Pengertian Pembuluh Nadi Atau Pembuluh Arteri - Struktur, Fungsi, Ciri-Ciri dan Jenis – Jenis Pembuluh Nadi (Arteri)

Pengertian Pembuluh Nadi Atau Pembuluh Arteri

Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis.







Struktur dan Bagian Pembuluh Nadi (Arteri)

  •  Tunika Intima (Lapisan Dalam)
Tunika intima merupakan lapisan yang disusun oleh sel epitel skuamos dan dikelilingi oleh jaringan ikat dengan serat elastin.
  • Tunika Media (Lapisan Tengah)
Tunika media disusun oleh sel otot polos yang terorientasi melingkar. Tunika media merupakan lapisan paling tebal pada arteri.Fungsi dari otot ini adalah untuk melebarkan (dilatasi) dan mengecilkan (kontraksi) diameter arteri sesuai dengan kebutuhan tubuh. Fungsi dari tunika media ini dapat juga mempengaruhi tekanan darah seseorang.
  • Tunika Adventisia (Lapisan Terluar)
Tunika Adventisia adalah bagian terluar dari pembuluh nadi (arteri) yang menempel pada jaringan sekitar pembuluh darah. Tunika Adventisia disusun oleh jaringan ikat kolagen dan elastin.

  • Anastomosis Arteriovenosa
Anastomosis Arteriovenosa merupakan suatu hubungan langsung antara pembuluh nadi “arteri” dan pembuluh balik “vena”, Anastomosis ini tersebar di seluruh tubuh dan biasanya terdapat di pembuluh darah kecil yang berfungsi untuk mengatur sirkulasi pada daerah tertentu.Misalnya pada jari, kuku dan telinga, anastomosis arteriovenosa dipersarafi oleh sistem saraf otonom. Selain berfungsi dalam sistem sirkulasi, mereka juga membantu sebagai termoregulator “pengatur suhu tubuh”.


Fungsi Pembuluh Nadi (Arteri)

Fungsi dari pembuluh nadi adalah sebagai berikut:
  • Berfungsi untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh
  • Berfungsi sebagai pengantar oksigen dan nutrisi ke seluruh sel
  • Berfungsi sebagai pengangkut zat buangan misalnya karbon dioksida
  • Berfungsi sebagai penjaga keseimbangan mobilitasi protein, kimia dan unsur sistem kekebalan tubuh dan sel.

Ciri-Ciri Pembuluh Nadi (Arteri)

Ciri-ciri dari pembuluh nadi atau pembuluh arteri adalah sebagai berikut:
  • Dindingnya terdiri dari tiga lapis. Lapisan terluar berbentuk sel otot elastis, lapisan tengah berbentuk sel otot polos, dan lapisan dalam terbentuk oleh selapis sel berdinding tipis.
  • Mempunyai dinding tebal, kuat dan elastis
  • Membawa darah bersih
  • Mempunyai satu katup yaitu awal pembuluh yang letaknya di dekat jantung
  • Jika terluka, darah akan memancar
  • Berada pada bagian dalam tubuh

Jenis – Jenis Pembuluh Nadi (Arteri)


1. Jenis Pembuluh Nadi (Arteri) Berdasarkan Organ Tempat Darah Diambil
  • Arteri Pulmonaris merupakan arteri yang membawa darah yang baru dideoksigenasi “pertukaran oksigen dengan karbondioksida” yang dialirkan dari paru-paru.
  • Arteri Sistemik yaitu salah satu jenis arteri yang membawa darah berisi oksigen dan nutrisi dari jantung ke seluruh tubuh dimana tempat zat nutrisi dan gas tersebut ditukarkan.

2. Jenis Pembuluh Nadi (Arteri) Berdasarkan Ukurannya
  • Aorta merupakan pembuluh nadi “arteri” terbesar di dalam tubuh yang berasal dari bilik kiri jantung dan membawa darah beroksigen kepada semua bagian tubuh dalam peredaran sistemik.
  • Arteriol merupakan pembuluh nadi “arteri” terkecil yang berhubungan langsung dengan pembuluh kapiler, diameter arteriol ialah sekitar 0,1 mm.
  • Kapiler bukanlah pembuluh arteri sejati melainkan gabungan dari arteriol dan venula “cabang vena”, kapiler memiliki diameter sekitar 5-10 mikrometer. Kapiler merupakan tempat terjadinya pertukaran air, oksigen, karbondioksida, nutrisi, zat kimia dan bahan yang tidak diperlukan antara darah dengan jaringan disekitarnya.


Pengaturan Tekanan Arteri

Dua mekanisme terpenting dalam pengaturan tekanan darah adalah mekanisme baroreseptor yang diperantarai sistem saraf (cepat) dan mekanisme renin-angiotensin-aldosteron yang diperantarai hormon (lambat)

