Mobilitas Sosial: Pengertian, Bentuk, dan Dampaknya

Table of Contents

 


Mobilitas sosial adalah perpindahan status seseorang atau kelompok sosial dari kedudukan yang satu ke kedudukan yang lain. Istilah ini mengacu pada gerak perubahan dalam struktur sosial yang mencakup sifat hubungan antar individu maupun kelompok, dengan pola-pola tertentu yang mengatur organisasi di suatu kelompok sosial. Dalam konteks mobilitas sosial, individu atau kelompok dapat bergerak naik (mobilitas vertikal) atau bergerak secara horizontal (mobilitas horisontal) dalam lapisan sosial.

 

Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial melibatkan perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi sosial lainnya dalam suatu masyarakat. Perpindahan ini dapat terjadi dalam satu generasi (mobilitas intragenerasi) atau antar-generasi (mobilitas intergenerasi). Mobilitas sosial dapat terjadi akibat beberapa faktor, seperti faktor ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan.

Beberapa pengertian mobilitas sosial menurut para ahli meliputi:

  1. Horton & Hunt:

    • Mobilitas sosial adalah tindakan berpindah dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya.
  2. Paul B. Horton:

    • Mobilitas sosial adalah sebuah gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau dari strata ke satu strata lainnya.
  3. Kimball Young dan Raymond W. Mack:

    • Mobilitas sosial merupakan suatu gerak dalam struktur sosial yang mencakup sifat hubungan antar individu maupun kelompok, dengan pola-pola tertentu yang mengatur organisasi di suatu kelompok sosial.

 

Bentuk Mobilitas Sosial

1. Mobilitas Vertikal

  • Mobilitas sosial vertikal merupakan perpindahan dari suatu kedudukan ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat.
  • Perpindahan ini bisa menjadi ke tingkat yang lebih tinggi (social climbing) atau sebaliknya ke tingkat lebih rendah (social sinking).
    • Social Climbing: Terjadi ketika seseorang naik status ke kedudukan yang lebih tinggi atau terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi daripada lapisan sosial yang sudah ada sebelumnya.
    • Social Sinking: Proses penurunan status atau kedudukan seseorang, dari atas ke bawah.

2. Mobilitas Horisontal

  • Mobilitas sosial horisontal merupakan perpindahan status dalam lapisan yang sama.
  • Pada mobilitas ini, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.

Contoh-contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari meliputi:

  • Mobilitas Vertikal:
    • Seorang karyawan yang memiliki kinerja yang sangat bagus, kemudian berhasil naik pangkat menjadi manajer di kantornya.
    • Polisi yang diturunkan pangkat jabatannya karena melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas.
  • Mobilitas Horisontal:
    • Seorang kepala sekolah yang dipindahkan bertugas ke sekolah lain karena masa kerja di sekolah lamanya sudah habis.

 

Dampak Mobilitas Sosial

Dampak Positif:

  • Ketegasan Pendirian: Mobilitas sosial dapat memperkuat ketegasan individu dalam mempertahankan pendiriannya.
  • Perubahan Sosial: Mobilitas sosial dapat memicu perubahan sosial dan memperbaiki ketidaksetaraan.

Dampak Negatif:

  • Perpecahan: Mobilitas sosial dapat memperpecah belah masyarakat dan memicu konflik.
  • Ketidakstabilan: Mobilitas sosial dapat mengganggu stabilitas sosial dan menghambat kerjasama.

 

 Apa saja faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial?

Mobilitas sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor yang memengaruhi perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi sosial lainnya. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial:

  1. Faktor Struktural:

    • Faktor ini terkait dengan kesempatan seseorang untuk menempati sebuah kedudukan serta kemudahan untuk memperolehnya.
    • Kesempatan pendidikan, akses pekerjaan, dan perubahan struktur ekonomi dapat memengaruhi mobilitas sosial.
  2. Faktor Individu:

    • Kemampuan individu, pendidikan, keterampilan, dan aspirasi memainkan peran penting dalam mobilitas sosial.
    • Individu yang memiliki motivasi kuat dan kemauan untuk berubah cenderung mencapai mobilitas yang lebih tinggi.
  3. Faktor Sosial:

    • Lingkungan sosial, norma, dan nilai-nilai masyarakat memengaruhi kesempatan dan batasan mobilitas sosial.
    • Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar juga berpengaruh.
  4. Faktor Ekonomi:

    • Kondisi ekonomi, kesempatan kerja, dan distribusi sumber daya memengaruhi mobilitas sosial.
    • Ketidaksetaraan ekonomi dapat membatasi atau memperluas peluang mobilitas.
  5. Faktor Politik:

    • Kebijakan pemerintah, stabilitas politik, dan akses terhadap kekuasaan memengaruhi mobilitas sosial.
    • Kondisi politik yang stabil dan adil dapat mendukung mobilitas yang lebih baik.

Penting bagi kita untuk memahami faktor-faktor ini agar dapat memperbaiki kesetaraan dan menciptakan kesempatan yang lebih baik bagi semua orang dalam masyarakat.

 

 

Post a Comment