Pengertian Masyarakat Multikultural – Ciri, Sebab, Bentuk, Faktor, dan Contoh Masyarakat Multikultural

Pengertian Masyarakat multikultural

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, istilah masyarakat multikultural terdiri dari tiga kata yaitu masyarakat, multi dan kultural.Masyarakat artinya adalah satu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh perasaan bersama.Multi berarti banyak atau beranekaragam. Sedangkan kultural berarti budaya.Jadi, masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri atas banyak struktur kebudayaan. Disebabkan banyaknya suku bangsa yang mempunyai struktur budaya sendiri, yang berbeda dengan budaya suku bangsa lain.Pada hakikatnya, konsep masyarakat multikultural adalah masyarakat yang mempunyai banyak suku bangsa dan budaya dengan beragam adat istiadat.Dalam kerangka hidup bersama berdampingan satu sama lain yang sederajat dan saling berinterseksi dalam suatu tatanan kesatuan sosial politik.

 

Masyarakat multikultural menurut ahli

Beberapa ahli mengemukakan pendapat tentang pengertian masyarakat multikultural, yaitu:
  • Nasikun
Nasikun dalam Sistem Sosial Indonesia (2004) menerangkan, masyarakat multikultural bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara struktural mempunyai subkebudayaan yang bersifat diverse.Ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari kesatuan sosial, serta sering munculnya konflik sosial.
  • Liliweri
Alo Liliweri dalam Prasangka dan Konflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur (2005) menjelaskan definisi masyarakat multikultural.Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang struktur penduduknya terdiri dari beragam etnik dan keragaman itu menjadi sumber keragaman kebudayaan atau subkultur dari masing-masing etnik.
  • Parekh
Bikhu Parekh dalam Dilemmas of a Multicultural Theory of Citizenship (1997) menjelaskan pengertian masyarakat multikultural.Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang mempunyai banyak agama, bahasa dan budaya. Mencakup beragam kelompok dengan sistem gagasan, nilai-nilai, organisasi sosial, sejarah, kebiasaan dan perilaku.
  • Kymlicka
Will Kymlicka dalam Multiculturalism and Minority Rights: West and East (2002) telah mendefinisikan pengertian masyarakat multikultural.Konsep multikultural adalah seperangkat gagasan yang relatif mempunyai koherensi dengan gagasan yang membentuk sebuah mosaik kebudayaan yang terbentuk oleh kompleksitas.Akibat interseksi dari ras, etnik, kelas sosial, gender, bahasa, agama, orientasi seksual, hingga kemampuan personal.


Ciri dan Karakteristik Masyarakat Multikultural

1. Memiliki kebudayaan majemuk (beragam)

Seperti yang dijelaskan sebalumnya, faktor letak dan kondisi geografis, kondisi iklim serta struktur tanah mendorong terbentuknya keragaman kebudayaan. Dalam hal ini, tiap-tiap kelompok masyarakat yang menempati wilayah geografis yang berbeda akan menciptakan sistem kebudayaan yang berbeda pula.

2. Memiliki nilai dan norma yang disepakati bersama

Adanya nilai dan norma yang disepakati bersama merupakan dua hal yang mendasari terbentuknya masyarakat multikultural dalam lingkup negara bangsa. Nilai dan norma dimaksud umumnya bersifat mendasar. Pada konteks Indonesia, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional merupakan contoh dari nilai dan norma yang menjadi kesepakatan bersama warga negara Indonesia.

3. Bersatu melalui proses integrasi yang relatif lambat dan atas dasar ketergantungan

Perbedaan adat istiadat, ras, agama, pengetahuan hingga kebiasaan membuat proses integrasi pada masyarakat majemuk berjalan lambat. Ketergantungan antar kelompok masyarakat, perasaan senasib dna cita-cita masa depan mampu mendorong terciptanya integrasi pada masyarakat multikultural.

5. Perbedaan dalam masyarakat cenderung menjadi pemicu konflik sosial

Pada masyarakat multikultural, isu terkait suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) berpotensi dijadikan alat untuk memecah belah persatuan bangsa oleh sekelompok orang dengan kepentingan tertentu. Selain itu, ikatan primordial yang kuat pada kelompok suku tertentu juga dapat menjadi pemicu konflik horizontal pada masyarakat multikultural. Pada dasarnya konflik dalam kehidupan masyarakat tidak dapat dihilangkan namun selalu dapat dikelola agar menjadi konflik yang sifatnya terbuka.

