Pengertian Pembelajaran Kooperatif Adalah : Menurut Para Ahli, Pemahaman, Prinsip Dasar, Ciri-Ciri , Tujuan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif


Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode belajar dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda, kelompok kecil ini setiap anggotanya dituntut untuk saling bekerjasama antar anggota kelompok yang satu dengan yang lain.
Pembelajaran kooperatif ini dikembangkan berdasarkan teori kognitif konstruktivitis. Hal ini terlihat pada teori Vygotsky yaitu tentang penekanan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran. Vygotsky yakin bahwa fungsi mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul dalam percakapan atau kerjasama antar individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu terserap kedalam individu tersebut.Implikasi dari teori Vygotsky ini menghendaki susunan kelas berbentuk pembelajaran kooperatif.

Untuk mencapai hasil pembelajaran kooperatif yang memadai diperlukan kemampuan berfikir untuk memecahkan masalah yang ditemui menuju tercapainya suatu pembelajaran biologi yang bermutu. Untuk mencapai pembelajaran kooperatif yang baik, peneliti-peneliti harus menggunakan metode pembelajaran kooperatif yang dapat dijadikan sebagai penataan cara-cara sehingga terbentuk suatu ukuran langkah-langkah yang dapat digunakan untuk mencapai hasil pembelajaran kooperatif yang lebih efektif.
 
 
 

Pengertian Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Menurut Para Ahli 

 

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran kelompok dengan jumlah peserta didik 2-5 orang dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya untuk saling membantu agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang maksimal. Berikut ini merupakan beberapa pengertian pembelajaran kooperatif (cooperative learning) menurut para ahli.

  1. Depdiknas (2003:5) “Pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) merupakan strategi pembelajaran melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar”.
  2. Bern dan Erickson (2001:5) “Cooperative learning (pembelajaran kooperatif) merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil di mana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar”.
  3. Johnson, et al. (1994); Hamid Hasan (1996) “Belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil (2-5 orang) dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok”.
  4. Suprijono, Agus (2010:54) “Model pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru”.
  5. Slavin (Isjoni, 2011:15)  “In cooperative learning methods, students work together in four member teams to master material initially presented by the teacher”. Ini berarti bahwa cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar. Dari beberapa pengertian menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah cara belajar dalam bentuk kelompok-kelompok kecil yang saling bekerjasama dan diarahkan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan”.
  6. Eggen and Kauchak (1996:279) “Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama”.
  7. Sunal dan Hans (2000) “Cooperative learning merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama proses pembelajaran”.
  8. Stahl (1994) “Cooperative learning dapat meningkatkan belajar siswa lebih baik dan meningkatkan sikap tolong menolong dalam perilaku sosial”.
  9. Kauchak dan Eggen dalam Azizah (1998) “Cooperative learning merupakan strategi pembelajaran yang melibatkan siswa untuk bekerja secara kolaboratif dalam mencapai tujuan”.
  10. Djajadisastra (1982) “Metode belajar kelompok merupakan suatu metode mengajar dimana murid-murid disusun dalam kelompok-kelompok waktu menerima pelajaran atau mengerjakan soal-soal dan tugas-tugas”.
 
 

Pemahaman Pembelajaran Kooperatif

Pemahaman belajar kooperatif seseorang yang dapat diwujudkan dalam prestasi belajar adalah hal yang sangat tergolong penting. Hal tersebut karena akan banyak mempengaruhi peranan dan aktifitas guru dalam mengajar dan aktifitas siswa dalam belajar.
Mengajar kooperatif bukan sekedar proses penyampaian ilmu pengetahuan melainkan terjadinya interaksi manusiawi dengan berbagai aspek yang cukup kompleks. Pemahaman dalam belajar kooperatif seorang siswa dapat diketahui apabila diadakan evaluasi belajar. Evaluasi belajar merupakan salah satu tugas guru dalam meninjau sejauh mana pemahaman belajar kooperatif siswa dengan menggunakan metode belajar kooperatif tersebut. Dalam dunia pendidikan, kita ketahui bahwa selama satu periode pendidikan, orang selalu mengadakan evaluasi, artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan selalu mengadakan penilaian terhadap hasil belajar yang telah dicapai baik oleh pihak pendidik maupun yang terdidik. Dalam proses belajar mengajar berlangsung, guru hendaknya sebagai evaluator yang baik. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang dirumuskan tercapai atau belum dan materi serta metode mengajar yang diterapkan apakah sudah cukup baik atau belum.
Berkenaan dengan pemahaman pembelajaran kooperatif, telah dijelaskan di atas pada umumnya proses belajar mengajar kooperatif lebih efektif jika menggunakan metode belajar kooperatif tersebut. Karena metode belajar kooperatif ini akan banyak saling berinteraksi satu dengan yang lainnya dan lebih banyak bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil serta memiliki kemampuan dan keberanian untuk mengeluarkan pendapat Thomson dan Smith dalam (Has, 2005: 9).

