Pengertian Gagap Adalah : Faktor Penyebab, Gejala, Faktor, dan Pengobatan Gagap


Pengertian Gagap

Gagap adalah suatu gangguan bicara di mana aliran bicara terganggu tanpa disadari oleh pengulangan dan pemanjangan suara, suku kata, kata, atau frasa; serta jeda atau hambatan tak disadari yang mengakibatkan gagalnya produksi suara. Umumnya, gagap bukan disebabkan oleh proses fisik produksi suara (lihat gangguan suara) atau proses penerjemahan pikiran menjadi kata (lihat disleksia). Gagap juga tak berhubungan dengan tingkat kecerdasan seseorang. Di luar kegagapannya, orang yang gagap umumnya normal.

Gangguan ini juga bersifat variabel, yang berarti bahwa pada situasi tertentu, seperti berbicara melalui telpon, tingkat kegagapan dapat meningkat atau menurun. Walaupun penyebab utama gagap tidak diketahui, faktor genetik dan neurofisiologi diduga berperan atas timbulnya gangguan ini. Banyak teknik terapi bicara yang dapat meningkatkan kefasihan bicara pada beberapa orang.

 

 Baca Juga: Rumus Luas Prisma , Keliling, Rumus Volume Prisma Beserta Soal dan Jawaban Prisma

 

Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin bisa menyebabkan gagap, yaitu:
  1. Faktor perkembangan, Anak kecil yang hingga usia 3,5 tahun masih terbata-bata dalam berbicara, ada kemungkinan bisa mengakibatkan gangguan gagap hingga dewasa nanti. Jika sejak awal kemampuan berbahasanya tidak cukup berkembang, hal ini bisa menghambat perkembangan sehingga akan terjadi keterlambatan berbicara.
  2. Faktor neurogenik, Gagap bisa terjadi ketika sinyal antara otak, saraf berbicara dan otot tidak bekerja dengan benar. Hal ini bisa mempengaruhi anak-anak, orang dewasa serta orang yang setelah terkena stroke atau cedera otak.
  3. Faktor psikologis, Alasan utama terjadinya gagap dalam jangka waktu yang panjang adalah akibat beberapa faktor psikologis yang dapat memperburuk kondisinya seperti stres, malu, cemas atau rendah diri.
Jika gagap yang dialami telah sangat mengganggu aktivitas serta melibatkan emosional seperti menjadi takut untuk bertemu orang, menimbulkan efek buruk pada kesehatan serta frekuensinya semakin sering, sebaiknya segera konsultasikan dengan ahli untuk mendapatkan pertolongan.
Penyebabnya gagap bisa saja karena: sering di omelin masih kecil, ditabokin masih kecil, stress,  depresi,  trauma dan  tekanan batin.

 

Gejala Gagap

Seseorang yang menderita gagap biasanya mengalami kesulitan dalam berbicara, berupa mengulang atau memperpanjang penyebutan suatu kata. Misalnya “ma-ma-ma-makan” atau “mmmmmmmakan”. Penderita gagap juga biasanya sering mengambil jeda dalam berbicara, menggunakan kata pengisi seperti “ummm” atau “aaa” dalam jeda tersebut, dan menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya.

Gagap juga memiliki gejala fisik. Gejala fisik yang umumnya muncul pada penderita gagap adalah bibir gemetar, mata berkedip secara berlebihan, ketegangan pada wajah, sering mengepalkan tangan, dan otot wajah berkedut.Gejala gagap dapat memburuk ketika penderitanya merasakan lelah, stres, penuh tekanan, terburu-buru, atau bahkan terlalu bersemangat dalam suatu hal. Namun, gagap dapat tidak muncul ketika penderita gagap tengah bernyanyi atau berbicara dengan dirinya sendiri.

Meski umumnya gagap dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi sebaiknya penderita gagap memeriksakan diri ke dokter, bila:

  • Gagap berlangsung lebih lama dari 6 bulan.
  • Gagap tetap muncul atau bahkan frekuensi kambuhnya meningkat ketika anak-anak bertambah dewasa.
  • Memengaruhi kemampuan berkomunikasi di sekolah, tempat kerja, atau lingkungan tempat tinggal.
  • Menyebabkan gangguan emosional, seperti gelisah, takut, dan menghindar dari aktivitas atau situasi yang mengharuskan berbicara.
  • Mengalami kesulitan untuk mengucapkan semua kata.

 

 

Faktor Risiko

Banyak faktor yang menyebabkan Anda berisiko terkena kondisi ini, yaitu:

  • Memiliki kerabat yang gagap: gagap cenderung menurun di keluarga
  • Perkembangan yang terlambat: anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan atau gangguan bicara lainnya cenderung gagap
  • Pria: pria lebih mudah mengalami gangguan bicara ini dibandingkan dengan wanita
  • Stres: stres pada keluarga, ekspektasi orangtua yang tinggi, atau tekanan lainnya dapat memperburuk kondisi ini

 

 Pengobatan Gagap

Terapi perilaku merupakan salah satu terapi gagap. Meyakinkan orang gagap bahwa gagap adalah sesuatu yang dapat diubah. Selain itu, terapi bicara juga dapat dilakukan untuk menekankan pada kecepatan bicara, transisi yang halus antar suara, suku kata dan kata.

Cara lain untuk mengatasi gagap yaitu dengan pijat syaraf bicara. Pijatan ini dilakukan di sekitar wajah, mulut dan leher seseorang yang gagap. Seseorang yang gagap mempunyai kecenderungan untuk tidak berbicara dalam kesehariannya. Hal ini menyebabkan otot dan syaraf bicaranya menjadi kaku, sehingga mulut menjadi lebih sulit digerakkan. Setelah otot dan syaraf gagap lentur karena dipijat, barulah sang gagap ini diberikan terapi bicara sesuai dengan usianya

Banyak cara mengatasi penyakit itu yaitu :
  1. Banyak berbicara perlahan dengan teman or kerabat yang bisa menerima kita
  2. Banyak membaca dengan di nyanyikan
  3. Banyak membaca buku dengan suara kelas dan lantang
  4. Olah raga buat mengatur pernafasan
  5. Kalau muslim baca Al-Qur'an dengan di suarakan
  6. Jangan lupa berdo'a kepada Allah S.W.T
Jika gagap bicara disebabkan penyakit, maka kelainan yang disebabkan penyakit itu harus diketahui. Misalnya kelainan bicara, kelainan pernafasan bahkan kelainan makan. “Karena itu penanganannya memang butuh waktu cukup lama, harus tekun selama masa rehab,”

 

 

 Baca Juga: 150 Kosakata Bahasa Arab Nama-Nama Profesi Terlengkap

 
Demikian Penjelasan Tentang  Pengertian Gagap  Adalah : Faktor Penyebab, Gejala, Faktor, dan  Pengobatan Gagap. Jangan Lupa selalu kunjungi referensisiswa.my.id untuk mendapatkan Artikel Lainnya. Terimakasih

 

 Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Gagap

  • jenis gagap
  • kelebihan orang gagap
  • doa hilangkan gagap
  • hipnoterapi gagap
  • cara mengatasi gagap pada anak
  • pengalaman sembuh dari gagap
  • doa untuk anak yang gagap
  • apakah gagap bisa disembuhka