Pengertian Sosial, Unsur, serta Cakupan Didalamnya: Memahami Esensi Interaksi Manusia

Table of Contents

 

Sumber Gambar: Bola.com

Sosial merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini melibatkan interaksi, hubungan, dan dinamika antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Artikel ini akan membahas pengertian sosial, unsur-unsur yang membentuknya, serta cakupan atau ruang lingkup yang ada dalam bidang sosial.

 

Pengertian Sosial

Sosial secara umum merujuk pada segala sesuatu yang berkaitan dengan interaksi antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Ini mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk hubungan interpersonal, struktur sosial, nilai-nilai budaya, dan norma-norma yang mengatur tingkah laku dan interaksi sosial.

Pada tingkat yang lebih luas, sosial juga merujuk pada studi atau ilmu yang mempelajari berbagai aspek kehidupan sosial manusia, yang dikenal sebagai sosiologi. Sosiologi memeriksa berbagai fenomena sosial, seperti struktur sosial, konflik sosial, perubahan sosial, dan banyak lagi, dengan tujuan untuk memahami pola-pola, proses, dan dinamika dalam masyarakat.

 

Pengertian Sosial Menurut Para Ahli

Pengertian sosial telah menjadi subjek studi yang luas dan beragam dalam ilmu sosial dan humaniora. Berbagai ahli telah memberikan definisi yang berbeda-beda sesuai dengan pendekatan dan sudut pandang masing-masing. Berikut adalah beberapa pengertian sosial menurut para ahli terkenal:

  1. Emile Durkheim: Salah satu tokoh utama dalam sosiologi, Durkheim mendefinisikan sosial sebagai "segala sesuatu yang melampaui individu; sesuatu yang ada di luar dirinya, yang mengendalikan, menentukan, dan membentuk dirinya." Baginya, sosial adalah struktur yang memberikan bentuk dan makna pada kehidupan manusia.

  2. Max Weber: Weber, seorang sosiolog dan filsuf Jerman, menggambarkan sosial sebagai "interaksi antara individu-individu yang memiliki arti sosial." Baginya, sosial adalah hasil dari tindakan dan interaksi manusia yang bermakna dalam konteks masyarakat.

  3. Karl Marx: Fokus Marx adalah pada konflik kelas dan struktur ekonomi dalam masyarakat kapitalis. Baginya, sosial adalah produk dari konflik antara pemilik modal (kapitalis) dan pekerja (proletar).

  4. George Herbert Mead: Sebagai seorang filsuf dan psikolog sosial, Mead melihat sosial sebagai hasil dari proses sosialisasi, di mana individu menginternalisasi norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dalam interaksi sosial.

  5. Talcott Parsons: Parsons, seorang sosiolog fungsionalis, mendefinisikan sosial sebagai "sistem yang terdiri dari pola-pola perilaku yang diorganisasikan secara kompleks dan memiliki fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat." Baginya, sosial adalah tentang integrasi dan keseimbangan dalam sistem sosial.

  6. Erving Goffman: Goffman, seorang sosiolog simbolik, melihat sosial sebagai "dramaturgi sosial," di mana individu berperan dalam interaksi sosial untuk mencapai kesan tertentu di hadapan orang lain.

  7. Pitirim Sorokin: Sorokin, seorang sosiolog dan humanis, menggambarkan sosial sebagai "keseluruhan hubungan yang ada antara individu-individu, kelompok-kelompok, dan institusi-institusi sosial." Baginya, sosial adalah jaringan kompleks interaksi manusia.

  8. William Kornhauser: Kornhauser, seorang sosiolog Amerika, mendefinisikan sosial sebagai "struktur perilaku manusia dalam masyarakat yang diberikan." Baginya, sosial adalah tentang pola dan norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat.

  9. Peter Berger dan Thomas Luckmann: Dalam karyanya "The Social Construction of Reality," Berger dan Luckmann menggambarkan sosial sebagai "proses pembangunan kolektif realitas, di mana individu dan masyarakat bersama-sama menciptakan makna-makna sosial."

