Pengertian Sungai - Bagian Dari Sungai, Proses Pembentukan, dan Klasifikasi sungai atau Jenis – Jenis Sungai

Table of Contents

Pengertian Sungai

Sungai adalah air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan menuju atau bermuara ke laut, danau atau sungai yang lebih besar. Secara alami, sungai mengalir sambil melakukan aktivitas yang satu sama lain saling berhubungan. Aktivitas tersebut, antara lain erosi (pengikisan), pengangkutan (transportasi), dan pengendapan (sedimentasi). Ketiga aktivitas tersebut tergantung pada faktor kemiringan daerah aliran sungai, volume air sungai, dan kecepatan aliran.Sungai merupakan bagian dari permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah yang disekitarnya dan menjadi tempat untuk mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau, rawa atau ke sungai yang lain. Pada umumnya setiap aliran sungai dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian hulu, bagian tengah dan hilir.



Pengertian Sungai Menurut Para Ahli

Selain dari penjelasan di atas, adapun pengertian sungai menurut para ahli berikut ini untuk menambawah wawasanmu semakin luas, diantaranya:

1. Hamzah (2009)

Menurut Hamzah, sungai adalah bagian permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah dan menjadi tempat mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau, atau sungai.

2. Sobirin (2003)

Pengertian sungai ialah daerah tata air sungai yang  terdapat mekanisme inflow ke sungai dan outflow ke air tanah.
3 dari 5 halaman

3. Wardani (2018)

Menurut Wardani, pengertian sungai ialah air yang berada di permukaan daratan, yang akan menglir melalui sebuah saluran menuju tempat yang lebih rendah.

4. Dinas PU

Menurut Dinas PU, pengertian sungai adalah salah satu sumber air yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat.



Bagian Bagian Dari Sungai

  • Hulu
Sungai hulu biasanya memiliki arus yang kuat karena lereng yang curam. Erosi yang sering terjadi adalah erosi dasar sungai karena arus yang kuat.
  • Bagian Tengah
Di tengah arus berkurang, karena kemiringan lereng menurun. Tubuh aliran mulai mengembang dan melengkung, sehingga alirannya juga melambat.
  • Hilir
Di hilir, arusnya sangat lambat. Badan sungai juga lebih luas dari bagian sungai lainnya. Aliran sungai juga lemah, membuat bentuk sungai berkelok-kelok. Lengkungan sungai sering kali bergerak sedemikian rupa sehingga tepian sungai terpotong dan membentuk genangan air berbentuk tapal kuda.
  • Regim Sungai
Regim sungai adalah perbedaan batas maksimum air sungai pada musim hujan dan batas minimum air sungai pada musim kemarau.
  • Muara Sungai
Muara sungai merupakan lokasi terakhir sungai mengalir ke laut atau ke sungai lain yang lebih besar.
  • Gradien Sungai
Gradien sungai merupakan penampang memanjang sungai yang menunjukkan perbedaan kemiringan antara titik terendah (muara) dengan titik tertinggi sebuah sungai (hulu).
  • Profil Sungai
Profil sungai adalah kurva yang memperlihatkan hubungan antara jarak dan permukaan dasar sungai yang diukur sepanjang sungai, dimulai dari muara sampai ke hulu sungai.

Proses Pembentukan dari Sungai

Sungai adalah bagian dari permukaan bumi, tempat air berkumpul, dan kemudian air mengalir ke tempat yang lebih dalam. Air mengalir dan membentuk saluran.Awalnya kanal itu kecil. Namun, setelah berlari ke bagian lain, air mengikis area yang dilaluinya. Saluran air menyebabkan efek seperti erosi, transportasi, TPA dan sedimentasi.Proses-proses ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti gradien sungai, volume atau kuantitas air dan kecepatan aliran. Kemiringan yang curam menyebabkan tingkat transportasi dan erosi yang lebih tinggi.

Klasifikasi sungai / Jenis – Jenis Sungai

Berikut adalah macam-macam jenis sungai.

Berdasarkan sumber airnya

Sungai dibedakan menjadi 3 macam yaitu: sungai hujan, sungai gletser dan sungai campuran.
  • Sungai hujan, adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan.
  • Sungai gletser, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es.
  • Sungai campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es (gletser), dari hujan, dan dari sumber mata air.

