Franchise (Waralaba): Pengertian, Jenis, dan Peraturan yang Perlu Diketahui

Table of Contents

 


Pengertian Franchise

Franchise adalah sebuah metode bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberikan hak istimewa kepada perorangan atau perusahaan lain (franchisee) untuk menggunakan merek dagang dan menjalankan bisnis dengan cara yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh franchisor.

Franchisee membayar sejumlah fee kepada franchisor untuk mendapatkan hak istimewa tersebut. Dengan demikian, franchisee bisa menggunakan merek dagang yang sudah dikenal luas, sistem operasional, strategi pemasaran, dan dukungan lain dari franchisor.

Sistem franchise pertama kali muncul di Amerika Serikat pada pertengahan 1800-an. Di Indonesia, bisnis franchise mulai berkembang pada tahun 1970-an. Beberapa contoh franchise terkenal di Indonesia antara lain McDonald's, KFC, dan Alfamart.

Keuntungan utama melakukan bisnis dengan sistem franchise adalah franchisee tidak perlu memulai usaha dari nol karena sudah mendapatkan merek, sistem operasi, dan dukungan yang terbukti sukses dari franchisor. Franchisee juga bisa memanfaatkan skala ekonomi karena membeli peralatan dan bahan baku secara terpusat.

Kerugian utama franchise adalah franchisee harus membayar fee kontinu kepada franchisor dan terikat dengan sistem dan aturan yang ditetapkan franchisor. Franchisee juga memiliki keterbatasan dalam berinovasi dan mengembangkan bisnisnya sendiri.

 

Peraturan Franchise di Indonesia

Di Indonesia, kegiatan bisnis waralaba atau franchise diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007. Beberapa hal yang diatur dalam PP tersebut antara lain:

  • Setiap perusahaan franchisor wajib mendaftarkan setiap bentuk perjanjian waralaba kepada lembaga OSS (Online Single Submission).
  • Perjanjian waralaba harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dan menggunakan hukum Indonesia.
  • Franchisor wajib memberikan prospektus penawaran waralaba yang lengkap dan jelas kepada calon franchisee.
  • Franchisor wajib memberikan bimbingan dan pelatihan kepada franchisee.
  • Franchisee berhak mendapatkan wilayah atau lokasi usaha sesuai perjanjian.
  • Franchisor dan franchisee wajib melindungi hak kekayaan intelektual yang terkait dengan waralaba.

Selain itu, kegiatan bisnis waralaba di Indonesia juga diawasi oleh Badan Pengawas Franchise (BPF) yang dibentuk oleh Kementerian Perdagangan. BPF bertugas untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha waralaba di Indonesia.

Dengan adanya peraturan dan lembaga pengawas ini, diharapkan kegiatan bisnis waralaba di Indonesia dapat berjalan secara sehat dan menguntungkan bagi seluruh pihak yang terlibat.

 

Jenis-jenis Franchise

Ada beberapa jenis utama franchise yang bisa dipilih:

Franchise Produk

Franchise produk adalah jenis franchise di mana franchisor memproduksi barang dan memberikan hak kepada franchisee untuk memasarkan dan menjual produk tersebut. Contoh franchise produk antara lain kosmetik Wardah, GarudaFood, dan lain-lain.

Franchise Jasa

Franchise jasa memberikan jasa layanan kepada konsumen seperti pendidikan, kursus, laundry, fotokopi dan lain-lain. Beberapa contoh franchise jasa yang terkenal adalah Lembaga Indonesia Amerika, English First, dan CIA Laundry.

Franchise Manufaktur

Franchise manufaktur memberikan hak kepada franchisee untuk memproduksi dan memasarkan produk dengan merek franchisor. Franchisee biasanya diberikan bahan baku dan standar produksi oleh franchisor. Contoh franchise manufaktur yang populer adalah kaleng Ultrajaya dan Aqua.

Franchise Ritel

Franchise ritel menyediakan barang dagangan kepada konsumen akhir melalui gerai atau toko. Franchise ritel contohnya minimarket Alfamart dan Indomaret, toko buku Gramedia, dan lain-lain.

Franchise Makanan & Minuman

Franchise makanan dan minuman atau F&B menyediakan makanan dan minuman siap saji kepada konsumen. Beberapa contohnya adalah McDonald's, Pizza Hut, KFC, Es Teler 77, dan lain-lain.

 

Memulai Franchise

Saat Anda ingin memulai sebuah usaha franchise, ada beberapa langkah yang harus diikuti:

Langkah-Langkah Memulai Franchise

  1. Pilihlah jenis franchise yang sesuai dengan minat, keahlian, dan modal Anda. Pastikan Anda memahami konsep bisnisnya.

  2. Lakukan riset tentang perusahaan franchisor yang akan Anda pilih. Pelajari profil, sejarah, reputasi, dan kinerja keuangannya.

