Sekuritas adalah: Definisi, Cara Kerja, Tips Memilihnya Beserta Contoh Perusahaan Sekuritas Dunia Maupun Indonesia

Table of Contents


 Apa Itu Sekuritas?

Sekuritas adalah instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan, seperti saham, obligasi, dan opsi, yang mewakili klaim atas aset atau pendapatan tertentu. Ini adalah alat yang digunakan oleh investor untuk menginvestasikan dan mengalokasikan dana mereka dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan.

Berikut adalah beberapa jenis sekuritas yang umum:

  1. Saham (Stocks): Saham mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan. Pemilik saham memiliki klaim atas bagian dari aset dan pendapatan perusahaan tersebut.

  2. Obligasi (Bonds): Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga lainnya. Pemegang obligasi memiliki klaim atas pembayaran bunga yang tetap atau imbal hasil atas pinjaman yang diberikan kepada penerbit obligasi.

  3. Opsi (Options): Opsi adalah kontrak yang memberi pemegangnya hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual aset tertentu (misalnya saham) dengan harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.

  4. Reksa Dana (Mutual Funds): Reksa dana merupakan wadah investasi yang mengumpulkan dana dari berbagai investor untuk diinvestasikan dalam berbagai instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, atau kombinasi keduanya.

  5. ETF (Exchange-Traded Funds): ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa saham seperti saham biasa. Mereka dapat mencakup berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, atau komoditas.

Sekuritas memainkan peran penting dalam pasar keuangan, memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan dana untuk pertumbuhan dan pengembangan, serta memberikan investor akses ke berbagai kesempatan investasi. Investasi dalam sekuritas memiliki risiko yang terkait dengan fluktuasi harga pasar dan kinerja perusahaan, dan para investor harus melakukan penelitian yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.

 

 Jenis-jenis Sekuritas

Ada berbagai jenis sekuritas yang diperdagangkan di pasar keuangan. Berikut adalah beberapa jenis sekuritas yang umum diperdagangkan:

  1. Saham (Stocks): Saham mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan. Pemegang saham memiliki klaim atas bagian dari aset dan pendapatan perusahaan tersebut. Saham dapat diperdagangkan di pasar primer (saat perusahaan mengeluarkan saham baru) atau di pasar sekunder (saat saham yang ada diperdagangkan antar investor).

  2. Obligasi (Bonds): Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga lainnya. Pemegang obligasi memiliki klaim atas pembayaran bunga tetap atau imbal hasil atas pinjaman yang diberikan kepada penerbit obligasi. Obligasi memiliki tanggal jatuh tempo di mana penerbit membayar pokok utang kepada pemegang obligasi.

  3. Opsi (Options): Opsi adalah kontrak yang memberi pemegangnya hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli (opsi beli) atau menjual (opsi jual) aset tertentu (biasanya saham) dengan harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Opsi dapat digunakan sebagai alat lindung nilai atau untuk mengambil spekulasi atas pergerakan harga aset yang mendasarinya.

  4. Reksa Dana (Mutual Funds): Reksa dana adalah wadah investasi yang mengumpulkan dana dari berbagai investor untuk diinvestasikan dalam berbagai instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, atau kombinasi keduanya. Manajer investasi mengelola portofolio reksa dana sesuai dengan tujuan investasi dan kebijakan investasi yang telah ditetapkan.

  5. ETF (Exchange-Traded Funds): ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa saham seperti saham biasa. Mereka mencakup berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, atau komoditas, dan mirip dengan reksa dana dalam hal diversifikasi portofolio. Namun, ETF dapat diperdagangkan selama jam perdagangan bursa dan memiliki harga yang berfluktuasi sepanjang hari perdagangan.

  6. Surat Berharga Komersial (Commercial Papers): Surat berharga komersial adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh perusahaan besar untuk memenuhi kebutuhan modal kerja mereka. Surat berharga ini umumnya memiliki jatuh tempo dalam 270 hari atau kurang dan biasanya tidak dijamin oleh aset.

  7. Surat Utang Swasta (Private Securities): Surat utang swasta adalah sekuritas yang diterbitkan oleh perusahaan swasta dan tidak diperdagangkan di bursa saham terbuka. Surat utang ini dapat berupa surat utang konvertibel, saham preferen, atau instrumen keuangan lainnya yang diterbitkan untuk mendapatkan pendanaan.

Itulah beberapa jenis sekuritas yang umum diperdagangkan di pasar keuangan. Setiap jenis sekuritas memiliki karakteristik, risiko, dan keuntungan tersendiri, dan pilihan investasi harus disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing investor.

 

 Bagaimana Cara Kerja Sekuritas?

Sekuritas bekerja sebagai instrumen keuangan yang memungkinkan investor untuk memperdagangkan klaim atas aset atau pendapatan tertentu. Cara kerja sekuritas bervariasi tergantung pada jenisnya, namun secara umum, berikut adalah prinsip dasar cara kerja sekuritas:

  1. Penerbitan: Sekuritas diterbitkan oleh entitas seperti perusahaan, pemerintah, atau lembaga keuangan. Penerbit sekuritas biasanya membutuhkan dana untuk mendanai proyek, ekspansi bisnis, atau pembiayaan operasional, sehingga mereka menerbitkan sekuritas sebagai cara untuk mengumpulkan dana.

