Stoikiometri Adalah - Hukum Dasar, Jenis, Rasio dan Contoh Soal Stoikiometri Secara Lengkap

Apa Itu Stoikiometri ?

Stoikiometri adalah kimia yang meneliti jumlah suatu zat, termasuk massa, jumlah mol, volume, dan jumlah partikel.Seperti disebutkan sebelumnya, pupuk adalah senyawa penting yang terlibat dalam pemupukan tanaman. Pupuk umum adalah urea. Pupuk urea memiliki rumus molekul CH4N2O.
Rumus molekul adalah rumus yang menunjukkan jumlah atom dari setiap elemen dalam suatu senyawa. Jelas, rumus molekul ini sering digunakan untuk melambangkan koneksi. Pembahasan formula molekuler tentu tidak dapat dipisahkan dari rumus empiris.
Apa rumus empirisnya? Rumus empiris adalah rumus dengan rasio atom paling sederhana dalam suatu senyawa.


Pengertian Stoikiometri Menurut Para Ahli

  1. Chang (2005) Stoikiometri yakni sebuah ilmu yang mempelajari kuantitas produk dan reaktan dalam suatu reaksi kimia. Perhitungan stoikiometri yang paling baik dikerjakan dengan dapat menyatakan kuantitas yang diketahui dan yang tidak diketahui dalam mol dan juga kemudian bila perlu dikonversi menjadi satuan lain. 
  2. Achmad dan Tupamahu (1996) Stoikiometri merupakan sebuah kajian tentang berbagai hubungan-hubungan kuantitatif dalam reaksi kimia. 
  3. Alfian (2009) Stoikiometri reaksi ialah sebuah penentuan perbandingan massa dari berbagai unsur-unsur dalam senyawa dalam pembentukan senyawanya.


Hukum Dasar Stoikiometri Kimia

1. Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier)
Massa suatu produk sama dengan massa suatu reaktan.
Contoh :
S + O 2 → SO 2
32 gr 32 gr 64 gr

2. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
Setiap senyawa kimia ini memiliki komposisi unsur dengan perbandingan massa yang tetap dimanapun dan bagaimanapun cara senyawa tersebut dibuat.
Contoh :
H 2 O → massa H : massa O = 2 : 16 = 1 : 8

3. Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton)
Jika suatu unsur bereaksi dengan unsur lainnya, maka pada perbandingan berat unsur tersebut merupakan suatu bilangan bulat dan juga sederhana.
Contoh :
  • Pada unsur N dan O dapat membentuk senyawa NO dan NO 2
  • Dalam senyawa NO yaitu massa N = massa O = 14 : 16
  • Dalam senyawa NO 2 yakni massa N = massa O = 14 : 32
  • Perbandingan massa N pada NO dan NO 2 sama maka perbandingan massa O yaitu 16 : 32 = 1 : 2

4. Hukum Perbandingan Timbal Balik ( Jeremias Benjamin Richter )
Jika dua unsur A dan B ini masing-masing bereaksi dengan suatu unsur C yang massanya sama membentuk AC dan BC, maka pada perbandingan massa A dan massa B dalam membentuk AB yakni sama dengan pada perbandingan massa A dan massa B ketika itu juga dapat membentuk AC dan BC atau kelipatan dari perbandingan ini.

5. Hukum Perbandingan Setara
Hukum ini lahir dari perpaduan Hukum Perbandingan Berganda dan Hukum Perbandingan Timbal-balik. Dari kedua hukum tersebut juga lahir sebuah istilah atau pengertian dari massa ekivalen.
Bila suatu unsur yang bergabung dengan unsur lain, maka pada perbandingan keduanya unsur tersebut ialah sebagai sebuah perbandingan massa ekivalennya atau juga suatu kelipatan sederhana dari padanya.

6. Hukum Penyatuan Volume ( Joseph Louis Gay-Lussac )
Pada suatu kondisi temperatur dan tekanan yang sama, perbandingan pada volume gas-gas pereaksi dan gas-gas produk-reaksi merupakan sebuah bilangan yang bulat dan mudah.

7. Hukum Avogadro ( Amedeo Avogadro )
Pada suatu temperatur dan tekanan yang sama, volume yang sama dari semua gas dapat mengandung jumlah molekul yang sama.


Jenis Stoikiometri

  • Stoikiometri Reaksi
toikiometri tersebut sering digunakan untuk dapat menyeimbangkan persamaan kimia yang dapat ditemukan pada stoikiometri reaksi. Hal tesebut menggambarkan bahwa hubungan kuantitatif antara zat disebabkan karena mereka berpartisipasi dalam reaksi kimia.Sebagai contoh, perhatikan reaksi kimia antara gas nitrogen dan hidrogen berikut ini.

N2 + 3H2 → 2NH3

Dalam contoh di atas, nitrogen dan hidrogen bereaksi untuk membentuk amonia (NH3). Pada reaksi tersebut menggambarkan perbandingan (rasio) kuantitatif antara molekul nitrogen, hidrogen dan amonia adalah 1 : 3 : 2. Stoikiometri reaksi ini sering digunakan untuk menyetarakan persamaan reaksi.