  3. Hubungi perusahaan franchisor untuk mendapatkan informasi lengkap tentang biaya awal, royalti, persyaratan, dan hal lainnya.

  4. Pahami franchise agreement (perjanjian waralaba) dengan seksama sebelum menandatanganinya. Mintalah bantuan penasihat hukum jika perlu.

  5. Siapkan modal yang cukup sesuai persyaratan dari franchisor. Modal dibutuhkan untuk biaya franchise fee, beli peralatan, sewa tempat, dan modal kerja.

  6. Ikuti pelatihan yang diadakan oleh franchisor agar Anda memahami operasional bisnis franchise tersebut.

  7. Mulailah mengoperasikan bisnis franchise sesuai petunjuk dari franchisor. Lakukan promosi dan ikuti standar kualitas yang ditetapkan.

  8. Lakukan evaluasi kinerja secara berkala dan terapkan inovasi untuk pengembangan bisnis. Tetap rajin melakukan promosi dan menjaga kualitas.

Modal yang Dibutuhkan

Modal untuk memulai franchise umumnya meliputi:

  • Biaya franchise fee kepada franchisor, biasanya sekitar Rp50 juta - Rp200 juta.

  • Biaya untuk tempat usaha, renovasi, peralatan, dan perlengkapan. Bisa mencapai ratusan juta rupiah.

  • Modal kerja untuk operasional 3-6 bulan pertama. Tergantung skala bisnisnya.

  • Biaya promosi dan iklan untuk meluncurkan bisnis franchise.

  • Cadangan dana tak terduga. Disarankan minimal 20% dari total modal.

Secara keseluruhan, modal memulai franchise bisnis kecil sekitar Rp200 juta-Rp500 juta. Sedangkan franchise skala besar bisa mencapai miliaran rupiah.

Memilih Jenis Franchise

Beberapa tips memilih jenis franchise yang tepat:

  • Pilihlah jenis franchise yang sesuai minat dan keahlian Anda agar mudah mengoperasikannya.

  • Prioritaskan peluang franchise dengan reputasi dan kinerja bagus, bukan sekedar tren masa kini.

  • Pertimbangkan lokasi dan target pasar franchise tersebut apakah sesuai rencana Anda.

  • Analisa potensi keuntungan dan prospek jangka panjangnya di masa mendatang.

  • Franchise dengan modal kecil punya risiko lebih rendah, cocok untuk pemula.

  • Bandingkan penawaran beberapa franchisor sebelum memutuskan bergabung dengan salah satunya.

Pilihan jenis franchise yang tepat sangat penting agar usaha Anda bisa sukses dan menguntungkan.

 

Memilih Franchisor

Dalam memilih franchisor, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan agar mendapatkan franchisor yang baik dan terpercaya:

Kriteria franchisor yang baik

  • Memiliki reputasi yang baik di industri franchise. Lakukan riset untuk mengetahui reputasi dan ulasan dari franchisee lainnya. Hindari franchisor dengan banyak keluhan buruk.

  • Sudah berpengalaman menjalankan bisnis franchise selama bertahun-tahun. Semakin lama berdiri, semakin banyak pengalaman yang dimiliki.

  • Memberikan dukungan yang baik kepada franchisee, seperti pelatihan, pemasaran, dan pengembangan bisnis. Pastikan support yang diberikan sesuai dengan kebutuhan Anda.

  • Memiliki jaringan franchise yang luas, setidaknya sudah memiliki 50-100 franchisee yang sukses. Ini menunjukkan model bisnisnya telah terbukti berhasil.

  • Adil dan transparan dalam hal biaya franchising dan royalti bulanan. Hindari biaya tersembunyi.

  • Menyediakan operating manual yang lengkap dan mudah dipahami. Ini akan memudahkan franchisee menjalankan bisnis sesuai standar.

  • Mempunyai produk dan merek yang sudah dikenal masyarakat luas. Ini akan mempermudah pemasaran.

Riset tentang reputasi franchisor

Sebelum memutuskan bergabung dengan sebuah franchisor, lakukan riset mendalam terlebih dahulu:

  • Cari tahu reputasi dan ulasan franchisee lain di internet atau media sosial. Bandingkan beberapa franchisor sejenis.

  • Hubungi beberapa franchisee untuk bertanya langsung tentang pengalaman mereka. Tanya tentang dukungan yang diberikan dan kepuasan mereka.

  • Kunjungi beberapa outlet franchise tersebut untuk menilai sendiri kualitasnya. Amati pelayanan dan operasionalnya.