6. Terjadi dominasi kelompok dominan pada sektor ekonomi, politik dan sosial budaya

Pada masyarakat multikultural yang beragam, jumlah menjadi hal yang penting sehingga dikenal istilah kelompok mayoritas dan minoritas. Kelompok mayoritas memiliki kecenderungan mendominasi sumber-sumber ekonomi, sistem politik dan budaya. Apabila dominasi tersebut tidak dikelola dengan baik maka ada kecenderungan akan terjadi konflik sosial dalam masyarakat.


Bentuk Masyarakat Multikultural

Interseksi

  • Konsep - Interseksi merupakan suatu titik potong atau pertemuan. Dalam sosiologi, interseksi dikenal sebagai suatu golongan etnik yang majemuk.
  • Definisi - Dalam Sosiologi, interseksi adalah persilangan atau pertemuan keanggotaan suatu kelompok sosial dari berbagai seksi. Baik berupa suku, agama, jenis kelamin, kelas sosial, dan lain-lain dalam suatu masyarakat majemuk. Suatu interseksi terbentuk melalui interaksi sosial atau pergaulan yang intensif dari anggota-anggotanya melalui sarana pergaulan dalam kebudayaan manusia, antara lain bahasa, kesenian, sarana transportasi, pasar, sekolah.Dalam memanfaatkan sarana-sarana interseksi sosial itu, anggota masyarakat dari latar belakang ras, agama, suku, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, atau keturunan berbeda-beda dapat bersama-sama menjadi anggota suatu kelompok sosial tertentu atau menjadi penganut agama tertentu.
  •  Penjelasan definisi - Jadi, yang dimaksud dengan interseksi adalah suatu masyarakat yang terdiri dari banyak suku,budaya,agama, dll yang berbaur menjadi satu kesatuan di dalam komunitas tertentu.

Konsolidasi

  • Konsep - Suatu proses penguatan pemikiran atas kepercayaan yang telah diyakini agar kepercayaan akan sesuatu yang diyakini semakin kuat. Yang mana hal ini dilakukan oleh orang yang lebih mengerti akan kepercayaan yang dianut.
  • Definisi - Konsolidasi adalah suatu proses penguatan yang dilakukan untuk memberikan tambahan keimanan atas apa yang telah seseorang yakini, yang biasanya dilakukan oleh orang yang sudah mencapai tingkatan tertenatu.
  • Penjelasan definisi - Jadi, yang dimaksud dengan konsolidasi adalah suatu penguatan atas apa yang telah melekat pada dirinya.

Primordialisme

  • Konsep - Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.
  • Definisi - Primordialisme berasal dari kata bahasa latin primus yang artinya pertama dan ordiri yang artinya tenunan atau ikatan. Ikatan seseorang pada kelompok yang pertama dengan segala nilai yang diperolehnya melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap primordial.Di satu sisi, sikap primordial memiliki fungsi untuk melestarikan budaya kelompoknya. Namun, di sisi lain sikap ini dapat membuat individu atau kelompok memiliki sikap etnosentrisme, yaitu suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya orang lain.Mereka akan selalu memandang budaya orang lain dari kacamata budayanya. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang telah tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi nilai yang mendarah daging (internalized value) dan sangatlah susah untuk berubah dan cenderung dipertahankan bila nilai itu sangat menguntungkan bagi dirinya.
  • Penjelasan definisi - Jadi, suatu etnosentrisme adalah suatu kepercayaan yang sudah mendarah daging. Maka setiap orang yang memiliki etnosentrisme pasti dia akan sulit menerimapaham lain selain paham yang telah mendarah daging dalam dirinya.

