Kalimat Efektif : Pengertian, Ciri-Ciri, Syarat, dan 30 Contoh Kalimat Efektif [LENGKAP]

Table of Contents
Kalimat Efektif [LENGKAP]: Pengertian, Ciri-Ciri, Syarat, Contoh Via: pantun-puisi.web.id

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat efektif  adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya.

Pengertian Kalimat Efektif Menurut Para Ahli

Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa :
  •  Menurut (Rahayu: 2007)

Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca.
  •  (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan:2001) Mengatakan

Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat.
  • (Arifin: 1989) Mengatakan 

Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca.
  •  Menurut (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)

Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca.
  • Menurut  (Arif HP: 2013)

Kalimat efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat jelas padat dan mudah di mengerti serta di artikan.



Ciri-Ciri Kalimat Efektif


Berikut ini ciri-ciri kalimat efektif yang berjumlah 8 (delapan):
  1. Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur SP.
  2. Taat terhadap tata aturan ejaan yang berlaku.
  3. Menggunakan diksi yang tepat.
  4. Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.
  5. Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai.
  6. Melakukan penekanan ide pokok.
  7. Mengacu pada kehematan penggunaan kata.
  8. Menggunakan variasi struktur kalimat.


Syarat Kalimat Efektif

Pada dasarnya, ada empat syarat utama sebuah kalimat dapat dikatakan efektif atau tidak.
sumber gambar: hubpages.com

1. Sesuai EYD

Sebuah kalimat efektif haruslah menggunakan ejaan maupun tanda baca yang tepat. Kata baku pun mesti menjadi perhatian agar tidak sampai kata yang kamu tulis ternyata tidak tepat ejaannya.

2. Sistematis

Sebuah kalimat paling sederhana adalah yang memiliki susunan subjek dan predikat, kemudian ditambahkan dengan objek, pelengkap, hingga keterangan. Sebisa mungkin guna mengefektifkan kalimat, buatlah kalimat yang urutannya tidak memusingkan. Jika memang tidak ada penegasan, subjek dan predikat diharapkan selalu berada di awal kalimat.

3. Tidak Boros dan Bertele-tele

Jangan sampai kalimat yang kalian buat terlalu banyak menghambur-hamburkan kata dan terkesan bertele-tele. Pastikan susunan kalimat yang kalian rumuskan pasti dan ringkas agar orang yang membacanya mudah menangkah gagasan yang kalian tuangkan.

4. Tidak Ambigu

Syarat kalimat efektif yang terakhir, kalimat efektif menjadi sangat penting untuk menghindari pembaca dari multiftafsir. Dengan susunan kata yang ringkas, sistemastis, dan sesuai kaidah kebahasaan; pembaca tidak akan kesulitan mengartikan ide dari kalimat kalian sehingga tidak ada kesan ambigu.

Daftar Artikel Lainnya:


Syarat Kalimat Efektif

Untuk menjadi kalimat yang efektif harus memenuhi syarat-syarat yang telah di tentukan, Adapun syarat-syarat itu diantaranya ;

1. Kesatuan

Kesatuan adalah keseimbangan antara gagasan/pikiran dan keseimbangan struktur bahasa yang dipakai. Adapun kesatuan gagasan kalimat efektif diwujudkan oleh kesepadanan yang kompak dan kepaduan dari pikiran yang baik.
Ciri-ciri yang kesatuan:
a. Terdapat subjek & predikat yang jelas.
Tidak memakai kata depan seperti (di, ke, sebagai, dll) sebelum subjek.
Contoh :
  • Di masjid nurul huda para tokoh agama mendiskusikan masalah kejahatan yang terjadi. (Salah)
  • Para tokoh agama mendiskusikan masalah kejahatan yang terjadi di masjid nurul huda (Benar)
b. Tidak terdapat subjek ganda
Misalnya:
  • Pembangunan masjid baitun nur itu kami dibantu oleh warga setempat. (Salah)
  • Dalam membangun masjid baitun nur itu,  kami dibantu oleh warga setempat. (Benar)
c. Tidak memakai kata penghubung intra kalimat dalam kalimat tunggal
Misalnya:
  • Mereka datang agak terlambat. Sehingga mereka tidak bisa mengikuti acara pertama (Salah)
  • Mereka datang agak terlambat. Oleh karena itu, mereka tidak bisa mengikuti acara pertama. (Benar)
d. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata “yang”
  • Bahasa Malaysia yang berasal dari bahasa Melayu.(Salah)
  • Bahasa Malaysia berasal dari bahasa Melayu.(Benar)

2. Kehematan

Kehematan merupakan usaha menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Maksudnya tidak menjamakkan kata yang sudah berbentuk jamak, dan tidak mengulang subjek.
Contoh kalimat kehematan:
  • Karena saya tidak diundang, saya tidak datang ke pesta itu. (Salah)
    Karena tidak diundang, saya tidak datang ke pesta itu. (Benar)
  • Presiden jokowidodo menghadiri Rapin ABRI hari Senin (Salah)
    Presiden Jokowidodo menghadiri rapat ABRI Senin itu. (Benar)
  • Mereka hanya membawa badannya saja (Salah)
    Mereka membawa badannya saja / Mereka hanya membawa badannya.  (Benar)
  • Para tamu-tamu undangan. (Salah)
    Para tamu undangan. (Benar)

3. Keparalelan

Keparalelan adalah kesamaan bentuk yang dipakai dalam kalimat itu.
Artinya yakni apabila pada kata pertama berbentuk verba, maka kata kedua juga harus berbentuk verba.
Contoh :
  • Sang motivator menjelaskan, dan penerapan sebuah aplikasi pada audien yang hadir. (Salah)
  • Sang motivator menjelaskan, memaparkan, dan menerapkan sebuah aplikasi pada audien yang hadir (Benar).