  • Stoikiometri Komposisi
Stoikiometri komposisi ini menjelaskan ialah kuantitatif (massa) hubungan antara suatu unsur-unsur dalam senyawa. Misalnya ialah, stoikiometri komposisi tersebut menggambarkan (massa) nitrogen dengan hidrogen yang bergabung dan menjadi amonia kompleks. yakni 1 mol nitrogen dan juga 3 mol hidrogen dalam tiap-tiap 2 mol amonia. Mol ialah satuan yang digunakan didalam kimia untuk jumlah zat.
  • Stoikiometri Gas
Jenis stoikiometri ialah berkaitan dengan suatu reaksi yang melibatkan gas, yang mana gas berada pada suatu suhu, tekanan dan juga volume yang dikenal dan juga dapat dianggap gas ideal. Untuk gas, perbandingan volume idealnya tersebut sama dengan hukum gas ideal, Namun rasio massa reaksi tunggal tersebut harus dihitung dari massa molekul reaktan serta juga produk,yang mana massa molekul ialah massa 1(satu) molekul zat.

Gas ideal ialah suatu gas teoretis yang terdiri dari 1(satu) set partikel yang bergerak acak, tanpa-berinteraksi yang mematuhi suatu hukum gas ideal. Hukum gas ideal ialah suatu persamaan keadaan gas ideal. Persamaan hukum gas ideal ialah sebagai berikut :

    “PV = nRT, yang mana P ialah tekanan, V ialah volume dan juga T ialah temperatur absolut, n ialah mol gas dan juga R ialah konstanta gas universal”.

Keterangan:
P = tekanan (atm)
V = volume gas (liter)
n = jumlah mol (mol)
R = tetapan gas = 0,082 L atm/mol K
T = 0 °C = 273 K

Rasio Stoikiometri

Sejumlah stoikiometri atau juga rasio reagen (zat yang ditambahkan ke suatu sistem dalam rangka untuk menciptakan suatu reaksi kimia) ialah jumlah atau juga rasio yang mana, dengan asumsi ialah bahwa hasil suatu reaksi selesai dengan dasar , antara lain ialah sebagai berikut:
  1. Semua reagen yang dikonsumsi
  2. Tidak terdapat defisit reagen
  3. Tidak terdapat sisa-sisa residu
  4. Reaksi hanya akan terjadi atau tercipta pada rasio stoikiometri
Reaksi hanya terjadi pada rasio stoikiometri

Stoikiometri bersandar pada hukum seperti hukum perbandingan tetap, hukum perbandingan ganda dan hukum kekekalan massa.
  • Hukum kekekalan massa = Menggunakan hukum-hukum fisika seperti hukum kekekalan massa, yang menyatakan massa reaktan sama dengan massa produk, Stoikiometri dipakai untuk mengumpulkan informasi tentang jumlah berbagai unsur yang digunakan di dalam reaksi kimia , dan apakah mereka mengambil bentuk gas, padat atau cairan.
  • Hukum perbandingan tetap = Ini menyatakan bahwasanya senyawa kimia (zat yang terdiri dari 2 atau lebih usnur) selalu berisi proporsi yang sama dari unsur (senyawa dengan satu jenis atom) dengan massa.

Contoh Soal Stoikiometri

Sebuah senyawa Propana terbakar dengan persamaan reaksi sebagai berikut ini :
C3H8+O2⟶H2O+CO2
Jika 200 g propana yang terbakar, maka hitunglah berapa jumlah H2O yang harusnya terbentuk?
Penyelesaian :
Setarakan persamaan reaksinya!
Hitung mol C3H8!
mol=m/Mr -> mol= 200 g/ 44 g/mol ->mol= 4.54 mol
Hitung rasio H2O : C3H8 -> 4:1
Hitung mol H2O dengan perbandingan contohnya 1
mol H2O : 4 = mol C3H8 : 1
-> mol H2O : 4 = 4.54 mol : 1
-> mol H2O = 4.54 x 4= 18.18 mol
Konversi dari mol ke gram.
mol = m/Mr
m = mol x Mr
m = 18.18 mol x 18
m = 327.27 gram


2. Jika ingin mencari massa SO3 yang terbentuk, anda juga dapat mencari massa molekul relatif dan mol gas SO3.

Maka, jumlah dari volume gas Odapat diukur dalam keadaan standar (STP) dan dengan massa SO3 yang telah terbentuk berurutan adalah 2,24 L dan 16 gram.

Baca Juga: Satelit Adalah - Sejarah, Jenis- jenis, Fungsi dan Cara Kerja dari Satelit Secara Lengkap



Penelusuran yang terkait dengan Stoikiometri adalah
  • rangkuman stoikiometri
  • hukum stoikiometri
  • stoikiometri larutan
  • stoikiometri senyawa
  • soal stoikiometri pdf
  • contoh soal stoikiometri dan penyelesaiannya pdf
  • stoikiometri ppt
  • stoikiometri konsep mol