Etnosentrisme

  • Konsep -  Etnosentris sangat erat hubungannya dengan apa yang disebut in group feeling (keikut sertaan dalam kelompok) tinggi. Biasanya dalam suatu kelompok sosial sering kita melihat perang antar desa,perang antar suku ataupun perang dalam agama dan sebagainya. Tapi entosentris lebih kepada anggapan suatu kelompok sosial bahwa kelompoknyalah yang paling unggul.
  • Definisi - Jadi, yang dimaksud dengan etnosentris adalah suatu anggapan dari kelompok sosial bahwa kelompoknyalah yang paling unggul.
  • Penjelasan definisi -  Dari definisi di atas kita dapat memahami bahwa dalam suatu masyarakat majemuk terdapat suatu kelompok yang beranggapan bahwa kelompoknyalah yang paling unggul dari kelompok-kelompok sosial lain.

Politik Aliran

  • Konsep - Politik aliran adalah suatu kelompok masyarakat yang tergabung dalam ormas-ormas yang memiliki suatu pemersatu berupa partai politik dalam suatu negara, sehingga ormas tersebut dikatakan penganut partai yang memang dijadikan pemersatu dalam negara.
  • Definisi - Politik Aliran adalah suatu organisasi masyarakat yang memiliki dekengan (jawa) untuk memelihara dan menyejahterakan anggotanya. Contoh : Hahdhotul Ulama’ memiliki dekengan berupa Partai Keadilan Sejahtera(PKB), Muhammadiyyah memiliki dekengan berupa Partai Amanat Nasional(PAN), dll.
  • Penjelasan definisi - Jadi, jelas bahwa politik aliran adalah suatu partai politik yang memiliki suatu dukungan dari suatu organisasi masyarakat sebagai pembangun kekuatan dalam pemilihan umum.

Faktor Terciptanya Masyarakat Multikultural

  • Faktor Geografis
Negara atau wilayah memiliki fitur dan kondisi geografis yang berbeda. Lokasi geografis ini memengaruhi peristiwa alam yang biasa terjadi di kawasan ini. Baik, secara langsung maupun tidak langsung, fenomena alam akan memengaruhi kehidupan sosial di lingkungan masyarakat.
Perbedaan dalam kondisi geografis ini akan mengarah pada pola dan cara hidup yang berbeda dalam masyarakat. Sebagai contoh, Indonesia memiliki banyak daerah pegunungan dan laut sebagai negara kepulauan. Tentu saja, cara orang hidup di pegunungan akan berbeda dari mereka yang tinggal di wilayah laut atau pesisir.
  • Kondisi Iklim dan Cuaca
Dalam konteks kondisi geografis yang disebutkan di atas, kondisi iklim dan cuaca juga termasuk peristiwa alam yang dipengaruhi oleh faktor geografis suatu daerah. Perbedaan iklim dan cuaca mempengaruhi perilaku manusia dalam beradaptasi dengan iklim. Misalnya, orang yang tinggal di daerah yang lebih dingin memakai pakaian yang lebih tebal, sedangkan mereka yang tinggal di daerah yang lebih panas memakai pakaian yang lebih tipis.
  • Pengaruh Budaya Ssing
Penyebaran budaya antara orang-orang dari seluruh dunia akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat, ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi selama periode ini, media akan menjadi lebih luas dan lebih mudah untuk penyebaran budaya.
Dimasukkannya budaya asing di lingkungan masyarakat akan mengarah pada kebiasaan baru karena pengaruh budaya asing pada budaya lokal. Karena itu, pengaruh budaya asing merupakan salah satu pemicu munculnya komunitas multikultural.
  • Keragaman Etnis
Kelompok etnis, atau yang sering kita sebut kelompok etnis, adalah kelompok orang yang anggotanya ditentukan oleh garis keturunan dan karakteristik fisik yang dianggap setara. Identitas suku dicirikan oleh pengakuan karakteristik satu kelompok oleh yang lain. Contoh paling sederhana adalah Indonesia sebagai negara dengan berbagai kelompok etnis, ada orang Bali, Bataken, Acehnen dan banyak lagi. Semua suku ini bersatu dalam satu negara, sehingga mereka membentuk kehidupan masyarakat multikultural dalam satu entitas.
  • Keragaman Agama
Agama adalah kepercayaan dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan / perintah dalam kehidupan. Agama memiliki simbol dan sejarah suci untuk menjelaskan asal usul dan makna kehidupan. Agama memiliki ikatan yang kuat dengan seseorang, karena setiap agama memiliki aturan, kitab suci, dan situs suci yang memengaruhi kehidupan para pengikutnya. Ada berbagai jenis agama di dunia. Pengikut agama yang berbeda di suatu daerah akan menciptakan lingkungan multikultural, sehingga agama merupakan salah satu faktor yang dapat memicu munculnya masyarakat multikultural.
  • Keragaman Rasial
Ras adalah sistem klasifikasi yang mengklasifikasikan orang dalam kelompok besar berdasarkan karakteristik fisik, asal geografis, penampilan, dan etnisnya. Paradigma ras sering digunakan dalam berbagai disiplin ilmu yang lebih fokus pada sifat biologis atau konstruksi sosial seseorang.
Antropolog paran dan ilmuwan evolusi mengidentifikasi istilah ras untuk membahas perbedaan genetik (biologis), sementara sejarawan dan ilmuwan sosial mendefinisikan ras sebagai kategori budaya atau konstruksi sosial, cara tertentu orang berbicara tentang diri mereka sendiri dan orang lain. Perbedaan rasial dapat menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya masyarakat multikultural.