4. Kelogisan

Kelogisan ialah ide kalimat nya dapat diterima oleh akal dan cara penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Contoh :
  • Waktu dan tempat saya persilahkan. (Salah)
  • Bapak presiden saya persilahkan. (Benar)

5. Kepaduan (Koherensi)

Koherensi merupakan terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentukan kalimat.
Merupakan syarat dari kalimat efektif agar diharapakan nantinya setiap informasi yang diterima tidak terpecah-pecah.
Contoh koherensi dibawah ini yakni koherensi yang rusak karena penempatan kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat.
Misalnya seperti :
  • Ayam memakan ibu tadi siang (Salah)
  • Ibu memakan ayam tadi siang (Benar)
Di bawah ini adalah contoh lain dari koherensi yang rusak karena menyisipkan sebuah kata seperti “daripada” atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Contoh :
  • Kami membahas daripada kehendak rakyat. (Salah)
  • Kami membahas kehendak rakyat. (Benar)

6. Ketepatan

Ketepatan merupakan kesesuaian pemakaian unsur-unsur yang membentuk suatu kalimat sehingga tercipta pengertian yang bulat dan pasti dan jelas.
Contoh kalimat ketepatan, dibawah ini tentang kesalahan dalam penggunaan tanda koma :
  • Angga lupa bagaimana cara melukis, mengecat dan berjahitan. (Salah)
  • Angga lupa bagaimana cara melukis, mengecat, dan menjahit.(Benar)




Perbedaan Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

Kalimat efektif merupakan kalimat yang berfungsi untuk mewakili gagasan penulisan atau gagasan pembicara dan bisa diterima oleh pembaca. Kalimat ini memuat makna khusus penulis dan sifatnya yang harus disampaikan, jelas, padat dan singkat.
Sedangkan kalimat tidak efektif merupakan kalimat yang tak terdapat sifat – sifat tertentu pada kalimatnya. Tidak terdapat aturan seperti dengan kalimat efektif.

Kalimat Efektif:
Saya adalah mahasiswa universitas Diponegoro. Saya kos di daerah Tembalang. Untuk berangkat kuliah, saya menggunakan transportasi umum, yaitu Trans semarang. Selain saya, banyak mahasiswa Universitas Diponegoro yang tinggal di Tembalang menggunakan fasilitas Trans Semarang sebagai sarana transportasi.

Kalimat Tidak Efektif:
Saya ini adalah mahasiswa dari Universitas diponegoro, kebetulan saya ngekos rumah di daerah Tembalang. Jadi untuk berangkat kuliah saya biasanya menggunakan transportasi umum seperti trans Semarang. Selain saya, banyak pula para mahasiswa Universitas Diponegoro yang juga memakai Trans Semarang sebagai salah satu sarana transportasi setiap hari.




Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

No.Kalimat EfektifKalimat Tidak Efektif
1Novan membeli jeruk untuk kakaknyaNovan membelikan jeruk kakaknya
2Setiap kali mereka jalan, mereka saling berpegang tanganSetiap kali jalan mereka saling berpegang tangan
3Septia sedang membereskan perabotan rumahIa sedang membereskan perabot – perabot rumah
4Para wanita harus  berhati – hati jika pulang malamPara wanita harus hati – hati pulang malam
5Seluruh karyawan dikenakan peraturan yang samaBaik karyawan lama atau karyawan baru dikenakan peraturan yang sama
6Karena harga BBM terus naik, rakyat menjadi sengsaraKarena BBM terus naik maka rakyat menjadi sengsara
7Pekerjaan ini akan memberikan banyak manfaat untuk masyarakatDengan pekerjaan ini akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat
8Tugas penelitian adalah menganalisis dan menyajikan hasil analisisAdalah merupakan tugas peneliti untuk menganalisis dan menyajikan hasil analisis
9Doni harus menyelesaikan berbagai kendala penelitianBerbagai kendala penelitian harus dapat diselesaikan oleh doni
10Setiap hari sabtu anak – anak latihan upacaraSetiap hari sabtu selalu latihan upacara



Penelusuran yang terkait dengan Kalimat Efektif
  • contoh kalimat efektif yang benar
  • contoh kalimat efektif brainly
  • syarat kalimat efektif
  • jenis kalimat efektif
  • prinsip kalimat efektif
  • ciri-ciri kalimat efektif
  • soal kalimat efektif
  • contoh kalimat tidak efektif diubah menjadi kalimat efektif

Post a Comment