Di dalam pembelajaran kooperatif, ada beberapa unsur yang terdapat di dalam pembelajaran kooperatif, adalah :
  1. Positive independence (saling ketergantungan), Artinya siswa merasa bahwa mereka saling bergantung secara positif dan saling terkait antar sesama anggota kelompok, merasa tidak sukses jika temannya tidak sukses, unsur ini memiliki prinsip yakni “tenggelam atau berenang bersama”.
  2. Individual accountability (pertanggung jawaban individu), Artinya siswa memiliki tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi, keberhasilan kelompok tergantung pada keberhasilan individu. Artinya setiap individu harus aktif terhadap kelompoknya.
  3. Mereka semuanya harus memiliki pola pikir bahwa mereka memiliki tujuan yang sama yakni aktif dalam proses belajar mengajar, dan juga aktif terhadap kelompoknya.
  4. Harus berbagi tugas dan berbagi tanggung jawab sama besarnya diantara para anggota kelompoknya.
  5. Diberikan evaluasi secara individu yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.

 

 

Prinsip Dasar Pembelajaran Kooperatif

Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut:

  1. Setiap anggota kelompok (siswa) memiliki bertanggung jawab atas semua yang dilakukan dalam kelompoknya.
  2. Setiap anggota kelompok (siswa) harus tahu bahwa semua anggota kelompok memiliki tujuan yang sama.
  3. Setiap anggota kelompok (siswa) harus berbagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompok.
  4. Setiap anggota kelompok (siswa) akan dievaluasi.
  5. Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses pembelajaran.
  6. Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta bertanggung jawab secara individual atas materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

 

Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif

Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut :

  • Siswa dalam kelompok secara kooperatif melengkapi materi pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai.
  • Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan berbeda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari berbagai ras, budaya, suku dan memperhatikan kesetaraan gender.
  • Penghargaan lebih ditekankan dalam kelompok daripada masing-masing individu.
Dalam pembelajaran kooperatif diskusi dan komunikasi dikembangkan dengan tujuan agar siswa berbagi kemampuan, belajar satu sama lain untuk berpikir kritis, berbagi pendapat, saling memberikan kesempatan untuk menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, menilai kemampuan dan peran mereka sendiri dan teman-teman teman lain.


 Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Slavin (2005) mengemukakan tujuan yang paling penting dari model pembelajaran kooperatif adalah untuk memberikan para siswa pengetahuan, konsep, kemampuan, dan pemahaman yang mereka butuhkan supaya bisa menjadi anggota masyarakat yang bahagia dan memberikan kontribusi. Wisenbaken (Slavin, 2005) mengemukakan bahwa tujuan model pembelajaran kooperatif adalah menciptakan norma-norma yang proakademik di antara para siswa, dan norma-norma pro-akademik memiliki pengaruh yang amat penting bagi pencapaian siswa.

 

Kelemahan Pembelajaran Kooperatif

Kelemahan pembelajaran kooperatif bersumber pada dua faktor, yaitu faktor dari dalam (intern) dan faktor dari luar (ekstern). Faktor dari dalam yaitu sebagai berikut.
  • guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran dan waktu;
  • agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai;
  • selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dan
  • saat diskusi kelas, terkadang didominasi oleh seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.

 

Manfaat Pembelajaran Kooperatif

Sadker (Miftahul, 2011: 66) menjabarkan beberapa manfaat pembelajaran kooperatif. Selain itu, meningkatkan keterampilan kognitif dan afektif siswa, pembelajaran kooperatif juga memberikan manfaat-manfaat besar lain seperti berikut ini.

  • siswa yang diajari dengan dan dalam struktur-struktur kooperatif akan memperoleh hasil pembelajaran yang lebih tinggi;
  • siswa yang berpartisipasi dalam pembelajaran kooperatif akan memiliki sikap harga-diri yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih besar untuk belajar;
  • dengan pembelajaran kooperatif, siswa menjadi lebih peduli pada temantemannya, dan di antara mereka akan terbangun rasa ketergantungan yang positif (interdependensi positif) untuk proses belajar mereka nanti;
  • pembelajaran kooperatif meningkatkan rasa penerimaan siswa terhadap teman-temannya yang berasal dari latar belakang ras dan etnik yang berbedabeda.

 

 Baca Juga: Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup serta Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

 

Demikian Penjelasan Tentang   Pengertian Pembelajaran Kooperatif Adalah : Menurut Para Ahli, Pemahaman, Prinsip Dasar, Ciri-Ciri , Tujuan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif. Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih

 

Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Pembelajaran Kooperatif

  • pengertian pembelajaran kooperatif menurut para ahli
  • pengertian kooperatif
  • pembelajaran kooperatif pdf
  • contoh pembelajaran kooperatif
  • karakteristik pembelajaran kooperatif
  • tujuan pembelajaran kooperatif
  • tipe model pembelajaran kooperatif
  • fungsi pembelajaran kooperatif