  2. Penawaran Umum: Setelah sekuritas diterbitkan, mereka mungkin ditawarkan kepada investor melalui penawaran umum. Penawaran umum bisa berupa penjualan saham melalui pasar saham, penerbitan obligasi melalui pasar obligasi, atau penawaran unit reksa dana kepada investor individu.

  3. Pemilikan atau Klaim: Setelah investor membeli sekuritas, mereka memiliki pemilikan atau klaim atas aset atau pendapatan yang mendasarinya. Misalnya, dengan membeli saham, investor menjadi pemegang saham perusahaan dan memiliki hak atas dividen dan hak suara dalam rapat umum pemegang saham.

  4. Perdagangan: Sekuritas dapat diperdagangkan di pasar keuangan. Saham diperdagangkan di bursa saham, obligasi diperdagangkan di pasar obligasi, dan ETF serta beberapa jenis opsi diperdagangkan di bursa. Proses perdagangan memungkinkan investor untuk membeli atau menjual sekuritas sesuai dengan kebutuhan mereka.

  5. Harga Pasar: Harga sekuritas ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan di pasar. Faktor-faktor seperti kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, dan sentimen pasar dapat memengaruhi harga sekuritas. Harga sekuritas bisa naik atau turun seiring waktu, menciptakan peluang bagi investor untuk mendapatkan keuntungan atau menanggung kerugian.

  6. Pendapatan dan Dividen: Pemegang sekuritas dapat menerima pendapatan atau dividen dari investasi mereka. Misalnya, pemegang obligasi menerima pembayaran bunga secara berkala, sementara pemegang saham dapat menerima dividen jika perusahaan menghasilkan laba.

  7. Keuntungan dan Kerugian: Investor dapat menghasilkan keuntungan dari investasi mereka jika harga sekuritas naik di atas harga beli mereka. Sebaliknya, mereka bisa mengalami kerugian jika harga turun di bawah harga beli. Investasi dalam sekuritas melibatkan risiko, dan keputusan investasi harus dipertimbangkan dengan hati-hati.

Inilah prinsip dasar cara kerja sekuritas. Perdagangan sekuritas memungkinkan perusahaan mendapatkan dana yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pengembangan, sementara investor dapat menggunakan sekuritas sebagai alat untuk mengalokasikan dana mereka dan mencapai tujuan keuangan mereka.

 

 Contoh Perusahaan Sekuritas adalah

Berikut adalah beberapa contoh perusahaan sekuritas yang terkenal di dunia:

  1. Goldman Sachs: Goldman Sachs merupakan salah satu perusahaan sekuritas terkemuka di dunia yang berbasis di Amerika Serikat. Mereka terlibat dalam berbagai layanan keuangan, termasuk manajemen investasi, perbankan investasi, perdagangan saham, dan lain-lain.

  2. J.P. Morgan: J.P. Morgan Chase & Co. adalah perusahaan sekuritas global yang berbasis di AS dan menawarkan berbagai layanan keuangan, termasuk manajemen kekayaan, perbankan investasi, perdagangan saham, dan lainnya.

  3. Morgan Stanley: Morgan Stanley adalah perusahaan sekuritas dan manajemen investasi global yang berbasis di AS. Mereka terlibat dalam berbagai layanan keuangan, termasuk manajemen kekayaan, perbankan investasi, perdagangan saham, dan lainnya.

  4. UBS Group AG: UBS adalah perusahaan sekuritas global yang berbasis di Swiss. Mereka menyediakan layanan keuangan, termasuk manajemen kekayaan, perbankan investasi, perdagangan saham, dan lainnya.

  5. Credit Suisse: Credit Suisse adalah perusahaan sekuritas global yang berbasis di Swiss. Mereka terlibat dalam berbagai layanan keuangan, termasuk manajemen kekayaan, perbankan investasi, perdagangan saham, dan lainnya.

  6. Nomura Holdings: Nomura adalah perusahaan sekuritas dan manajemen investasi Jepang yang terkenal di dunia. Mereka menawarkan berbagai layanan keuangan, termasuk perbankan investasi, manajemen aset, perdagangan saham, dan lainnya.

  7. Citigroup: Citigroup adalah perusahaan jasa keuangan global yang berbasis di AS dan memiliki divisi sekuritas yang besar. Mereka menyediakan berbagai layanan keuangan, termasuk perbankan investasi, manajemen aset, perdagangan saham, dan lainnya.

Itulah beberapa contoh perusahaan sekuritas terkenal di dunia. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki reputasi yang kuat dalam industri keuangan dan menyediakan berbagai layanan untuk kebutuhan keuangan klien mereka.