Refleks baroreseptor
Baroreseptor adalah reseptor regang yang terdapat pada dinding sinus karotis yang terletak dekat percabangan arteri karotis komunis (terdapat juga baroreseptor tambahan pada arkus aorta, tetapi baroreseptor ini hanya berespon terhadap peningkatan tekanan darah, tetapi tidak sebaliknya). Refleks baroreseptor merupakan sistem feedback negatif yang berperan dalam pengaturan tekanan darah secara cepat.
Langkah-langkah pada refleks baroreseptor :
  • Penurunan tekanan arteri : penurunan keregangan dinding sinus karotis
  • Penurunan keregangan menurunkan firing rate dari nervus pada sinus karotis (nervus Hering, n. IX) yang membawa informasi ke pusat vasomotor di batang otak
  • Titik standar rata-rata tekanan arteri diatur sebesar 100mmHg oleh pusat vasomotor, akibatnya jika terdapat penurunan rata-rata tekanan arteri, akan terjadi respon otonomik
  • Respon otonom tersebut mencakup penurunan sinyal parasimpatis ke jantung dan peningkatan sinyal simpatis ke jantung dan pembuluh darah. (respon otonomik yang terjadi adalah peningkatan laju denyut jantung, peningkatan kontraksi dan stroke volume output (curah isi sekuncup), peningkatan vasokonstriksi arteriol dan vena : venokonstriksi menyebabkan stroke output meningkat dengan mekanisme Frank-Starling)
Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron
Merupakan pengaturan tekanan darah jangka panjang (akibat mekanisme hormonal yang lambat) dengan memodifikasi volume darah. Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mengetahui mekanismenya:
  • Renin adalah enzim yang mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin
  • Angiotensin I tidak aktif
  • Angiotensin II aktif
  • Angiotensin II didegradasi oleh angiotensinase
Langkah-langkah pada mekanisme sistem renin-angiotensin-aldosteron :
  • Penurunan perfusi renal mengakibatkan sel juxtaglomerular pada arteriol aferen menyekresikan renin
  • Kemudian renin akan mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin I di plasma
  • Angiotensin-converting-enzyme (ACE) mengkatalisis perubahan angiotensin I menjadi II (terutama terjadi di paru)
  • Angiotensin II memiliki banyak efek, yaitu menstimulasi sekresi aldosteron (aldosteron meningkatkan reabsorpsi Na+ di tubulus distal, tetapi kerjanya lambat), meningkatkan pertukaran Na+-H+ di tubulus kontortus proksimal, meningkatkan rasa haus, dan menyebabkan vasokonstriksi arteriol sehingga resistensi perifer meningkat dan tekanan arteri meningkat.

Tips menjaga pembuluh darah tetap sehat

Setelah mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan arteri dan vena, Anda tentu sudah lebih sadar mengenai pentingnya menjaga kesehatan pembuluh darah. Langkah-langkah di bawah ini, dapat membantu Anda menjaga kesehatan pembuluh darah.
  • Berolahraga secara teratur, untuk memperlancar peredaran darah
  • Menjaga berat badan tetap ideal, agar terhindar dari tekanan darah tinggi, yang bisa merusak pembuluh darah
  • Jangan duduk atau berdiri di satu posisi yang sama, dalam waktu terlalu lama
  • Saat duduk, jangan menyilangkan kaki terlalu lama

Perbedaan antara Arteri dan Vena

Demi mengenal perbedaan arteri dan vena lebih dalam, beberapa uraian di bawah ini sebaiknya diketahui terlebih dahulu.
  • Darah yang dialirkan
    Tubuh memerlukan oksigen yang terkandung di dalam darah untuk bertahan hidup. Darah yang mengandung oksigen tersebut dipompa dari jantung menuju seluruh jaringan tubuh di sepanjang pembuluh arteri. Sedangkan tugas vena adalah membawa darah kembali ke jantung. Darah yang dialirkan di pembuluh vena memiliki kandungan oksigen yang lebih rendah dan mengandung residu pernapasan karbon dioksida.
  • Ketebalan dinding pembuluh darah
    Salah satu perbedaan arteri dan vena yang signifikan adalah ketebalan dindingnya. Pembuluh arteri memiliki lapisan otot tebal di dindingnya yang bisa berkontraksi untuk memperkecil ukuran arteri, atau berelaksasi untuk menjadi lebih lebar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sedangkan pembuluh vena berdinding lebih tipis, karena lapisan ototnya lebih tipis.
  • Percabangan
    Arteri terbagi menjadi banyak cabang selayaknya pohon. Cabang arteri yang terbesar disebut sebagai aorta. Aorta kemudian bercabang beberapa kali menjadi cabang yang lebih kecil. Semakin menjauhi jantung, semakin kecil pula cabang arteri. Sementara itu, cabang vena menjadi semakin membesar ketika mendekati jantung.
  • Katup
    Perbedaan arteri dan vena yang mencolok antara lain adalah vena memiliki katup satu arah. Katup ini berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke arah yang salah. Sementara itu, arteri tidak memerlukan katup karena tekanan dari jantung membuat darah mengalir melalui satu arah.
Semua arteri berfungsi membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh, kecuali arteri pulmonalis yang membawa darah tanpa oksigen ke paru-paru. Sebaliknya, semua vena berfungsi untuk membawa darah kaya karbon dioksida dari tubuh ke jantung, kecuali vena pulmonalis yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung.
Pembuluh darah arteri dan vena bisa dipantau melalui pemeriksaan radiologis seperti USG Doppler, CT scan, atau angiografi.



Penelusuran yang terkait dengan Pembuluh Darah Arteri
  • ciri-ciri pembuluh darah arteri
  • perbedaan pembuluh darah arteri dan vena
  • struktur pembuluh darah arteri
  • pembuluh darah vena
  • perbedaan pembuluh darah arteri, vena dan kapiler
  • pembuluh darah kapiler
  • macam-macam arteri
  • denyut pembuluh darah arteri