende
  • Derajat metamorfisme : Intermediate – Tinggi
  • Ciri khas : Foliasi yang kadang bergelombang, terkadang terdapat kristal garnet

5. MarmerTerbentuk ketika batu gamping mendapat tekanan dan panas sehingga mengalami perubahan dan rekristalisasi kalsit. Utamanya tersusun dari kalsium karbonat. Marmer bersifat padat, kompak dan tanpa foliasi.

  • Asal : Metamorfisme batu gamping, dolostone
  • Warna : Bervariasi
  • Ukuran butir : Medium – Coarse Grained
  • Struktur : Non foliasi
  • Komposisi : Kalsit atau Dolomit
  • Derajat metamorfisme : Rendah – Tinggi
  • Ciri khas : Tekstur berupa butiran seperti gula, terkadang terdapat fosil, bereaksi dengan HCl.

6. KuarsitAdalah salah satu batuan metamorf yang keras dan kuat. Terbentuk ketika batupasir (sandstone) mendapat tekanan dan temperatur yang tinggi. Ketika batupasir bermetamorfosis menjadi kuarsit, butir-butir kuarsa mengalami rekristalisasi, dan biasanya tekstur dan struktur asal pada batupasir terhapus oleh proses metamorfosis .

  • Asal : Metamorfisme sandstone (batupasir)
  • Warna : Abu-abu, kekuningan, cokelat, merah
  • Ukuran butir : Medium coarse
  • Struktur : Non foliasi
  • Komposisi : Kuarsa
  • Derajat metamorfisme : Intermediate – Tinggi
  • Ciri khas : Lebih keras dibanding glass

7. MilonitMilonit merupakan batuan metamorf kompak. Terbentuk oleh rekristalisasi dinamis mineral-mineral pokok yang mengakibatkan pengurangan ukuran butir-butir batuan. Butir-butir batuan ini lebih halus dan dapat dibelah seperti schistose.

  • Asal : Metamorfisme dinamik
  • Warna : Abu-abu, kehitaman, coklat, biru
  • Ukuran butir : Fine grained
  • Struktur : Non foliasi
  • Komposisi : Kemungkinan berbeda untuk setiap batuan
  • Derajat metamorfisme : Tinggi
  • Ciri khas : Dapat dibelah-belah

8. Filonit
Merupakan batuan metamorf dengan derajat metamorfisme lebih tinggi dari Slate. Umumnya terbentuk dari proses metamorfisme Shale dan Mudstone. Filonit mirip dengan milonit, namun memiliki ukuran butiran yang lebih kasar dibanding milonit dan tidak memiliki orientasi. Selain itu, filonit merupakan milonit yang kaya akan filosilikat (klorit atau mika)
  • Asal : Metamorfisme Shale, Mudstone
  • Warna : Abu-abu, coklat, hijau, biru, kehitaman
  • Ukuran butir : Medium – Coarse grained
  • Struktur : Non foliasi
  • Komposisi  : Beragam (kuarsa, mika, dll)
  • Derajat metamorfisme : Tinggi
  • Ciri khas : Permukaan terlihat berkilau

9. SerpetinitSerpentinit, batuan yang terdiri atas satu atau lebih mineral serpentine dimana mineral ini dibentuk oleh proses serpentinisasi (serpentinization). Serpentinisasi adalah proses proses metamorfosis temperatur rendah yang menyertakan tekanan dan air, sedikit silica mafic dan batuan ultramafic teroksidasi dan ter-hidrolize dengan air menjadi serpentinit.

  • Asal : Batuan beku basa
  • Warna : Hijau terang / gelap
  • Ukuran butir : Medium grained
  • Struktur : Non foliasi
  • Komposisi : Serpentine
  • Ciri khas : Kilap berminyak dan lebih keras dibanding kuku jari

10. HornfelsHornfels terbentuk ketika shale dan claystone mengalami metamorfosis oleh temperatur dan intrusi beku, terbentuk di dekat dengan sumber panas seperti dapur magma, dike, sil. Hornfels bersifat padat tanpa foliasi.

  • Asal : Metamorfisme kontak shale dan claystone
  • Warna : Abu-abu, biru kehitaman, hitam
  • Ukuran butir : Fine grained
  • Struktur : Non foliasi
  • Komposisi : Kuarsa, mika
  • Derajat metamorfisme : Metamorfisme kontak
  • Ciri khas : Lebih keras dari pada glass, tekstur merata



Penelusuran yang terkait dengan Batuan Metamorf
  • klasifikasi batuan metamorf
  • struktur batuan metamorf
  • contoh batuan metamorf
  • contoh batuan metamorf pneumatolitik
  • deskripsi batuan metamorf
  • proses terbentuknya batuan metamorf
  • laporan batuan metamorf
  • contoh batuan metamorf kontak

Post a Comment