Berdasarkan debit airnya (volume airnya)

Sungai dibedakan menjadi 4 macam yakni sungai permanen, sungai periodik, sungai epsodik, dan sungai ephemeral.
  • Sungai permanen, adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap.
  • Sungai periodik, adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit.
  • Sungai episodik, adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak.
  • Sungai ephemeral, adalah sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan.

Berdasarkan asal kejadiannya (genetikanya)

Sungai dibedakan menjadi 5 jenis yakni sungai konsekuen, sungai subsekuen, sungai obsekuen, sungai resekuen, dan sungai insekuen.
  • Sungai konsekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti aeah lereng awal.
  • Sungai subsekuen, atau strike valley adalah sungai yang aliran airnya mengikuti strike batuan.
  • Sungai obsekuen, adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen.
  • Sungai resekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara disungai subsekuen.
  • Sungai insekuen, adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litologi maupun struktur geologi.

Berdasarkan struktur geologinya

Sungai dibedakan menjadi 2 yakni sungai sungai anteseden dan sungai supeposed.
  • Sungai anteseden, adalah sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walaupun ada srtuktur geologi (batuan) yang melintang.
  • Sungai superposed, adalah sungai yang melintang, struktur dan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yang menutupinya.

Berdasarkan pola alirannya Noor, 2012)

Pembentukan pola aliran sungai pada dasarnya dipengaruhi oleh jenis, struktur, dan bentuk batuan. Dengan kata lain, pola aliran sungai merupakan hasil respon terhadap topografi dan struktur geologi bawah permukaannya. Adapun pola aliran sungai terdiri atas berikut.

1. Pola Aliran Dedintrik












  • Pola aliran yang paling umum ditemukan
  • Cabang – cabang sungainya seperti struktur pohon
  • Tekstur / kerapatan sungai -> dikontrol oleh litologi batuan yang homogen
  • Struktur geologi memiliki sifat ketahanan yang sama terhadap pelapuan
  • Anak sungai akan bergabung ke sungai besar pada sudut kurang dari 90 derajat

2. Pola Aliran Radial

  • Arah aliran menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunung api
  • Arah aliran menuju ke pusat -> dari lereng ke puncang gunung api
3. Pola Aliran Rectangular
pola rectangular

  • Dikendalikan oleh stuktur geologi berupa struktur kekar (rekahan) dan sesar (patahan)
  • Berkembang di batuan yang resistensi terhadap erosinya mendekati seragam
  • Pola aliran membentuk sudut karena komposisi batuan
  • Cabang – cabang sungainya membentuk sudut tumpul dengan sungai utamanya
  • Sungainya mengikuti jalur yang kurang resisten dan terkonsentrasi di tempat dengan singkapan batuannya lunak
4. Pola Aliran Trellis
pola aliran sungai trellis

  • Polanya menyerupai bentuk pagar yang seperti di perkebunan anggur
  • Adanya sungai yang mengalir lurus di sepanjang lembah -> cabangnya berasal dari lereng yang curam
  • Cabang – cabang sungainya membentuk sudut tegak lurus dengan sungai utamanya
  • Dikontrol struktur geologi berupa sinklin dan anitilin
5. Pola Aliran Centripetal
pola aliran centripetal
  • Lawan dari pola radian -> aliran sungai ke tempat yang berupa cekungan (depresi)
  • Umum dijumpai di bagian barat dan barat laut Amerika
  • Pada bulan basah, aliran sungai akan mengisi danau ephemeral (danau sementara) yang menguap pada bulan kering
  • Dataran danau tersebut dipenuhi oleh garam
6. Pola Aliran Annular
annular
  • Berbentuk seperti kubah dengan garis – garis melingkar di sekitarnya
  • Ditemukan di morfologi kubah atau intrusi loccolith
  • Arah aliran menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu dan akan bersatu kembali di hilir
7. Pola Aliran Paralel (Sejajar)
paralel atau sejajar
  • Terbentuk oleh lereng yang curam / terjal -> bentuk aliran lurus – lurus mengikuti arah lereng
  • Cabang sungai sangat sedikit
  • Terkadang sebagai indikasi adanya patahan besar dan kemiringan yang curam




Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Sungai
  • pengertian sungai menurut para ahli
  • klasifikasi sungai
  • pengertian sungai dan fungsinya
  • jenis-jenis sungai
  • sungai adalah
  • contoh sungai resekuen
  • sungai periodik
  • jenis sungai berdasarkan letaknya

Post a Comment