  10. Anthony Giddens: Giddens, seorang sosiolog Inggris, mendefinisikan sosial sebagai "interaksi sosial yang terstruktur dan berkelanjutan, yang melibatkan komunikasi, koordinasi, dan negosiasi antara individu-individu dalam masyarakat."

Meskipun pengertian sosial dari berbagai ahli ini memiliki nuansa dan fokus yang berbeda, namun secara umum, mereka semua menyoroti pentingnya interaksi, hubungan, dan struktur dalam kehidupan manusia dalam masyarakat.

 

Unsur-Unsur Sosial

Ada beberapa unsur utama yang membentuk kehidupan sosial manusia, termasuk:

  1. Individu: Individu merupakan unit dasar dari kehidupan sosial. Setiap individu memiliki identitas, kebutuhan, dan kepentingan yang unik, yang membentuk dasar dari interaksi sosial mereka dengan individu lainnya.

  2. Kelompok: Kelompok terbentuk ketika individu-individu berkumpul bersama berdasarkan kesamaan kepentingan, tujuan, atau identitas. Kelompok bisa berupa keluarga, teman sebaya, komunitas agama, atau organisasi sosial.

  3. Institusi: Institusi adalah struktur sosial yang memfasilitasi interaksi dan organisasi dalam masyarakat. Ini termasuk institusi-institusi seperti keluarga, sekolah, agama, pemerintah, dan pasar, yang memiliki peran dan fungsi tertentu dalam mengatur kehidupan sosial.

  4. Struktur Sosial: Struktur sosial mengacu pada pola-pola, hierarki, dan organisasi dalam masyarakat yang mempengaruhi interaksi antara individu atau kelompok. Ini termasuk aspek-aspek seperti kelas sosial, status sosial, dan peran sosial.

  5. Norma dan Nilai: Norma dan nilai-nilai budaya memainkan peran penting dalam membentuk tingkah laku dan interaksi sosial. Norma-norma adalah aturan atau ekspektasi yang mengatur perilaku dalam masyarakat, sedangkan nilai-nilai adalah keyakinan atau prinsip-prinsip yang dianggap penting oleh masyarakat.

     

Cakupan atau Ruang Lingkup Sosial

Bidang sosial mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk:

  1. Sosiologi: Sosiologi mempelajari struktur, proses, dan pola-pola dalam masyarakat, serta dampaknya terhadap individu dan kelompok. Ini mencakup topik-topik seperti stratifikasi sosial, deviasi sosial, kelompok-kelompok minoritas, dan banyak lagi.

  2. Antropologi Sosial: Antropologi sosial mempelajari budaya, tradisi, dan sistem kepercayaan dalam masyarakat, serta interaksi antara budaya-budaya yang berbeda. Ini mencakup topik-topik seperti kebiasaan, ritual, bahasa, dan struktur keluarga.

  3. Psikologi Sosial: Psikologi sosial mempelajari interaksi antara individu dalam konteks sosial, termasuk persepsi, sikap, dan perilaku sosial. Ini mencakup topik-topik seperti konformitas, persuasi, dan stereotip.

  4. Ekonomi Sosial: Ekonomi sosial mempelajari hubungan antara ekonomi dan masyarakat, termasuk distribusi sumber daya, sistem ekonomi alternatif, dan dampak kebijakan ekonomi terhadap masyarakat.

  5. Politik Sosial: Politik sosial mempelajari hubungan antara politik dan masyarakat, termasuk kebijakan publik, partisipasi politik, dan perubahan politik dalam masyarakat.

 

Kesimpulan

Sosial merupakan aspek fundamental dari kehidupan manusia, yang melibatkan interaksi, hubungan, dan dinamika antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Dengan memahami unsur-unsur yang membentuk kehidupan sosial, serta cakupan atau ruang lingkup yang ada dalam bidang sosial, kita dapat menghargai kompleksitas dan kepentingan dari studi sosial dalam memahami pola-pola, proses, dan dinamika dalam masyarakat.

Post a Comment