  • Periksa apakah ada masalah hukum atau pengaduan konsumen terhadap franchisor tersebut. Cek di BBB (Better Business Bureau) atau lembaga perlindungan konsumen.

  • Pastikan franchisor mengungkapkan semua biaya, peraturan, dan kewajiban dengan transparan sebelum bergabung. Hindari franchisor yang menutup-nutupi informasi penting.

Melakukan riset yang menyeluruh penting dilakukan agar yakin bergabung dengan franchisor yang tepat dan menghindari risiko finansial di kemudian hari. Pilih franchisor yang terbukti memberikan nilai tambah besar pada franchisee-nya.

 

Keuntungan Franchise

Membuka bisnis dengan sistem franchise memiliki sejumlah keuntungan dibandingkan membangun bisnis baru dari nol. Beberapa keuntungan utama melakukan bisnis franchise antara lain:

Pendapatan Lebih Stabil

Dengan bergabung ke jaringan franchise yang sudah mapan, Anda bisa memanfaatkan merek dan produk yang sudah dikenal oleh masyarakat. Hal ini membuat arus pendapatan jadi lebih stabil karena konsumen sudah mengenal brand dari franchise tersebut.

Branding Sudah Dikenal

Anda tidak perlu membangun branding dari nol karena waralaba sudah memiliki brand awareness di pasar. Konsumen sudah mengetahui product knowledge sehingga lebih mudah melakukan penjualan.

Dukungan dari Franchisor

Sebagai franchisee, Anda akan mendapatkan dukungan penuh dari franchisor dalam hal pelatihan, pemasaran, supply barang, dan hal teknis lainnya. Franchisor juga membantu franchisee dalam memilih lokasi usaha yang strategis.

Dengan menjadi bagian dari jaringan waralaba yang sudah mapan, proses memulai dan menjalankan bisnis jadi lebih mudah karena sistem dan support-nya sudah tersedia.

 

Kerugian Franchise

Menjalankan bisnis dengan sistem franchise tentu memiliki beberapa kerugian yang harus dipertimbangkan, di antaranya:

  • Biaya royalty tinggi - Franchisee harus membayar biaya royalty kepada franchisor sebesar persentase tertentu dari penjualan. Biaya ini bisa mencapai 10% atau lebih, tergantung perjanjian. Royalty yang tinggi bisa mengurangi keuntungan franchisee.

  • Ketergantungan pada sistem franchisor - Franchisee harus mengikuti sistem dan aturan yang ditetapkan oleh franchisor dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini bisa membatasi kreativitas dan inovasi franchisee.

  • Kurang fleksibilitas - Franchisee memiliki sedikit fleksibilitas dalam menentukan lokasi, produk, harga jual, promosi, dan aspek operasional lainnya. Semua sudah diatur oleh franchisor.

Jadi sebelum memulai bisnis franchise, pastikan untuk mempertimbangkan kerugian potensial ini agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari. Evaluasi apakah keuntungan yang ditawarkan franchise lebih besar daripada biaya dan kerugian yang harus ditanggung.

 

Franchise Terlaris di Indonesia

Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk bisnis waralaba atau franchise. Banyak brand lokal maupun internasional yang sukses melalui sistem franchise di Indonesia. Berikut adalah beberapa franchise yang paling laris dan sukses di Indonesia:

Makanan & Minuman

Brand makanan dan minuman mendominasi bisnis franchise di Indonesia. Beberapa yang paling sukses antara lain:

  • KFC - Jaringan restoran ayam goreng cepat saji asal Amerika Serikat ini sudah hadir di 500 lokasi di Indonesia.

  • McDonald's - Jaringan restoran cepat saji asal Amerika ini berdiri sejak tahun 1991 dan kini memiliki lebih dari 260 restoran di Indonesia.

  • Chatime - Brand minuman bubble tea asal Taiwan ini berkembang pesat sejak memasuki Indonesia pada 2011. Kini ada lebih dari 550 outlet Chatime di seluruh Indonesia.

  • Solaria - Brand restoran cepat saji dari Indonesia yang dikenal dengan roti bakarnya. Solaria memiliki lebih dari 800 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Fashion & Aksesoris

  • H&M - Ritel pakaian asal Swedia ini membuka gerai pertamanya di Indonesia pada 2013. Kini sudah ada 13 gerai H&M di Indonesia.

  • Charles & Keith - Brand sepatu dan aksesoris asal Singapura ini ada di lebih dari 100 lokasi di kota-kota besar Indonesia.

  • Miniso - Ritel produk lifestyle dan pernak-pernik kehidupan sehari-hari asal China ini berkembang pesat di Indonesia dengan lebih dari 150 gerai.