Contoh Masyarakat Multikultural

Adapun untuk contoh yang bisa disebutkan dalam multikultural ini antara lain sebagai berikut;
Keragaman sosial budaya di Indonesia merupakan contoh fakta sosial yang bisa dijadikan sebagai salah satu contoh multikultural. OIeh karena itu, keragaman budaya, suku, golongan, dan agama di Indonesia harus dipandang sebagai sebuah kekayaan, bukan sebagai potensi masalah dalam NKRI.
Berbagai suku bangsa di Indonesia dan hasil kebudayaan merupakan satu kesatuan yang menunjukkan identitaS bangsa secara utuh. Masyarakat dunia akan mengenal Tari Kecak dari Bali, Tari Saman dari Aceh, Tari Merak dari Jawa Barat, dan tarian daerah lain sebagai bagian dan budaya Indonesia.Mengingat realitas masyarakat hidup di tengah-tengah perbedaan, adanya gesekan antarkelompok dapat menimbulkan masalah. Meskipun demikian, setiap anggota masyarakat wajib menjaga hubungan harmonis demi mewuludkan cita-cita NKRI yang sebagimana tertuang dalam Pancasila sila ke-3.

Berbagai perbedaan dalam masyarakat tersebut sebaiknya dipandang dan sisi positif seperti menjadi alat pemersatu untuk mempertahankan NKRI, menjadi identitas bangsa, dan menjadi fondasi sikap nasionalisme dan patrotisme.Apabila setiap individu/kelompok dapat memahami perbedaan suku bangsa, budaya, golongan, dan agama, integrasi sosial akan tercipta. Selain itu, perselisihan dan pertentangan antarindividu/keiompok akibat perbedaan secara horizontal tidak akan terjadi. Dengan demikian, semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” dapat terealisasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.Dari penjasan yang dikemukakan dapat disimpulkan bahwa masyarakat multikutral adalah mayarakat yang bersatu atas landasan perbedaan. Bersatuannya masyarakat bisa di dasari dengan sejarah yang sama, ideologi, atau keyakinan yang pernah dialaminya. Definisi ini tentusaja mengindikasikan ahwa masyarakat multikultural lebih mengarahkan untuk bisa mencapai tujuan secara bersama. 

Sehingga multikulturalisme mencakup cara pandang, gagasan, penyikapan dan tindakan, kebijakan, yang majemuk dari segi etnis, oleh masyarakat suatu negara, budaya, agama dan yang lain sebagainya, tapi memiliki cita-cita dalam mengembangkan semangat kebangsaan yang sama serta mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut.




Penelusuran yang terkait dengan Bentuk Masyarakat Multikultural

  • bentuk-bentuk multikulturalisme
  • karakteristik masyarakat multikultural
  • contoh masyarakat multikultural
  • jelaskan karakteristik masyarakat multikultural
  • materi masyarakat multikultural
  • ciri-ciri masyarakat multikultural
  • pengertian masyarakat multikultural menurut para ahli
  • faktor penyebab masyarakat multikultural