Pengertian Usus Besar atau Kolon - Anatomi, Fungsi, Struktur, dan Bagian Bagian Usus Besar


Pengertian Usus Besar

Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan "kolon kanan", sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan "kolon kiri". 

 

Baca Juga:  Pengertian Porifera Adalah - Ciri, Struktur Tubuh, Klasifikasi, Reproduksi Porifera dan Alat Pernapasan pada Porifera Secara Lengkap

 

Anatomi dan histologi

Secara makroskopis usus besar dapat dibagi menjadi enam bagian, yaitu sekum, kolon asenden, kolon transversus, kolon desenden, sigmoid, dan rektum.Keenam bagian ini sulit dibedakan secara histologis. Karakteristik utama pada sekum, kolon, dan rektum yaitu tidak membentuk vili seperti usus halus, memiliki kelenjar yang panjang dan berbentuk tubuli sederhana, tidak memiliki sel granuler asidofilik (sel Panneth), dan memiliki jumlah nodul limfatik yang banyak 

Gambaran histologis usus besar secara umum yaitu mengandung kripta Lieberkuhn yang lebih panjang dan lebih lurus pada tunika mukosa dibandingkan dengan usus halus.Epitel usus besar berbentuk silinder dan mengandung jauh lebih banyak sel Goblet dibandingkan usus halus Lamina propria usus besar terdiri atas jaringan ikat retikuler dan nodulus limfatikus.Seperti pada usus halus, tunika muskularis mukosa pada usus besar terdiri atas lapisan sirkuler sebelah dalam dan lapisan longitudinal sebelah luar.Tunika mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar, lemak, dan pleksus Meissner. Di sebelah luar tunika mukosa terdapat tunika muskularis eksterna dan tunika serosa . Tunika serosa ini terdiri atas mesotelium dan jaringan ikat subserosa.

 

 

Fungsi Usus Besar Dalam Sistem Pencernaan

1. Menyerap Air

Usus besar memiliki fungsi melakuakan penyerapan air dalam sistem pencernaan. Sebagian besar proses pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi memang sudah selesai melalui usus halus.Usus besar membantu menyempurnakan proses penyerapan kadar air makanan yang dikonsumsi sehingga terbentuk sisa-sisa pencernaan makanan dalam bentuk fases yang padat siap untuk dikeluarkan melalui anus.

2. Menyerap Vitamin

Fungsi usus besar menyerap vitamin yang dibantu oleh bakteri-bakteri yang hidup di dalam usus besar. Terdapat sekitar 700 spesies bakteri yang hidup didalam kolon dan menjaga kesehatan tubuh kita.Nah, bakteri yang ada pada usus besar berperan penting dalam menghasilkan vitamin K dan biotin pada tubuh.Saat tubuh kekurangan vitamin dari makanan, secara natural bakter-bakteri ini akan memproduksi vitamin dan sangat membantu menjaga kesehatan tubuh. Oh ya salah satu efek yang disebabkan oleh bakteri dalam usus besar yaitu menyebabakan buang angin (kentut).

3. Mengurangi keasaman dan melindungi tubuh dari infeksi

Fungsi kolon berperan penting dalam mengurangi kandungan keasaman dan melindungi tubuh dari infeksi. Permukaan usus besar memiliki mukosa yang mampu mengeluarkan zat bikabornat yang berfungsi untuk menetralisir zat asam yang dihasilkan dari asam lemak di usus kecilSelain itu, Lapisan mukosa yang terdapat di usus besar juga melindungi tubuh dari serangan infeksi mikroba yang dapat menganggu proses pencernaan.

4. Memproduksi antibodi

Terakhir, fungsi kolon ialah memproduksi antibodi yang dapat menciptakan sistem kekebalan tubuh.Produksi antibodi dibantu oleh jaringan limfoid yang ada pada usus besar dan juga menjaga jumlah bakteri baik agar tetap normal.Antibodi dalam usus besar juga berperan dalam melawan infeksi bakteri tidak baik dan mencegah terjadinya infeksi.

 

 

Struktur Usus Besar

Secara garis besar usus besar memiliki struktur dinding yang sejenis dengan usus halus dan sebagian besar organ pencernaan lainnya. Struktur usus besar disusun oleh 4 dinding berikut (Dari luar ke dalam):

1. Lapisan Serosa

Merupakan lapisan terluar yang terdiri atas pembuluh darah, limfe dan saraf. Lapisan serosa pada usus besar berupa jaringan ikat yang ditutupi oleh peritoneum visceral. Lapisan serosa memiliki rongga-rongga kecil tempat keluarnya cairan serosa yang berfungsi sebagai pelumas gerakan otot.