Pendidikan

  • Kumon - Jaringan bimbingan belajar asal Jepang ini ada di lebih dari 800 lokasi di seluruh Indonesia. Metode pembelajaran Kumon sudah dikenal luas di Indonesia.

  • Primagama - Bimbel terbesar asal Indonesia yang menyediakan bimbingan ujian masuk perguruan tinggi. Primagama memiliki lebih dari 200 cabang di Indonesia.

Itulah beberapa contoh franchise yang paling laris dan sukses berkembang di Indonesia. Minat masyarakat Indonesia yang tinggi terhadap produk dan jasa dari brand-brand terkenal membuat Indonesia menjadi pasar yang potensial untuk pengembangan bisnis waralaba atau franchise.

 

Mitra Franchise

Menjadi mitra dalam sistem franchise tentunya memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi. Beberapa syarat umum menjadi mitra franchise antara lain:

  • Memiliki modal yang cukup. Modal merupakan salah satu syarat utama untuk bisa menjadi mitra franchise. Modal diperlukan untuk membayar initial fee kepada franchisor.

  • Memiliki minat di bidang usaha tersebut. Menjadi mitra franchise memerlukan komitmen dan minat yang tinggi agar usaha bisa berjalan lancar.

  • Mampu mengikuti sistem dan standar operasional franchisor. Sebagai mitra, Anda harus mampu menjalankan sistem bisnis sesuai standar yang ditetapkan franchisor.

  • Bersedia dibina dan diawasi oleh franchisor. Sebagai mitra, Anda harus bersedia untuk dibina agar dapat menjalankan bisnis dengan baik.

  • Memiliki etos kerja dan disiplin tinggi. Menjalankan bisnis franchise memerlukan kerja keras dan kedisiplinan agar sukses.

Selain syarat-syarat tersebut, ada pula hak dan kewajiban yang dimiliki oleh mitra franchise:

Hak Mitra Franchise

  • Mendapatkan hak eksklusif untuk menjalankan bisnis franchise di wilayah tertentu. Mitra berhak mendapatkan perlindungan area atau wilayah operasi.

  • Mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari franchisor. Mitra berhak mendapatkan support dari franchisor berupa pelatihan dan bimbingan.

  • Menggunakan merek, sistem, dan standar operasional waralaba. Mitra berhak menggunakan merek dagang, sistem, dan SOP yang sudah terbukti dari franchisor.

Kewajiban Mitra Franchise

  • Membayar initial fee dan royalty fee secara teratur kepada franchisor. Ini adalah kewajiban utama mitra franchise.

  • Mengikuti standar dan prosedur operasional waralaba dengan disiplin. Mitra harus mengikuti SOP dan standar yang sudah ditentukan.

  • Menjaga citra brand dan kualitas produk/layanan franchise. Mitra wajib menjaga nama baik franchisor dalam menjalankan bisnis.

  • Melaporkan perkembangan bisnis secara berkala kepada franchisor. Mitra harus membuat laporan secara rutin kepada franchisor.

Dengan memahami syarat dan hak kewajiban tersebut, calon mitra bisa menentukan apakah mereka siap untuk bergabung dalam bisnis franchise atau tidak. Memilih untuk bergabung sebagai mitra franchise tentunya akan memberikan banyak manfaat jika dilakukan dengan persiapan matang.

 

Kesimpulan

Franchise atau waralaba adalah suatu model bisnis yang memungkinkan perusahaan menggunakan merek dagang dan metode bisnis milik perusahaan lain, atau franchisor, dengan imbalan royalti atau fee tertentu. Di Indonesia, franchise diatur oleh Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/PER/8/2008 yang melindungi hak dan kewajiban franchisor dan franchisee.

Terdapat berbagai jenis bentuk franchise seperti product distribution, business format, dan manufacturing. Franchise terlaris di Indonesia berasal dari berbagai bidang industri seperti makanan, minuman, ritel, jasa kebersihan, dan lainnya.

Keuntungan melakukan franchise di antaranya adalah brand awareness yang sudah dikenal, dukungan operasional dan pemasaran dari franchisor, serta peluang untuk berkembang dengan membuka gerai lainnya. Sementara risikonya termasuk biaya waralaba awal yang besar, keterbatasan kreativitas, dan keharusan mengikuti sistem franchisor.

Secara keseluruhan, franchise merupakan model bisnis yang menjanjikan di Indonesia dengan pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya. Calon investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti modal awal, minat pada merek tertentu, dukungan franchisor, dan prospek pasar sebelum memutuskan untuk melakukan waralaba.

Post a Comment