 

Berikut adalah beberapa contoh perusahaan sekuritas di Indonesia:

  1. PT Mandiri Sekuritas: Mandiri Sekuritas adalah anak perusahaan dari Bank Mandiri, salah satu bank terbesar di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan berbagai layanan sekuritas termasuk perdagangan saham, penjaminan emisi efek, manajemen portofolio, dan riset investasi.

  2. PT Bahana Securities: Bahana Securities adalah salah satu perusahaan sekuritas terkemuka di Indonesia yang menawarkan layanan perdagangan saham, perdagangan obligasi, manajemen investasi, riset, serta corporate finance.

  3. PT Indo Premier Sekuritas: Indo Premier Sekuritas adalah salah satu perusahaan sekuritas yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan investasi termasuk perdagangan saham, reksa dana, dan manajemen portofolio.

  4. PT BNI Sekuritas: BNI Sekuritas adalah anak perusahaan dari Bank BNI (Persero) yang menyediakan layanan perdagangan saham, penjaminan emisi efek, manajemen portofolio, dan layanan investasi lainnya.

  5. PT Danareksa Sekuritas: Danareksa Sekuritas adalah salah satu perusahaan sekuritas tertua di Indonesia dan merupakan bagian dari grup Danareksa, sebuah lembaga keuangan terkemuka yang juga bergerak di bidang perbankan dan manajemen investasi.

  6. PT Samuel Sekuritas Indonesia: Samuel Sekuritas Indonesia adalah perusahaan sekuritas yang menawarkan berbagai layanan investasi termasuk perdagangan saham, perdagangan derivatif, manajemen investasi, dan riset pasar.

  7. PT CIMB Sekuritas Indonesia: CIMB Sekuritas Indonesia adalah anak perusahaan dari CIMB Group, sebuah grup perbankan dan keuangan terkemuka di Asia Tenggara. Perusahaan ini menyediakan layanan perdagangan saham, manajemen portofolio, serta penjaminan emisi efek.

Itulah beberapa contoh perusahaan sekuritas terkemuka di Indonesia. Setiap perusahaan sekuritas memiliki keahlian dan layanan yang berbeda-beda, sehingga investor dapat memilih perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka dalam melakukan investasi di pasar modal Indonesia.

 

 Tips Memilih Perusahaan Sekuritas yang Aman dan Terpercaya

Memilih perusahaan sekuritas yang aman dan terpercaya sangat penting untuk kesuksesan dan keamanan investasi Anda di pasar modal. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda memilih perusahaan sekuritas yang tepat:

  1. Lisensi dan Regulasi: Pastikan perusahaan sekuritas tersebut memiliki lisensi yang sah dari otoritas yang berwenang, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia. Periksa apakah perusahaan tersebut terdaftar dan diawasi oleh otoritas yang relevan untuk memastikan kepatuhan mereka terhadap peraturan dan standar yang berlaku.

  2. Reputasi dan Pengalaman: Teliti reputasi perusahaan sekuritas tersebut dan tinjau sejarah dan pengalaman mereka di pasar. Perusahaan dengan reputasi yang baik dan track record yang kuat cenderung lebih dapat dipercaya dalam memberikan layanan investasi yang berkualitas.

  3. Kualitas Layanan: Perhatikan kualitas layanan yang ditawarkan oleh perusahaan sekuritas, termasuk platform perdagangan, akses riset pasar, dukungan pelanggan, dan layanan investasi lainnya. Pilih perusahaan yang menawarkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi investasi Anda.

  4. Biaya dan Komisi: Perhatikan biaya dan komisi yang dikenakan oleh perusahaan sekuritas tersebut. Pastikan Anda memahami struktur biaya mereka, termasuk biaya transaksi, biaya penyimpanan, dan biaya administrasi lainnya. Pilih perusahaan yang menawarkan biaya yang wajar dan sesuai dengan nilai layanan yang mereka berikan.

  5. Keamanan Dana dan Perlindungan Investor: Pastikan bahwa perusahaan sekuritas tersebut memiliki sistem keamanan yang kuat untuk melindungi dana dan informasi investor. Periksa apakah perusahaan tersebut menawarkan jaminan atau asuransi untuk melindungi dana investor dalam situasi yang tidak terduga.

  6. Riset dan Analisis: Tinjau kualitas riset pasar dan analisis investasi yang disediakan oleh perusahaan sekuritas. Informasi dan rekomendasi yang akurat dan terpercaya dapat membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih baik.

  7. Rekomendasi dari Ahli Keuangan atau Teman: Mintalah rekomendasi dari ahli keuangan atau teman yang memiliki pengalaman dalam berinvestasi di pasar modal. Pengalaman dan pandangan mereka dapat memberikan wawasan berharga dalam memilih perusahaan sekuritas yang tepat.

Memilih perusahaan sekuritas yang aman dan terpercaya adalah langkah penting dalam merencanakan strategi investasi Anda. Lakukan riset yang teliti, pertimbangkan kebutuhan dan preferensi investasi Anda, dan pastikan untuk memilih perusahaan yang memenuhi standar keamanan dan kualitas layanan yang tinggi.

Post a Comment