2. Lapisan Otot

Lapisan otot pada usus besar merupakan lapisan otot polos yang bekerja tanpa kita sadari. Terdapat 2 jenis serabut otot, yaitu serabut otot longitudinal (memanjang) dan serabut otot sirkuler (melingkar). Kombinasi dari kontraksi kedua jenis otot ini akan menghasilkan gerakan peristaltik usus yang berfungsi untuk memecah makanan serta membawanya ke organ pencernaan selanjutnya.

3. Lapisan Submukosa

Berupa lapisan jaringan ikat longgar yang berisi pembuluh darah, limfe, saraf dan kelenjar lendir. Pembuluh darah di lapisan submukosa usus besar memegang peranan penting dalam mengedarkan makanan yang diserap.

4. Lapisan Mukosa

Lapisan mukosa disusun oleh sel epitel sederhana dan jaringan ikat tipis. Lapisan mukosa memiliki sel goblet yang dapat menghasilkan lendir. Lendir ini merupakan sekresi dari seluruh kelenjar yang terdapat di usus besar. Lapisan yang produksinya dipengaruhi oleh hormon sekretin dan enterokirin ini sering juga disebut intestinal juice.

 


Bagian Bagian Tentang Usus Besar

Secara makroskopis, usus besar dapat dibagi menjadi 6 bagian utama, keenam bagian ini sulit dibedakan secara histologis. Pasokan nutrisi dan oksigen dari usus kecil terjadi melalui arteri mesenterika superior (atas) dan arteri mesenterika inferior (bawah). 6 bagian usus kecil adalah:

1. Sekum (cecum)
Cecum atau caecum adalah bagian pertama dari usus besar yang berbentuk seperti tas. Dapat dikatakan bahwa Sekum adalah kombinasi dari bagian terakhir dari usus kecil (ileum) dengan bagian pertama dari usus besar. Cecum memiliki panjang sekitar 7 cm. Fungsi utama tas ini adalah menyerap nutrisi yang tidak terserap di usus halus.

2. Usus Besar
Usus besar yang menaik adalah vertikal dan memanjang dari ujung bawah perut (kanan) ke hati. Usus besar adalah bagian awal dari usus besar. Fungsi utama dari usus besar yang sedang naik adalah untuk menelan makanan yang belum diserap ke dalam usus kecil.

3. Colon Tranversum
Kolon transversal merupakan kelanjutan dari kolon asendens dalam bentuk horizontal. Usus transversal melekat pada lambung, jaringan yang mendukung perlekatan ini disebut jaringan omentum. Fungsi utama usus besar dalam arah melintang adalah untuk menyempurnakan penyerapan nutrisi dari makanan dan untuk membuat tinja lebih kencang.

4. Colon Yang Layak
Kolon desendens adalah kelanjutan dari kolon transversal, yang memanjang ke bawah dan berakhir di kolon sigmoid. Colon descending bertindak sebagai pembasmi sementara dan membantu menyesuaikan kepadatan kotoran.

5. Sigmoid Usus Besar
Kolon sigmoid adalah kelanjutan dari kolon desendens, pendek dan berbentuk seperti huruf S. Kolon sigmoid terletak di sisi kiri bawah perut. Sigma memiliki jaringan otot yang kuat, sehingga dapat memenuhi fungsinya, yaitu mendorong kursi ke dalam dubur.

6. Dubur
Rektum adalah bagian terakhir dari usus kecil dengan struktur mukosa yang tebal dan kaya akan pembuluh darah. Fungsi utama rektum adalah penyimpanan sementara feses, yang kemudian diekskresikan melalui anus. Kotoran membangun saraf di dubur untuk buang air besar (BAB).

 

 Baca Juga: Pengertian Anus Adalah - Fungsi Anus, Struktur Anus dan Bagian-Bagian Anus Beserta Gambarnya

 

Penelusuran yang terkait dengan Usus Besar adalah

  • struktur usus besar
  • fungsi usus besar brainly
  • alat pencernaan setelah usus halus dan sebelum usus besar adalah
  • penyakit usus besar
  • usus kecil
  • gambar usus besar manusia
  • proses pencernaan pada usus besar
  • fungsi usus kosong